PURWOREJO, purworejo24.com – Persiapan kontingen Kabupaten Purworejo menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 memasuki tahap penting. Di tengah waktu yang tersisa sekitar satu bulan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Purworejo kembali menguji kondisi fisik atlet sekaligus memberikan pembekalan kepada kontingen.
Kegiatan Tes Fisik III dan Pembekalan Kontingen Porprov XVII tersebut digelar di Pendopo Bupati Purworejo, Minggu (20/9/2026).
Tes ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi menjadi salah satu instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet sebelum memasuki persaingan di tingkat Jawa Tengah. Hasil pengujian menjadi bahan bagi pelatih dan tim teknis untuk menentukan program latihan pada masa akhir persiapan.
Ketua Tim Teknis Pengujian Fisik Atlet KONI Purworejo, Indriati Agung Rahayu, mengatakan terdapat tiga aspek utama yang diukur dalam tes kali ini, yakni kelentukan, power tungkai, serta daya tahan melalui pengukuran VO2 max menggunakan bleep test atau multi-stage fitness test (MFT).
“Untuk tes fisik pada hari ini tetap tiga item, yaitu untuk kelentukan, yang kedua power tungkai, serta yang ketiga VO2 max dengan bleep test. Hasilnya para atlet sudah mengalami peningkatan yang berarti,” kata Indriati.
Namun, evaluasi juga menunjukkan masih ada atlet dari sejumlah cabang olahraga (cabor) yang belum mencapai standar fisik yang ditargetkan.
Salah satu perhatian utama berada pada kemampuan VO2 max. Beberapa atlet masih belum memenuhi standar yang diharapkan sesuai kebutuhan masing-masing cabor.
“Di bleep test atau MFT itu masih kurang memenuhi standar yang diharapkan di beberapa cabang olahraga,” jelasnya.
Menurut Indriati, waktu sekitar satu bulan sebelum Porprov harus dimanfaatkan secara optimal. Meski peningkatan VO2 max dalam waktu singkat membutuhkan proses, atlet tetap didorong untuk meningkatkan kondisi fisiknya.
Koordinasi dengan pelatih dan atlet juga terus dilakukan untuk menentukan pola latihan yang sesuai, terutama dalam memasuki fase pemuncakan performa.
“Setidaknya meskipun tidak bisa memenuhi target hasil tes, tetap saya sarankan untuk adanya peningkatan. Saya sudah sedikit bicara dengan beberapa pelatih ataupun atlet itu sendiri bagaimana cara peningkatan fisik atau kondisi fisik dalam rangka persiapan atau pemuncakan untuk atlet Porprov,” ujarnya.
Sebagian besar atlet mengikuti tes fisik tersebut. Sementara beberapa atlet tidak dapat hadir karena alasan yang dapat diterima.
Komposisi kontingen sendiri masih memungkinkan berubah karena proses administrasi dan pergantian atlet di sejumlah cabor masih berjalan.
Ketua KONI Kabupaten Purworejo Muhamad Abdullah mengatakan, secara keseluruhan terdapat sekitar 186 atlet dan official yang telah didaftarkan dalam persiapan Porprov XVII. Jumlah atlet berada di kisaran 140-an orang.
Menurutnya, selain mengukur kondisi fisik, KONI juga terus melakukan pemetaan kekuatan melalui tryout yang diikuti masing-masing cabor.
Pemetaan tersebut diperlukan agar target prestasi tidak hanya didasarkan pada perkiraan internal, tetapi juga memperhitungkan kekuatan calon lawan dari daerah lain.
“Sedang dilakukan pemetaan, karena kita tidak bisa melakukan pemetaan sendiri, tetapi sekaligus juga melihat kemampuan atlet-atlet dari luar daerah kita. Tryout-nya semuanya belum selesai,” ungkap Abdullah.
Sejumlah cabor bahkan baru menjalani satu kali tryout. KONI Purworejo sendiri memfasilitasi hingga dua kali tryout untuk membantu atlet memperoleh pengalaman pertandingan sekaligus menjadi bahan evaluasi.
Setelah seluruh rangkaian tryout selesai, KONI baru akan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai potensi prestasi masing-masing cabor.
“Sisa satu bulan ini adalah untuk mengejar fisiknya. Kemudian yang kedua, nanti di akhir kita akan melihat kesiapan seluruh atlet,” katanya.
Abdullah menegaskan, kesiapan atlet akan terus dipantau hingga mendekati pelaksanaan Porprov. Hasil tes fisik menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan kondisi atlet, baik peningkatan maupun kemungkinan penurunan performa.
“Yang kira-kira memang tidak siap bertanding ya lebih baik untuk tidak berangkat, tetapi kita tidak berharap itu. Harapannya semua bisa ikut bertanding dan semua punya semangat dan spirit yang sama,” ujarnya.
Dengan demikian, satu bulan terakhir tidak hanya diarahkan untuk mengejar peningkatan fisik, tetapi juga memastikan seluruh atlet benar-benar siap secara teknis dan administratif.
Di sisi lain, KONI Purworejo juga menyiapkan skema penghargaan bagi atlet yang mampu meraih medali dalam Porprov XVII 2026.
Mulai 2027, atlet Purworejo yang berhasil membawa pulang medali emas, perak maupun perunggu direncanakan memperoleh insentif bulanan selama empat tahun. Besaran insentif akan dibedakan berdasarkan jenis medali.
“Mulai tahun 2027, siapapun atlet dari cabang olahraga apapun yang memperoleh medali emas, perak, maupun perunggu akan kita berikan insentif bulanan selama empat tahun dengan nilai yang tentu berbeda antara emas, perak, dan perunggu,” jelas Abdullah.
Besaran nominalnya masih dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Rencananya, dukungan tersebut bersumber dari APBD melalui hibah kepada KONI.
Program tersebut diarahkan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi atlet sekaligus bagian dari upaya mempertahankan atlet potensial agar tetap membela Purworejo.
“Harapannya para atlet kita yang potensial kemudian tidak tergiur untuk pindah ke daerah lain. Kemudian yang kedua, sekaligus memotivasi dan menyemangati para atlet agar mereka menciptakan prestasi terbaik,” katanya.
Meski persiapan telah memasuki tahap akhir, komposisi kontingen belum sepenuhnya final. Perubahan masih mungkin terjadi karena faktor teknis maupun nonteknis, termasuk persoalan administrasi dan domisili atlet.
Abdullah menyebut keabsahan atlet menjadi bagian penting dalam proses menuju Porprov. Apabila terdapat atlet yang berpindah domisili sehingga tidak lagi memenuhi ketentuan, KONI harus melakukan penyesuaian.
“Kalau bicara kemungkinan masih bisa saja. Selain faktor teknis juga ada faktor nonteknis, misalkan soal administrasi. Kalau ada atlet kemudian berpindah domisili, mungkin karena faktor mencari pekerjaan atau faktor yang lain, otomatis kita eliminasi,” tandasnya.
Dengan tes fisik, pembekalan, tryout, serta evaluasi berkelanjutan, KONI Purworejo kini memasuki fase akhir persiapan. Fokusnya bukan hanya memastikan atlet hadir di arena pertandingan, tetapi membawa atlet menuju kondisi fisik, teknis, dan mental bertanding yang sesuai kebutuhan masing-masing cabor.
Satu bulan menjelang Porprov XVII Jawa Tengah 2026, setiap hasil evaluasi menjadi pijakan untuk menentukan langkah berikutnya—mematangkan atlet, memetakan kekuatan, dan memastikan kontingen Purworejo tampil dengan persiapan yang terukur.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









