Hukum

Sekolah Masih Jadi Sasaran Pencurian, Polisi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

10
×

Sekolah Masih Jadi Sasaran Pencurian, Polisi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini
Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono, S.H., M.H.
Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono, S.H., M.H.

PURWOREJO, purworejo24.com – Aksi pencurian di Kabupaten Purworejo hingga kini masih menjadi perhatian kepolisian. Meski secara umum situasi keamanan dinilai relatif kondusif, sejumlah kasus pencurian tetap terjadi dengan modus yang memanfaatkan kelengahan korban.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono, S.H., M.H. mengungkapkan, salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah pencurian di lingkungan sekolah. Sejumlah sekolah, khususnya di wilayah Purworejo bagian barat, dilaporkan menjadi sasaran pencurian.

Paling banyak sekolah. Khususnya wilayah Purworejo Barat, Pituruh, terus terakhir di Bayan. Modusnya ya seperti itu,” kata AKP Dwiyono, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, barang yang menjadi sasaran pelaku di lingkungan sekolah antara lain proyektor dan laptop.

Polisi juga menemukan adanya sejumlah kejadian dengan modus yang hampir serupa dan masih dalam pendalaman.

Salah satu modus yang ditemukan adalah pelaku memanfaatkan kondisi sekolah yang tidak dijaga pada malam hari. Bahkan, dalam beberapa kasus, pelaku diduga menggunakan cara tertentu untuk membuka akses masuk sekolah.

Pintu masuk sekolah itu dibuka dengan cara dibakar (di bobol),” ungkapnya.

Selain menyasar sekolah pada malam hari, pencurian juga dapat terjadi pada siang hari ketika ruangan ditinggalkan sementara oleh penghuninya.

Polisi bahkan telah menangkap seorang pelaku yang diduga beraksi di sejumlah sekolah. Pelaku disebut berasal dari wilayah Yogyakarta dan menggunakan sepeda motor matik untuk berkeliling mencari sasaran.

Modusnya cukup sederhana, yakni memanfaatkan momen ketika para guru sedang mengikuti kegiatan dan meninggalkan ruang guru. Pelaku kemudian masuk dan mengambil barang milik guru, seperti laptop dan telepon seluler.

Di saat guru itu ada kegiatan. Dia masuk ke sekolahan, ke ruang guru, mengambil barang-barang guru. Ada laptop, ada HP. Itu ada sekitar enam atau delapan TKP, tapi pelaku sudah saya tangkap,” jelasnya.

Kasus tersebut masih terus dikembangkan oleh penyidik untuk mengetahui kemungkinan keterkaitan pelaku dengan kejadian serupa di wilayah lain. Polisi mencermati adanya kemiripan modus antara sejumlah kasus di Purworejo dan Kebumen sehingga dugaan keterkaitan lintas kabupaten masih didalami.

Selain sekolah, pencurian juga menyasar rumah warga, toko, maupun kendaraan bermotor.

Pada malam hari, salah satu modus yang ditemukan adalah membobol dinding, terutama pada toko bangunan. Sementara pada kasus kendaraan bermotor, pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik, termasuk ketika sepeda motor diparkir dengan kunci yang masih tertinggal.

Pada siang hari, rumah yang ditinggal pemilik juga menjadi sasaran. Pelaku memanfaatkan situasi rumah yang kosong untuk mengambil barang berharga.

Sejumlah barang yang pernah menjadi sasaran antara lain televisi, perhiasan emas, uang tunai, dan telepon seluler.

Meski demikian, untuk kasus pencurian hewan ternak, AKP Dwiyono menyebut hingga saat ini belum ada laporan yang menonjol di wilayah Purworejo.

Alhamdulillah kalau di Purworejo belum ada,” ujarnya.

AKP Dwiyono menyebut, sepanjang semester pertama 2026 terdapat sekitar 15 hingga 20 kasus pencurian yang ditangani kepolisian, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam proses.

Sementara untuk periode berjalan, terdapat beberapa tempat kejadian perkara (TKP) pencurian yang masih ditangani dan dikembangkan.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa Purworejo secara umum masih dalam kondisi relatif aman. Namun, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan karena tindak pidana dapat terjadi kapan saja.

Intinya Purworejo ini relatif aman, namun amannya juga tetap ada kejadian pidana. Tidak ada suatu daerah di mana masih ada manusia pasti ada tindak pidana,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya pencurian, polisi mengimbau masyarakat tidak memberikan celah kepada pelaku. Barang berharga harus disimpan dengan aman dan kendaraan maupun rumah dipastikan dalam kondisi terkunci.

Khusus sekolah dan fasilitas yang rawan menjadi sasaran pada malam hari, kepolisian mendorong adanya penjagaan serta pemanfaatan kamera CCTV yang dapat dipantau secara berkala.

Pengamanan juga tidak cukup hanya mengandalkan polisi. Peran masyarakat melalui siskamling, ronda malam, serta kepedulian tokoh masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Hal itu membutuhkan kerja sama masyarakat, polisi, dan tokoh-tokoh masyarakat dalam rangka pencegahannya dengan siskamling, dengan ronda, dan lain sebagainya. Sehingga tindak pidana itu bisa dicegah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pencegahan dapat dilakukan sejak munculnya niat hingga sebelum pelaku melakukan aksinya. Kehadiran patroli polisi maupun kegiatan ronda masyarakat dapat menjadi faktor yang membuat pelaku mengurungkan niatnya.

Di saat ada mobil patroli, kemudian adanya orang ronda, pelaku yang sudah memiliki niat untuk melakukan pencurian tentunya akan mengurungkan niatnya karena sudah teralangi,” jelasnya.

Polres Purworejo pun mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh keamanan lingkungan. Sebab, banyak aksi pencurian justru terjadi bukan semata karena kecanggihan pelaku, melainkan karena adanya kesempatan akibat kelengahan korban. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.