Ekonomi

Yayasan Cakrawala Bagikan Voucher Belanja Rp 15 Juta, Warga Sumberejo Diajak Berbelanja di Koperasi Desa Merah Putih

18
×

Yayasan Cakrawala Bagikan Voucher Belanja Rp 15 Juta, Warga Sumberejo Diajak Berbelanja di Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Yayasan Cakrawala Saka Internasional membagikan voucher belanja senilai total Rp 15 juta untuk 300 kepala keluarga untuk berbelanja di Koperasi Desa Merah Putih Sumberejo.

Vocher belanja dibagikan dalam kegiatan workshop peran media dalam partisipasi politik yang digelar di Aula Kopdes Desa Sumberejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah pada Minggu (1/11/2026).

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sumberrejo sekaligus mendorong masyarakat berbelanja melalui koperasi desa.

Setiap warga yang menjadi peserta kegiatan mendapatkan voucher senilai Rp 50.000. Dengan demikian, sebanyak 300 penerima akan memperoleh dukungan belanja dengan total nilai mencapai Rp 15 juta.

Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi Yayasan Cakrawala Saka Internasional dengan KDMP Sumberejo. Selain membantu menggerakkan aktivitas ekonomi koperasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Ketua Yayasan Cakrawala Saka Internasional, Muhammad Fahrur Ngiza, mengatakan pemberian voucher tersebut ditujukan untuk menunjang keberhasilan program KDMP Sumberejo.

“Yayasan Cakrawala memberikan voucher senilai Rp 50.000 per orang dikalikan 300 hadirin. Jumlah totalnya Rp 15 juta. Itu diperuntukkan untuk menunjang kesuksesan KDMP,” kata Fahrur di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, sasaran penerima voucher merupakan kepala keluarga yang diundang dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan aktivitas ekonomi koperasi desa.

Selain pemberian voucher, KDMP Sumberejo juga tengah menjalankan program pendataan kondisi ekonomi masyarakat. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui gambaran ekonomi rumah tangga, mulai dari pemasukan hingga pengeluaran keluarga.

Fahrur menjelaskan, data ekonomi masyarakat perlu dihimpun dan diolah secara lebih mendalam agar dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pembangunan desa.

Menurut dia, data survei yang telah tersedia dari pemerintah juga perlu dikaji kembali agar menghasilkan informasi yang lebih terperinci dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

“Kami ingin ekonomi masyarakat itu terpetakan. Mulai dari pemasukan, pengeluaran, semuanya ditarik agar ada kejelasan. Data-data itu perlu diolah lagi supaya bisa menjadi data yang baik dan dimanfaatkan untuk kemajuan Desa Sumberrejo,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menyelenggarakan workshop bertema peran media dalam partisipasi politik. Kegiatan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.

Fahrur menilai, masyarakat masih mudah menerima informasi yang ditemukan di media sosial tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Bahkan, tidak sedikit pengguna yang langsung menyukai, membagikan, atau mempercayai sebuah unggahan tanpa melakukan verifikasi.

Melalui workshop tersebut, pihaknya ingin meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih kritis dan selektif dalam menggunakan media.

“Kami berharap masyarakat lebih terbuka terkait peranan media. Jadi, ketika ada postingan, masyarakat tidak langsung mengambil keputusan atau menganggap semua yang ada di media sosial itu benar,” katanya.

Workshop tersebut menghadirkan Komisioner KPU Purworejo Imam Turmudi dan aktivis teknologi informasi Purworejo, Ade Nugroho, sebagai narasumber.

Sejumlah unsur pemerintah dan lembaga juga diundang dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), KPU, kepolisian, Dinas Koperasi, Anggota DPRD Purworejo, serta perwakilan PIC Agrinas.

Menurut Fahrur, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Cakrawala Saka Internasional berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi melalui program voucher belanja, tetapi juga memiliki pemahaman lebih baik mengenai literasi media dan partisipasi politik.

“Dengan demikian, penguatan ekonomi melalui koperasi desa dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memperoleh dan menyikapi informasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberrejo, Sugito, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurutnya, literasi digital dan pemahaman teknologi merupakan kunci utama agar masyarakat desa tidak tertinggal di era modern.

“Biar bagaimana pun juga, suatu desa itu bisa maju apabila semua masyarakatnya paham tentang era digitalisasi. Seperti acara di hari ini, komunikasi dan kemajuan zaman harus kita ikuti supaya masyarakat juga melek komputerisasi,” ujar Sugito.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.