Olah RagaWisata

Beach Medirun 2026 Meriahkan Pantai Jetis, 600-an Peserta Berlari Sambil Promosikan Wisata Pesisir Purworejo

285
×

Beach Medirun 2026 Meriahkan Pantai Jetis, 600-an Peserta Berlari Sambil Promosikan Wisata Pesisir Purworejo

Sebarkan artikel ini
Peserta Fun Run saat melewati jalur tepi pantai Jetis
Peserta Fun Run saat melewati jalur tepi pantai Jetis

GRABAG, purworejo24.com – Suasana Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, tampak berbeda pada Minggu (9/8/2026) pagi.

Ratusan tenaga kesehatan bersama keluarga dan masyarakat umum memadati kawasan pantai untuk mengikuti Beach Medirun 2026, sebuah kegiatan fun run yang memadukan olahraga, edukasi kesehatan, kebersamaan keluarga, sekaligus promosi pariwisata.

Kegiatan bertema “Sehat Bersama, Layani Sepenuh Hati” tersebut dilepas langsung oleh Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., dengan pengibaran bendera start.

Beach Medirun 2026 merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan diselenggarakan melalui kolaborasi 18 organisasi profesi tenaga kesehatan se-Kabupaten Purworejo dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim, S.STP., M.M., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dr. Sudarmi, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo Siswantoro Dwi Nugroho, S.STP., M.M., serta Apt. Rani Summadiyaningrum, S.Farm., Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Purworejo.

Turut hadir perwakilan Direktur RSUD, unsur Forkopimcam Grabag, Pemerintah Desa Patutrejo, serta ratusan peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Ketua Panitia Beach Medirun 2026, dr. Andreas Fredi Arisanto, mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons masyarakat yang jauh melampaui perkiraan awal panitia.

Awalnya kami hanya menargetkan 100 peserta. Tetapi antusiasmenya terus meningkat. Sampai penutupan pendaftaran pada 1 Agustus 2026, jumlah pendaftar mencapai sekitar 610 peserta,” ungkapnya.

Menurut Andreas, peserta tidak hanya berasal dari kalangan tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga tenaga kesehatan dan masyarakat umum dari berbagai wilayah.

Yang membuat Beach Medirun berbeda adalah konsep fun run yang mengajak peserta menikmati alam. Dengan jarak sekitar 5 kilometer, peserta tidak hanya berlari di jalan beraspal, tetapi melewati beragam karakter lintasan, mulai dari jalan cor blok, kawasan pepohonan, hutan lindung, jalan hotmix, kawasan berpasir hingga kawasan pantai.

Konsep tersebut mengusung semangat “Fun, Back to Nature”, sehingga olahraga tidak semata-mata mengejar kecepatan atau prestasi, melainkan menjadi sarana menikmati alam sekaligus menjaga kebugaran.

Di sini tidak ada podium. Ini benar-benar fun, menikmati alam dan keindahan ciptaan Tuhan. Setelah melewati berbagai lintasan, peserta bisa menikmati suasana pantai, matahari terbit, dan deburan ombak,” jelas Andreas.

Tidak hanya berlari, rangkaian kegiatan juga diisi dengan zumba, edukasi kesehatan, serta layanan kesehatan. Panitia menyediakan pos kesehatan dan layanan fisioterapi yang dapat dimanfaatkan peserta maupun masyarakat sekitar.

Menurut Andreas, keberadaan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang ingin dibawa dalam kegiatan.

Tenaga kesehatan tidak hanya hadir di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga hadir bersama masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan santai.

Kami ingin menyampaikan bahwa hidup sehat bukan hanya milik masyarakat perkotaan. Masyarakat di daerah juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan edukasi dan membangun pola hidup sehat,” katanya.

Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim, S.STP., M.M., mengapresiasi pelaksanaan Beach Medirun 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena menggabungkan olahraga dengan pariwisata.

