PURWOREJO – Memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus satu tahun perjalanan organisasi, Forum Mahasiswa Kampus Purworejo (FORMAKAP) menggelar Dialog Kepemudaan bertema “Merawat Spirit Perjuangan Mahasiswa dalam Momentum Sumpah Pemuda” di Pendopo Khasnu Khasanah Nusantara, Purworejo, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk merefleksikan kembali semangat persatuan dan perjuangan pemuda, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kebangsaan, khususnya di Kabupaten Purworejo.
Dialog tersebut diikuti perwakilan mahasiswa dari lima kampus di Purworejo, serta mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan membangun solidaritas antarmahasiswa lintas kampus.
Diskusi menghadirkan Ketua DPD KNPI Purworejo Muhammad Musyafa, S.H., Komisioner KPU Abdul Azis, S.Pd., aktivis Purworejo Mi’rojul Fikri, serta Ketua Umum FORMAKAP Rahmat Fauzi Malik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, serta pembacaan Sumpah Mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai arah gerakan mahasiswa di tengah dinamika sosial saat ini.
Ketua Umum FORMAKAP, Rahmat Fauzi Malik, mengatakan dialog tersebut merupakan bentuk penghayatan terhadap nilai-nilai perjuangan Sumpah Pemuda sekaligus ungkapan syukur atas satu tahun perjalanan FORMAKAP.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk berani mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, keberanian tersebut harus disertai penguasaan pengetahuan, kesadaran kritis, serta keterlibatan aktif dalam organisasi.
“Sebagai pemuda, kita harus berani melakukan perubahan menuju kebaikan dengan landasan pengetahuan dan melalui organisasi sebagai bentuk meneruskan semangat Sumpah Pemuda,” ujar Fauzi.
Ia berharap FORMAKAP tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa, tetapi juga berkembang sebagai ruang untuk mengasah pemikiran, membangun solidaritas, dan melahirkan gerakan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Purworejo, Muhammad Musyafa, mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan nalar kritis dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial di daerah.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok terdidik yang berkutat dengan aktivitas akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat, mampu mengidentifikasi persoalan, serta menyampaikan gagasan konstruktif sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi.
“Ayo, mahasiswa Purworejo, kita tumbuhkan nalar kritis dan tingkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di Purworejo sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa,” ujar Musyafa.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang tidak hanya mengamati perubahan, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah melalui pemikiran dan tindakan yang bertanggung jawab.
Apresiasi juga disampaikan Komisioner KPU, Abdul Azis, yang mengucapkan selamat atas hari lahir pertama FORMAKAP. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang menjadi wadah konsolidasi, komunikasi, dan penguatan jejaring antarmahasiswa.
Azis menilai, keberadaan organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk membangun kolaborasi sekaligus mendorong lahirnya gerakan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga FORMAKAP terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melakukan gerakan-gerakan yang positif bagi warga Purworejo dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober bukan sekadar mengenang sejarah persatuan bangsa. Momentum ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui kontribusi nyata sesuai tantangan zaman.
Dalam konteks kehidupan mahasiswa, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan literasi, keberanian menyampaikan kritik yang konstruktif, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta kolaborasi lintas organisasi dan kampus.
Melalui dialog kepemudaan ini, FORMAKAP diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi mahasiswa di Kabupaten Purworejo. Perbedaan latar belakang dan pandangan tidak menjadi penghalang untuk membangun persatuan, melainkan menjadi kekuatan dalam melahirkan gagasan dan solusi bagi kepentingan bersama.
Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi terus hidup dalam gerakan mahasiswa yang berlandaskan pengetahuan, menjunjung persatuan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan masyarakat.
Satu tahun perjalanan FORMAKAP pun diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Purworejo serta Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









