Olah Raga

Popda Jateng 2026, Prestasi Purworejo Melonjak: Raih 7 Emas, 10 Perak dan 17 Perunggu

12
×

Popda Jateng 2026, Prestasi Purworejo Melonjak: Raih 7 Emas, 10 Perak dan 17 Perunggu

Sebarkan artikel ini
Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo
Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo

PURWOREJO, purworejo24.com – Prestasi kontingen Kabupaten Purworejo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 menunjukkan tren positif. Dibandingkan dua penyelenggaraan sebelumnya, perolehan medali Purworejo tahun ini mengalami peningkatan signifikan, terutama pada raihan medali emas.

Popda Jateng 2026 berlangsung pada 1–6 September 2026. Kabupaten Purworejo mengirimkan atlet untuk berlaga pada 18 cabang olahraga (cabor).

Berdasarkan rekapitulasi perolehan medali, kontingen Purworejo berhasil mengoleksi 7 medali emas, 10 perak, dan 17 perunggu.

Raihan tersebut menjadi catatan penting dalam perkembangan pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Purworejo.

Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo, mengatakan capaian tersebut berada di luar perkiraan jika dibandingkan dengan hasil Popda pada dua tahun sebelumnya.

Kalau dibandingkan tahun 2024 dan 2025, tahun ini ada peningkatan yang signifikan. Tahun 2024 kita mendapatkan 3 emas, 7 perak, dan 7 perunggu. Tahun 2025 ada 2 emas, 6 perak, dan 6 perunggu,” kata Widodo, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, peningkatan prestasi tahun 2026 tidak lepas dari perjuangan para atlet yang mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan antarkabupaten di Jawa Tengah.

Adapun tujuh emas Purworejo diraih melalui sejumlah cabor. Panahan menjadi salah satu penyumbang emas terbanyak melalui atlet Embun Adeeva Setyawan yang meraih dua emas pada nomor Recurve Total Sesi SD Putri dan Recurve Eliminasi Individu SD Putri.

Emas lainnya disumbangkan Favor Winarjaya dari panjat tebing nomor Speed WR Kids SD Putra, Adinda Jelita Kusumaning Dewi dari balap sepeda nomor MTB XCO SMP Putri, Aldyano Firmansyah dan Azura Rizky Veronika dari tinju, serta Theresia Nadine Hartanto dari senam nomor meja lompat artistik putri SMA.

Sementara itu, capaian medali perak dan perunggu juga tersebar di sejumlah cabor, seperti atletik, balap sepeda, tinju, panahan, taekwondo, senam, bulu tangkis, tenis meja, dan pencak silat.

Widodo menuturkan, dari target awal sebanyak delapan emas, baru panjat tebing yang berhasil memenuhi target emas. Sejumlah cabor yang ditargetkan menyumbang emas masih harus menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan berikutnya.

Kita akan evaluasi, cabor mana yang memang langganan medali emas. Ke depan minimal dipertahankan. Kemudian cabor-cabor yang belum mendapatkan emas, harapannya bisa mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Widodo menilai persaingan Popda Jateng semakin kompetitif. Kabupaten-kabupaten lain juga terus memperkuat pembinaan atlet pelajarnya sehingga Purworejo tidak boleh berhenti berbenah.

Ia mencontohkan Kabupaten Kebumen yang dinilai memiliki pembinaan olahraga pelajar lebih kuat, salah satunya melalui keberadaan Kelas Khusus Olahraga (KKO).

Persaingan antar kabupaten ketat sekali. Kabupaten-kabupaten lain juga larinya kencang. Kalau kita tidak kencang, kita akan ketinggalan jauh,” katanya.

Karena itu, Dinporapar mendorong penguatan pembinaan olahraga pelajar secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan KKO dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Menurut Widodo, keberadaan KKO yang dikelola secara optimal dapat menjadi salah satu instrumen untuk menemukan, membina, dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial sejak usia pelajar.

“Harapan kami ke depan di Purworejo ada KKO dengan sarana dan prasarana yang lengkap, sehingga bisa mendongkrak atlet-atlet dan cabor unggulan yang ada di Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Pembinaan prestasi olahraga, lanjut Widodo, tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi antara Dinporapar, Dinas Pendidikan, KONI, sekolah, pelatih, serta berbagai pihak terkait.

Olahraga ini harus bersama-sama. Tidak bisa dikelola sendiri. Bagaimana prestasi olahraga Kabupaten Purworejo bisa bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain,” tegasnya.

Sementara bagi atlet yang berhasil menjadi juara pertama, peluang untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional masih menunggu informasi dan mekanisme seleksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Widodo menjelaskan, peraih medali emas nantinya akan masuk dalam pendataan provinsi dan berpeluang mengikuti proses seleksi untuk jenjang kompetisi berikutnya.

Yang juara satu maju nasional, tetapi kita menunggu informasi dari provinsi. Biasanya ada seleksi lagi untuk jenjang selanjutnya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet, Pemkab Purworejo juga telah menyiapkan pemberian reward bagi peraih prestasi Popda dan Peparpeda. Penghargaan tersebut direncanakan diberikan pada momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas), 9 September 2026, di Halaman Setda Purworejo.

Capaian Popda Jateng 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk membangun prestasi yang lebih tinggi. Dengan evaluasi terhadap cabor, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan fasilitas, serta sinergi lintas sektor, Purworejo menargetkan prestasi olahraga pelajar yang lebih kompetitif pada Popda tahun-tahun mendatang. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.