Wisata

Sekaran Hills, Destinasi Wisata Baru di Sedayu, Loano yang Dibangun dari Gotong Royong Warga

3
×

Sekaran Hills, Destinasi Wisata Baru di Sedayu, Loano yang Dibangun dari Gotong Royong Warga

Sebarkan artikel ini
Sekaran Hills
Sekaran Hills

LOANO, purworejo24.com – Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat mulai digaungkan di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Salah satunya melalui hadirnya Sekaran Hills, destinasi wisata alam baru di Dusun Krajan, Desa Sedayu, Kecamatan Loano.

Kehadiran Sekaran Hills diperkenalkan dalam rangkaian Gebyar Wisata Loano, Bazar UMKM dan Launching Sekaran Hills yang berlangsung di Lapangan Menoreh, Desa Sedayu, Jumat-Minggu (11-13/9/2026).

Pembukaan kegiatan dilakukan Camat Loano Vivin Suryandari Feriyani, S.STP., MM, didampingi unsur Muspika, Pemerintah Desa Sedayu dan lintas sektor.

Gebyar Wisata Loano tahun ini tidak hanya menghadirkan bazar produk masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata alam Loano Timur kepada masyarakat lebih luas.

Ketua panitia sekaligus Kepala MA Riyadlul Muta’allimin, Efrida Noviyanto, S.Kom, mengatakan kegiatan tersebut dipelopori oleh Bagelen Institute yang berada di Purworejo sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan pariwisata di wilayah Loano Timur.

Intinya ingin mengembangkan wisata di wilayah Loano Timur, khususnya Kecamatan Loano bagian timur. Dengan adanya kegiatan ini dan juga peresmian Sekaran Hills, diharapkan nanti bisa mengembangkan pariwisata di wilayah Purworejo, khususnya Loano Timur,” katanya.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut meliputi bazar UMKM, sarasehan wisata, soft launching, grand launching Sekaran Hills, lomba mewarnai, pertunjukan seni, senam bersama, hingga pementasan kuda lumping.

Bazar UMKM menyediakan sekitar 50 stan yang diisi pelaku UMKM Desa Sedayu, pedagang Pasar Menoreh, UMKM dari desa-desa se-Kecamatan Loano, UMKM pinunjul Kecamatan Loano, serta pelaku usaha dari luar Loano, termasuk dari Purworejo dan Kutoarjo.

Menurut Efri, kegiatan juga dirancang menjadi ruang promosi dan pemberdayaan bagi masyarakat. Sarasehan wisata dijadwalkan menghadirkan perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian ATR, sementara Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) direncanakan mengikuti kegiatan secara daring.

Sekaran Hills menjadi salah satu daya tarik baru dalam Gebyar Wisata Loano. Destinasi tersebut memanfaatkan kawasan perbukitan dan persawahan di Dusun Krajan, Desa Sedayu.

Pengunjung nantinya dapat menikmati panorama pegunungan dan hamparan persawahan dari sejumlah gazebo yang telah dan akan dibangun.

Menariknya, pembangunan Sekaran Hills dilakukan melalui gotong royong dan swadaya masyarakat.

Soft launching Sekaran Hills
Soft launching Sekaran Hills

Inisiator Sekaran Hills, Sugeng Pamuji, mengatakan gagasan tersebut berawal dari kegelisahan melihat masih adanya kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat Desa Sedayu.

Menurutnya, kawasan yang memiliki pemandangan alam menarik tersebut kemudian dikembangkan dengan konsep yang berbeda dari destinasi wisata yang sepenuhnya bergantung pada investor.

Kalau tempat wisata lain ada investor datang, kemudian membangun lokasi dan masyarakat hanya sebagai penonton atau pekerja. Kalau di sini konsepnya saya balik. Mayoritas pemilik saham nantinya adalah masyarakat,” ujarnya.

Konsep tersebut, lanjut Sugeng, diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pekerja di destinasi wisata, tetapi juga memiliki keterlibatan dalam pengembangan dan manfaat ekonomi dari kawasan tersebut.

Masyarakat yang memiliki modal dapat berpartisipasi melalui kepemilikan saham, sementara warga yang tidak memiliki uang dapat berkontribusi melalui bahan seperti kayu dan bambu maupun tenaga. Nilai kontribusi tersebut direncanakan dikonversikan menjadi bagian kepemilikan.

Pembangunan awal Sekaran Hills sendiri dilakukan secara gotong royong selama sekitar dua bulan terakhir. Pengembangan kawasan direncanakan dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, kawasan tersebut dilengkapi gazebo dan nantinya dikembangkan dengan view deck, spot foto, tempat kuliner, kegiatan outbound, serta berbagai program edukasi.

Untuk tahap berikutnya, pengelola merencanakan pengembangan glamping dan waterpark, dengan luasan kawasan yang secara bertahap dapat berkembang hingga sekitar satu hektare tanpa menghilangkan karakter alami kawasan persawahan.