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya mendorong pemasyarakatan olahraga di masyarakat, tetapi juga dilaksanakan di kawasan pariwisata. Konsep sport tourism ini bisa mendorong masyarakat hidup sehat, menggerakkan ekonomi, sekaligus mempromosikan destinasi wisata unggulan Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Ia menilai antusiasme peserta yang mencapai lebih dari 600 orang menjadi modal positif bagi pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.

Beach Medirun juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM dan usaha jasa di kawasan wisata Pantai Jetis dan sekitarnya.

Andreas menambahkan, salah satu harapan utama dari kegiatan tersebut adalah ikut menghidupkan sektor UMKM serta memperkenalkan kawasan wisata pesisir selatan Purworejo kepada masyarakat yang lebih luas.

Kami berharap UMKM ikut sukses, pariwisata Purworejo semakin hidup, khususnya kawasan pesisir selatan seperti Pantai Jetis dan Pantai Ketawang,” katanya.

Ke depan, Bangun berharap konsep sport tourism dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilaksanakan di kawasan pantai.

Kegiatan serupa, menurutnya, dapat dikembangkan di destinasi wisata lain, termasuk kawasan pegunungan dan ekowisata di Kecamatan Bruno, sehingga olahraga sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan beragam potensi wisata Purworejo.

Bupati Purworejo saat melepas peserta Fun Run Beach Medirun 2026, di pantai Jetis
Bupati Purworejo saat melepas peserta Fun Run Beach Medirun 2026, di pantai Jetis

Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., menyambut positif pelaksanaan Beach Medirun 2026. Ia menilai konsep lari di kawasan pantai menjadi sesuatu yang menarik karena memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

Ini event yang baru pertama kali di Purworejo. Biasanya lari di jalan, tetapi ini di pasir. Semoga kegiatan yang baru pertama kali ini bisa terus berjalan setiap tahun dan ditingkatkan lagi,” ujar Yuli Hastuti.

Bupati juga menilai kegiatan tersebut memiliki fungsi ganda. Selain mengajak masyarakat berolahraga dan menjaga kesehatan, Beach Medirun dapat menjadi sarana promosi destinasi wisata Purworejo.

Menurutnya, Pantai Jetis memiliki potensi untuk semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat Purworejo tetapi juga wisatawan dari luar daerah.

Harapannya, dengan adanya kegiatan ini bisa memperkenalkan lagi kepada orang banyak, tidak hanya orang Purworejo, tetapi juga pendatang dari luar kota,” katanya.

Menariknya, Beach Medirun tidak hanya diikuti tenaga kesehatan. Masyarakat umum dan keluarga turut ambil bagian, menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang kebersamaan lintas profesi dan usia.

Salah satu peserta, Rosita, guru SMP Negeri 13 Purworejo yang berasal dari Kecamatan Butuh, mengaku mengikuti kegiatan tersebut setelah diajak oleh ibunya.

Alasannya supaya sehat dan menambah relasi. Saya sangat senang karena adanya event ini membuat kami lebih bersemangat untuk bangun pagi dan berolahraga,” tuturnya.

Rosita berharap kegiatan seperti Beach Medirun dapat terus dilaksanakan sehingga olahraga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.

Semarak kegiatan semakin terasa dengan kehadiran penampilan drumband anak-anak PAUD yang turut menyemangati para peserta.

Bagi panitia, keterlibatan anak-anak dan keluarga tersebut menjadi gambaran bahwa olahraga dapat dikemas secara menyenangkan dan menjadi bagian dari kebersamaan keluarga.

Beach Medirun 2026 pun akhirnya tidak sekadar menjadi kegiatan berlari sejauh lima kilometer. Di balik langkah para peserta, terselip pesan penting bahwa kesehatan, kebersamaan, kepedulian sosial, pemberdayaan UMKM, dan promosi pariwisata dapat berjalan beriringan.

Dengan mengangkat kawasan wisata sebagai arena olahraga, Pantai Jetis tidak hanya menjadi tempat menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi wisata Purworejo kepada masyarakat yang lebih luas. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.