Olah Raga

Kedung Pucang Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda, 40 Tim Berebut Gelar Juara

1
×

Kedung Pucang Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda, 40 Tim Berebut Gelar Juara

Sebarkan artikel ini
Pembukaan turnamen volly di Desa Kedung Pucang
Pembukaan turnamen volly di Desa Kedung Pucang

BENER, purworejo24.com — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, diwarnai kompetisi olahraga bergengsi melalui Turnamen Bola Voli Kedung Pucang Cup 2026.

Turnamen semi-open yang untuk pertama kalinya digelar tersebut diikuti sekitar 40 tim, terdiri atas 32 tim putra dan delapan tim putri. Pertandingan berlangsung selama 20 hari, mulai 22 Agustus hingga 12 September 2026, di lapangan Desa Kedung Pucang.

Ketua Panitia Kedung Pucang Cup, Normansyah, mengatakan turnamen tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat dan para pemain untuk mengembangkan kemampuan olahraga.

Untuk tim ada 40-an, 32 tim putra dan juga delapan tim putri,” kata Normansyah saat ditemui di sela pembukaan turnamen di lapangan Desa Kedung Pucang, Sabtu (22/8/2026) malam.

Menurutnya, penyelenggaraan perdana Kedung Pucang Cup mendapat antusiasme yang cukup tinggi. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen juga menawarkan total hadiah Rp20 juta, dengan Rp15 juta untuk kategori putra dan Rp5 juta untuk kategori putri.

Normansyah berharap kompetisi tersebut dapat menjadi sarana menambah pengalaman bertanding sekaligus membantu menemukan pemain-pemain potensial dari wilayah Kabupaten Purworejo.

Ke depannya bertambah pengalaman kita juga dan bisa menambah menyaring atlet-atlet di sekitar wilayah Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Ketua PBVSI Kabupaten Purworejo yang juga anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Timbul Susilo, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi di tingkat desa memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga dari bawah.

Ia menilai pertandingan seperti Kedung Pucang Cup memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pemain yang menang harus terus belajar untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasinya, sementara pemain yang kalah harus menjadikannya sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras,” kata Timbul.

Timbul juga membuka peluang bagi pemain muda yang memiliki potensi untuk mendapatkan pembinaan dan mengikuti seleksi pada jenjang yang lebih tinggi.

Manakala ada anak-anak yang berpotensi, mempunyai postur yang tinggi, nanti bisa saya rekomendasikan untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.

Pemain yang dinilai potensial tersebut nantinya dapat diarahkan mengikuti berbagai kegiatan dan seleksi olahraga mulai dari tingkat Kedu, Jawa Tengah hingga ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Dalam kesempatan tersebut, Timbul juga menyampaikan bahwa lapangan bola voli yang digunakan dalam turnamen dibangun melalui dukungan pokok-pokok pikiran (pokir) dengan anggaran sekitar Rp200 juta. Ke depan, fasilitas tersebut akan terus dikembangkan, termasuk penambahan kamar mandi dan sejumlah sarana pendukung.

Ia turut mengapresiasi dukungan Imam Teguh Purnomo yang ikut membantu dari sisi anggaran sehingga turnamen dapat terselenggara.

Dukungan terhadap pengembangan olahraga berbasis desa juga disampaikan Imam Teguh Purnomo, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai turnamen seperti Kedung Pucang Cup dapat menjadi salah satu mata rantai penting dalam proses pencarian bibit atlet sejak usia muda.

Menurut Imam, turnamen di desa tidak semata-mata menjadi hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kompetisi dapat menjadi ruang munculnya pemain-pemain potensial yang kelak mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Harapan saya, dari turnamen-turnamen desa seperti ini nanti ada bibit-bibit yang bisa menjadi pevoli nasional,” ujarnya.

Ia melihat keberanian para pemain muda untuk berkompetisi menjadi modal penting dalam proses pembinaan. Bahkan, sejumlah peserta masih berusia remaja, termasuk pemain yang duduk di bangku SMP dan SMA kelas awal.

Sudah mulai dari bibit, dari remaja, bahkan masih anak-anak di bawah 17 tahun mereka sudah berani bersaing. Berarti ini mentalnya sudah terbentuk,” katanya.

Menurut Imam, setelah mental bertanding terbentuk, pembinaan berikutnya dapat diarahkan pada peningkatan teknik, keterampilan, strategi permainan, serta kemampuan menghadapi tekanan dalam pertandingan.

Ia pun mengingatkan seluruh pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas.

Kalau ada permainan seperti ini harus kita tunjukkan sportivitas. Yang kalah bisa mengambil pelajaran, yang menang bisa semakin lebih baik lagi,” pesannya.

Turnamen Kedung Pucang Cup juga dinilai memiliki dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Selama pertandingan berlangsung, kehadiran pemain, official, dan penonton turut meningkatkan aktivitas warga, khususnya pelaku usaha dan pedagang di sekitar lokasi pertandingan.

Karena itu, dukungan masyarakat terhadap kegiatan olahraga dinilai penting. Selain mendorong anak-anak dan generasi muda untuk aktif berolahraga, kompetisi tingkat desa juga dapat menciptakan ruang interaksi sosial sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Kedung Pucang Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan HUT Kemerdekaan. Dengan dukungan panitia, pemerintah, tokoh masyarakat, PBVSI, dan berbagai pihak, turnamen tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi agenda olahraga yang berkelanjutan.

Dari lapangan desa, talenta-talenta muda Purworejo diharapkan terus mendapatkan ruang untuk tumbuh, berlatih, berkompetisi, dan pada akhirnya mampu membawa nama daerah hingga tingkat provinsi bahkan nasional. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.