Intinya pada awal ini kami memanfaatkan segala kemampuan masyarakat di sini untuk mewujudkan ini, dari saung-saungnya sampai programnya,” kata Sugeng.

Ia menyebut pengembangan Sekaran Hills ditargetkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Sekitar 50 orang diharapkan dapat terlibat langsung dalam pengelolaan dan berbagai aktivitas di kawasan tersebut.

Sekaran Hills juga tidak diarahkan hanya sebagai tempat menikmati panorama alam. Pengelola menyiapkan berbagai program yang menggabungkan wisata, edukasi, pertanian, teknologi dan UMKM.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah Bootcamp Culinary, yang memberikan ruang bagi masyarakat mengembangkan ide kuliner hingga menjadi usaha dan selanjutnya dapat menjadi tenant di kawasan wisata.

Ada pula program Gerakan Nasional Sejuta Wirausaha (GNSW) yang akan diarahkan untuk melatih masyarakat dari desa-desa di Kecamatan Loano dalam bidang teknologi internet.

Harapannya dari 20 desa yang ada di Loano nanti ada sekitar 200 orang yang bisa kita latih dan menjadi influencer kami ke depan,” jelasnya.

Selain itu, pengelola juga menyiapkan sejumlah produk khas yang diharapkan menjadi identitas kuliner Sekaran Hills, seperti makanan berbahan lokal dan produk UMKM masyarakat Desa Sedayu.

Sekaran Hills juga dirancang tanpa tiket masuk. Kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung, berkegiatan maupun menggelar pertemuan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Saat ini lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari Kecamatan Loano dan sekitar 200 meter dari pusat Pemerintahan Desa Sedayu, serta diperkirakan mampu menampung sekitar 100 orang pada fasilitas yang telah tersedia.

Foto bersama di salah satu stand bazar UMKM
Foto bersama di salah satu stand bazar UMKM

Camat Loano Vivin Suryandari Feriyani mengatakan expo UMKM yang digelar tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua. Namun, pada 2026 kegiatan tersebut dikembangkan dengan peluncuran salah satu destinasi wisata baru di wilayah Kecamatan Loano.

Kami selalu menggandeng lengkap 21 desa se-Kecamatan Loano agar ikut berpartisipasi, ikut memamerkan produknya, sekaligus pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Menurut Vivin, kegiatan seperti expo dan bazar penting sebagai ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan inovasi serta produk yang selama ini berkembang di masing-masing desa.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peningkatan pendapatan, perekonomian dan inovasi masyarakat.

Kalau tidak ada event seperti ini, barangkali masyarakat sudah melakukan inovasi dan pemberdayaan di wilayah masing-masing, hanya saja kurang ter-blow up. Dengan event ini kami berharap menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Loano untuk semakin mengembangkan diri,” ujarnya.

Vivin menilai Loano memiliki keunggulan pada potensi wisata alam karena secara geografis berada di kawasan perbukitan. Selain panorama perbukitan, Loano juga memiliki potensi wisata berbasis air, salah satunya wisata tubing river di Desa Trirejo yang telah dikenal hingga luar Kabupaten Purworejo.

Dengan bertambahnya Sekaran Hills, Pemcam Loano berharap destinasi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata Kabupaten Purworejo, bukan hanya menjadi destinasi lokal.

Kami inginnya ini juga menjadi sebuah paket dari kabupaten bahwa di Loano ada salah satu wisata alam, yaitu Sekaran Hills. Dikolaborasikan juga dengan desa-desa lain yang ada di Kecamatan Loano,” jelasnya.

Pengembangan wisata Loano juga diharapkan tidak berdiri sendiri. Sugeng melihat kawasan Sedayu memiliki peluang untuk terhubung dengan sejumlah destinasi wisata di kawasan Menoreh, termasuk Tumpeng Menoreh dan Nglinggo.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah infrastruktur, khususnya akses menuju kawasan wisata. Karena itu, ia berharap ada kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha dan pihak terkait untuk meningkatkan konektivitas kawasan.

Dengan akses yang semakin baik, potensi wisata alam, UMKM dan kegiatan masyarakat di Loano diharapkan dapat saling terhubung sehingga wisatawan tidak hanya datang ke satu titik, tetapi melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi lainnya.

Sementara itu, Ketua panitia Efrida Noviyanto menegaskan bahwa pengembangan Sekaran Hills juga diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi Pasar Menoreh dan mengembangkan konsep Desa Wisata Sedayu.

Harapannya dengan adanya Sekaran Hills dan Pasar Menoreh bisa meningkatkan pariwisata di Desa Sedayu khususnya, dan Kecamatan Loano. Masyarakat Purworejo dan masyarakat dari luar daerah bisa mengetahui bahwa di Sedayu, Loano Timur, ada wisata yang bisa mereka kunjungi. Yang jelas, ini diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sedayu,” katanya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.