PURWOREJO, purworejo24.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo telah berlangsung sesuai dengan ketentuan organisasi dan dinyatakan sah berdasarkan aturan internal partai.
Dalam forum tersebut, seluruh pemilik hak suara secara aklamasi menetapkan Imam Teguh Purnomo sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Drs. Anton Lami Suhadi, saat ditemui disela kegiatan pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, di gedung Ganeca Convention Hall Purworejo, pada Minggu (26/7/2026)
Ia menyebut seluruh tahapan pelaksanaan Musda telah memenuhi prosedur yang diatur dalam petunjuk teknis organisasi.
Menurut Anton, Musda menjadi bagian penting dari proses konsolidasi internal Partai Golkar yang tengah dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo telah selesai melaksanakan konsolidasi organisasi. Seluruh pemilik suara, mulai dari pimpinan kecamatan, organisasi kemasyarakatan pendiri dan yang didirikan, hingga organisasi sayap, secara bulat memberikan dukungan kepada Imam Teguh Punomo sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.
Anton menjelaskan, legalitas pelaksanaan Musda telah diatur secara tegas dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 1 Bulan Juli Tahun 2020/2025. Salah satu syarat utama adalah Musda harus dihadiri dan dipimpin oleh utusan resmi DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang mengantongi surat mandat.
“Kewenangan konsolidasi organisasi di daerah merupakan mandat dari DPP kepada DPD I. Karena seluruh tahapan di DPD II Wonosobo telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis, maka secara organisasi Musda ini sah dan tidak ada persoalan,” tegasnya.
Ia juga memastikan seluruh proses administrasi telah melalui verifikasi secara ketat sebelum pengambilan keputusan dilakukan.
Dukungan dari setiap pemilik suara telah diperiksa keabsahannya, sehingga penetapan ketua terpilih dilakukan sesuai mekanisme organisasi.
Sebagai simbol penetapan hasil Musda, lanjut Anton, telah dilakukan penyerahan pataka Partai Golkar kepada Imam Teguh Punomo sebagai ketua terpilih.
“Musda tidak ada istilah diulang karena secara aturan sudah sah. Penetapan akhir nantinya akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) resmi dari DPD I Partai Golkar Jawa Tengah. Peninjauan kembali hanya dimungkinkan apabila terdapat persoalan yang bersifat sangat mendasar, seperti pelanggaran pidana. Namun dari sisi proses organisasi, Musda telah selesai dan sah,” jelasnya.
Anton menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi bagi Partai Golkar Jawa Tengah. Karena itu, seluruh Musda DPD II maupun Musyawarah Kecamatan (Muscam) ditargetkan rampung sebelum memasuki tahapan politik berikutnya.
“Tahun ini adalah tahun konsolidasi organisasi. Seluruh Musda DPD II dan Muscam harus selesai, sebagaimana telah dilakukan di sejumlah daerah seperti Cilacap, Blora, Sukoharjo, dan lainnya. Tahun depan fokus kita sudah bergeser pada persiapan menghadapi agenda Pemilu,” katanya.
Sementara itu, Imam Teguh Purnomo, sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Golkar dan sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo, dan kini terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo menegaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan Musda telah berjalan sesuai Peraturan Organisasi (PO) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
“Sebagai Plt Ketua DPD II Wonosobo saat itu, seluruh tahapan Musda telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam PO maupun AD/ART partai. Musda sah karena diselenggarakan oleh pimpinan partai yang sah, dihadiri para pemilik suara, serta mendapat mandat resmi dari DPD I Partai Golkar Jawa Tengah,” ungkap Imam.
Usai terpilih, Imam mengajak seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Wonosobo untuk mengesampingkan perbedaan yang muncul selama proses Musda dan kembali memperkuat soliditas organisasi.
Menurutnya, persatuan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai agenda politik yang telah ditetapkan oleh DPP maupun DPD Partai Golkar Jawa Tengah.
“Mari kita konsolidasikan seluruh potensi kader Partai Golkar di Kabupaten Wonosobo. Kita kembali bersatu dan bergandengan tangan untuk menyukseskan seluruh agenda politik yang telah menjadi target partai,” ajaknya.
Imam juga mengapresiasi komposisi kepengurusan Partai Golkar yang dinilainya mampu memadukan pengalaman para senior dengan semangat kader muda.
“Saya melihat kepengurusan saat ini sangat solid, sekitar 55 persen diisi kader-kader muda dan 45 persen kader senior. Komposisi ini menjadi kekuatan positif untuk mempercepat konsolidasi hingga tingkat kecamatan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi agenda politik ke depan,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









