PURWOREJO, purworejo24.com – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Purworejo mewisuda 33 peserta Pawiyatan Panatacara tuwin Pamedhar Sabda Bergada (angkatan) ke-10 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Minggu (27/9/2026).
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi Permadani dalam melestarikan budaya Jawa, khususnya bahasa, tata krama, seni berbicara, dan tradisi pranatacara di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., dinobatkan sebagai anggota kehormatan Permadani Kabupaten Purworejo.
Ketua DPD Permadani Kabupaten Purworejo, Amri Norman Triono, S.Pt., mengatakan, wisuda angkatan ke-10 merupakan hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebanyak 33 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti ujian tertulis.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, yakni aparatur sipil negara (ASN) sebanyak 60 persen, perangkat desa 15 persen, wiraswasta 15 persen, dan ibu rumah tangga 10 persen.
Dengan tambahan anggota dari angkatan ke-10, jumlah anggota Permadani Kabupaten Purworejo kini mencapai 385 orang.
Amri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, atas dukungan fasilitas dan tempat pembelajaran.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan pemerintah daerah kepada Permadani untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya, termasuk upacara penobatan Kanjeng Raden Adipati Aryo Cokronegoro I, bupati pertama Purworejo, serta menjadi juri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD, SMP, kecamatan, hingga kabupaten.
Menurutnya, Permadani siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Jawa.
Sementara itu, mewakili Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Permadani dalam menjaga warisan budaya.
Disampaikan bahwa pelatihan panatacara dan pamedhar sabda bukan sekadar mengajarkan keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai luhur, etika, dan tata krama Jawa.
“Pelatihan ini memiliki makna yang sangat mendalam, yakni bagaimana masyarakat senantiasa memberikan dukungan agar kebudayaan yang menjadi jati diri kita tidak hilang ditelan zaman,” kata Yudhie.
Ia berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Ilmu yang diperoleh hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada masyarakat.
Para lulusan juga diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk menjadi pranatacara dalam acara pernikahan maupun kegiatan adat lainnya.
Yudhie juga menyampaikan harapan agar Permadani dapat menjadi wadah diskusi mengenai penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar, sehingga masyarakat semakin memahami kaidah bahasa Jawa.
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Permadani, Drs. Suyitno Yogo Pamungkas, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian nyata para lulusan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa anggota Permadani tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menjadi pembawa acara, tetapi juga harus mampu menjaga kerukunan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik, pekerjaan, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berselisih. Sebaliknya, anggota Permadani harus menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan dan mempererat persaudaraan.
“Permadani ini didirikan bukan semata-mata untuk mencetak pembawa acara, melainkan mengajak masyarakat agar selalu ingat pada jati diri bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Suyitno juga mengapresiasi perkembangan Permadani Kabupaten Purworejo yang dinilai konsisten menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sejak berdiri pada 2016.
Meski sempat menghadapi kendala selama pandemi Covid-19, Permadani Purworejo mampu melanjutkan kegiatan hingga meluluskan peserta angkatan ke-10.
Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat Desa Redin, Kecamatan Gebang, yang telah mendukung perkembangan Permadani sejak awal berdiri hingga kini dapat menyelenggarakan wisuda di Pendopo Kabupaten Purworejo.
Pada kesempatan tersebut, Suyitno juga menyambut baik penobatan Ahmad Jainudin sebagai anggota kehormatan Permadani Purworejo. Menurutnya, dukungan dari jajaran pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan organisasi dan melestarikan budaya.
Wisuda yang dihadiri pengurus Permadani dari berbagai daerah di Jawa Tengah tersebut juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antardaerah. Sejumlah perwakilan hadir dari Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, hingga Palangkaraya.
Melalui kegiatan ini, Permadani Kabupaten Purworejo berharap para lulusan tidak hanya menguasai keterampilan panatacara dan pamedhar sabda, tetapi juga mampu menjadi pelaku pelestarian budaya yang menjunjung tinggi etika, kerukunan, serta nilai-nilai luhur masyarakat Jawa. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









