PURWOREJO, purworejo24.com – Kontingen Kabupaten Purworejo menorehkan prestasi pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) 2026 yang berlangsung di Surakarta, 21–23 Agustus 2026. Sebanyak 11 atlet pelajar Purworejo ambil bagian dalam ajang olahraga pelajar disabilitas tersebut.
Dari cabang para-atletik, Abdul Basari dari SLB Negeri Purworejo berhasil meraih medali emas nomor tolak peluru klasifikasi F20.
Sementara itu, dua pelajar sekolah dasar, Fatir Pradipta dari SD Negeri Bajangrejo dan Charlin Tristan Nadhif dari SD Negeri Kamijoro, tampil pada cabang olahraga para-tenis meja nomor tunggal putra klasifikasi TT6–TT10.
Dengan demikian, kontingen Purworejo secara keseluruhan membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak dari Peparpeda 2026.
Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil yang patut diapresiasi, mengingat persiapan kontingen menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mencari atlet yang sesuai dengan klasifikasi pertandingan.
“Secara umum, kita mengirimkan 11 atlet yang turun di dua cabang olahraga, yakni para-atletik dan para-tenis meja. Dari empat cabor yang dipertandingkan, kita baru bisa mengikuti dua cabor karena keterbatasan atlet yang sesuai dengan klasifikasi,” kata Widodo, Rabu (26/8/2026).
Dalam Peparpeda 2026, terdapat empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni para-atletik, para-tenis meja, para-bulu tangkis, dan para-renang.
Menurut Widodo, proses penjaringan atlet telah dilakukan sejak jauh-jauh hari dengan melibatkan sekolah-sekolah yang memiliki pelajar disabilitas. Namun, tidak semua atlet yang ditemukan dapat langsung mengikuti perlombaan karena setiap nomor memiliki persyaratan klasifikasi tertentu.
“Kita sudah melakukan penjaringan ke sekolah-sekolah. Tantangannya adalah tidak semua atlet masuk dalam klasifikasi yang dibutuhkan untuk nomor pertandingan tertentu,” jelasnya.
Meski demikian, kontingen Purworejo mampu memenuhi target minimal yang telah ditetapkan, yakni satu emas dan satu perak. Target awal sebenarnya adalah satu emas, satu perak, dan dua perunggu.
Peluang untuk menambah medali terbuka, terutama dari para-atletik. Namun, salah satu atlet andalan Purworejo mengalami cedera saat pertandingan sehingga tidak dapat melanjutkan perlombaan.
Widodo menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk pengembangan olahraga disabilitas di Kabupaten Purworejo. Ke depan, Dinporapar bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Purworejo akan mendorong semakin banyaknya atlet disabilitas yang terlibat dalam pembinaan dan kompetisi.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah menggelar event olahraga khusus disabilitas di Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi atlet pelajar disabilitas untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjadi sarana penjaringan bibit-bibit baru.
“Selama ini belum pernah ada event olahraga disabilitas yang digelar di Kabupaten Purworejo. Ke depan kami berencana bekerja sama dengan NPCI untuk membuat event lokal. Harapannya, masyarakat semakin mengenal keberadaan dan prestasi atlet disabilitas,” ujarnya.
Selain memperkenalkan atlet disabilitas kepada masyarakat, event tersebut diharapkan mampu menarik minat pelajar disabilitas lainnya untuk bergabung dalam pembinaan NPCI.
“Dari event lokal itu kami berharap muncul atlet-atlet baru yang nantinya bisa berprestasi, bukan hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga sampai internasional,” imbuh Widodo.
Ia juga berpesan kepada para atlet yang telah berlaga di Peparpeda agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diraih di Surakarta harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi pada level yang lebih tinggi.
“Jangan cepat puas. Jadikan Peparpeda ini sebagai batu loncatan untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan berikutnya,” pesannya.
Purworejo sendiri memiliki pengalaman dalam pembinaan atlet disabilitas. Salah satunya atlet cabang balap sepeda yang telah menembus level nasional dan dipersiapkan menuju kejuaraan internasional di Taiwan setelah mengikuti pemusatan latihan di Surakarta.
Sementara itu, untuk agenda kejuaraan nasional berikutnya, Dinporapar masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diperkirakan akan digelar pada akhir tahun.
11 Atlet Purworejo di Peparpeda 2026
Dari total 11 atlet, sebanyak sembilan atlet memperkuat cabang para-atletik dan dua atlet turun di para-tenis meja.
Para-atletik diikuti Yoel Crysto Pratama, Abdul Basari, Anindita Rahma D., Aan Yulianti, Rakha Aditya Pranaja, Agus Romadhon, Auxilia Naura Raisya, Muhamad Rafa Ramadhan, dan Juan Iqbal Abiya.
Sementara para-tenis meja diperkuat Fatir Pradipta dari SD Negeri Bajangrejo dan Charlin Tristan Nadhif dari SD Negeri Kamijoro.
Prestasi yang dibawa pulang dari Peparpeda 2026 menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi pelajar disabilitas untuk berprestasi.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, NPCI, serta masyarakat, potensi mereka diharapkan terus berkembang dan mampu membawa nama Purworejo semakin jauh di pentas olahraga. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









