PURWOREJO, purworejo24.com – Puluhan kenshi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Gashuku Nasional Wilayah (Gasnaswil) III dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).
Kegiatan ini digelar di Ganesha Convention Hall yang dihadiri para peserta berasal dari sejumlah provinsi yang masuk wilayah III, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Banten.
Sejumlah peserta dari luar wilayah III, seperti Bali dan Jawa Timur, juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Penyelenggara, Anggit Wahyu Nugroho, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) yang pelaksanaannya diamanatkan kepada pengurus daerah.
Purworejo dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Gasnaswil III yang tidak hanya menjadi ajang latihan bersama, tetapi juga pelaksanaan ujian kenaikan tingkat bagi para kenshi.
“Ini merupakan agenda rutin PB Perkemi yang dilaksanakan untuk menyamakan teknik. Selain itu, ada ujian kenaikan tingkat dan pembinaan karakter bagi para kenshi,” kata Anggit.
Menurut dia, kegiatan latihan bersama atau gashuku menjadi bagian penting dalam menjaga standar teknik Shorinji Kempo di berbagai daerah.
Para peserta mendapatkan pembinaan terkait teknik bela diri, baik teknik keras maupun lunak, serta penguatan karakter yang menjadi bagian dari nilai-nilai Shorinji Kempo.
Pada hari pertama, para kenshi mengikuti latihan bersama sebagai persiapan menghadapi ujian. Selanjutnya, pada Sabtu (29/8/2026), agenda utama berupa pembukaan kegiatan dan ujian kenaikan tingkat dilaksanakan.
Ujian tersebut diperuntukkan bagi kenshi yang akan naik ke tingkat Dan I dan Dan II sebanyak 62 orang dan 16 orang mengikuti Gashuku Nasional. Sementara itu, hasil ujian dijadwalkan diumumkan pada hari terakhir kegiatan, Minggu (30/8/2026).
Anggit mengatakan, kegiatan tersebut diikuti puluhan kenshi. Selain peserta yang mengikuti ujian kenaikan tingkat, terdapat pula peserta yang mengikuti gashuku atau latihan bersama tanpa mengikuti ujian.
“Tujuannya adalah menstandarkan teknik. Jadi para kenshi bisa memiliki keseragaman teknik, sekaligus mendapatkan pembinaan karakter,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, PB Perkemi juga mengirimkan perwakilan dari Majelis Guru untuk melakukan pembinaan sekaligus menjadi penguji nasional.
Salah seorang utusan PB Perkemi dari Majelis Guru, Marsudi (58), mengatakan sebelum ujian berlangsung, para peserta terlebih dahulu menjalani latihan intensif.
Latihan tersebut dilakukan untuk merapikan teknik dan memastikan kesiapan para kenshi sebelum menjalani ujian kenaikan tingkat.
“Pagi ini pembukaan. Kemarin kami sudah mulai latihan sebagai persiapan UKT. Setelah pembukaan, masih ada latihan, kemudian siangnya langsung ujian untuk Dan I dan Dan II,” kata Marsudi.
Ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik setelah sebelumnya mempersiapkan diri dan mengikuti latihan bersama.
Menurut Marsudi, Gasnaswil merupakan program rutin PB Perkemi yang dilaksanakan setiap tahun di berbagai wilayah Indonesia.
Secara nasional, Perkemi membagi pelaksanaan kegiatan ke dalam tujuh wilayah. Jawa Tengah masuk dalam wilayah III bersama Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan DIY.
“Tahun ini tuan rumah wilayah III adalah Jawa Tengah dan pelaksanaannya di Purworejo,” ujarnya.
Marsudi menambahkan, kegiatan gashuku memiliki peran penting untuk menyamakan dan merapikan teknik para kenshi dari berbagai daerah.
Selain aspek teknik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan dan persiapan menghadapi agenda olahraga yang lebih besar.
Salah satunya adalah persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Pra-Kualifikasi atau Prapon yang direncanakan berlangsung pada tahun depan.
Para kenshi yang sebelumnya berada pada tingkat Kyu I atau sabuk cokelat mengikuti ujian menuju Dan I. Sementara kenshi yang telah menyandang Dan I dapat mengikuti ujian kenaikan menuju Dan II.
“Dengan kegiatan seperti ini, masing-masing daerah juga bisa mempersiapkan atletnya. Yang paling dekat adalah persiapan menuju Prapon tahun depan,” kata Marsudi.
Dalam sambutannya, PB Perkemi menekankan bahwa latihan Shorinji Kempo tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan kepribadian.
Para kenshi didorong memiliki keteladanan, jiwa Bushido, rasa persaudaraan, serta karakter yang kuat.
Nilai tersebut sejalan dengan filosofi Shorinji Kempo yang mengedepankan kasih sayang tanpa kelemahan, kekuatan tanpa kekasihsayangan, serta semangat membangun persaudaraan dan kemanusiaan.
Melalui Gasnaswil III di Purworejo, Perkemi berharap keseragaman teknik, kualitas pembinaan, dan prestasi para kenshi di berbagai daerah semakin meningkat.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mempersiapkan atlet-atlet potensial menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









