BAYAN, purworejo24.com – Pemberdayaan perempuan di tingkat desa terus diperkuat melalui pembentukan Sanggar Serat Kartini. Pengurus Sanggar Serat Kartini Desa Pogungkalangan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, dikukuhkan dan dilantik dalam upacara di Balai Desa Pogungkalangan, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan kapasitas perempuan agar semakin cerdas, mandiri, dan berdaya, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga maupun masyarakat.
Ketua Serat Kartini (Sekolah Perempuan Cerdas Masa Kini) Kabupaten Purworejo, Dra. Titik Mintarsih, M.Pd., mengatakan pembentukan sanggar merupakan bagian dari upaya memperluas gerakan pemberdayaan perempuan di desa dan kelurahan. Program tersebut disiapkan melalui pemetaan wilayah dengan mempertimbangkan komitmen kepala desa atau lurah, kondisi masyarakat, serta lokasi yang dinilai strategis.
Menurut Titik, keberhasilan Sanggar Serat Kartini tidak cukup diukur dari terbentuknya kepengurusan atau terlaksananya kegiatan. Dampak nyata terhadap kehidupan perempuan dan lingkungan sekitarnya menjadi ukuran utama keberhasilan program.
“Ada tiga dimensi yang menjadi perhatian, yaitu kualitas pribadi, kualitas keluarga, dan kualitas sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pribadi diharapkan membentuk perempuan yang lebih percaya diri, cerdas, dan berwawasan luas. Peningkatan kualitas keluarga diharapkan berdampak positif terhadap keharmonisan rumah tangga serta tumbuh kembang anak. Sementara itu, dimensi sosial diarahkan untuk mendorong perempuan lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.
Titik menegaskan, Sanggar Serat Kartini harus menjadi ruang belajar berkelanjutan bagi perempuan, bukan sekadar perkumpulan formal. Para pengurus diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada perempuan lain di wilayahnya.
Sejak Agustus 2026, program ini telah menjalankan rangkaian materi pembelajaran yang direncanakan berlanjut hingga Desember mendatang. Evaluasi akan dilakukan untuk melihat perubahan yang dirasakan peserta, keluarga, dan lingkungan sosial mereka.
“Tiada hari tanpa perubahan, tiada hari tanpa perbaikan, dan tiada hari tanpa pembelajaran. Saya percaya ibu-ibu yang ada di Sanggar Serat Kartini merupakan agen pergerakan perubahan untuk menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, kecerdasan yang dikembangkan melalui Serat Kartini tidak hanya menyangkut kemampuan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual, emosional, sosial, dan fisik. Dengan pendekatan tersebut, perempuan diharapkan mampu menghadapi persoalan sehari-hari secara lebih bijaksana dan solutif.
Titik juga menekankan bahwa gerakan ini bertumpu pada semangat pengabdian. Para pengurus diharapkan tetap berkomitmen mengembangkan kegiatan tanpa menjadikan imbalan materi sebagai tujuan utama.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Raden Ajeng Kartini, yakni membuka jalan bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan, kesempatan berkembang, dan peran yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bayan, Ngalino, menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh melalui kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan perempuan di tingkat desa.
Menurut Ngalino, perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga maupun pembangunan masyarakat. Karena itu, perempuan perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kemampuan, dan berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia menekankan bahwa semangat kesetaraan gender perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi wacana.
“Gender itu kita berkumpul, kita sejajar antara perempuan dan laki-laki,” demikian pesan Ngalino dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan para pengurus agar mengikuti setiap materi dan kegiatan yang diberikan dengan baik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Ngalino menilai, keberadaan Sanggar Serat Kartini dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan dalam urusan domestik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih luas di bidang sosial dan kemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Desa Pogungkalangan, Sukarmi, menyambut baik pembentukan Sanggar Serat Kartini di wilayahnya. Ia berharap para pengurus yang telah dikukuhkan dapat menjadi penggerak pemberdayaan perempuan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada warga desa.
Menurutnya, keberadaan sanggar harus diikuti kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Para pengurus didorong untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta menjalankan program secara konsisten agar sanggar tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.
Sukarmi juga berharap para pengurus mendapatkan dukungan dan pendampingan sehingga mampu mengelola kegiatan secara berkelanjutan dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Pengukuhan Sanggar Serat Kartini Pogungkalangan diharapkan menjadi awal tumbuhnya ruang belajar perempuan di tingkat desa. Melalui kegiatan yang terarah dan evaluasi berkelanjutan, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan perempuan yang berdaya, keluarga yang lebih berkualitas, serta masyarakat yang semakin aktif dalam pembangunan.
Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” menjadi pengingat bahwa pendidikan dan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









