KEMIRI, purworejo24.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purworejo mempercepat konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) masa bakti 2026–2031. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat kaderisasi hingga tingkat desa menjelang Pemilu 2029.
Musancab PKB untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Pituruh, Kemiri dan Bruno digelar di Aula Tahfidhul Qur’an A “Choerunnisa” dan lingkungan kediaman Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Purworejo, H. Sohibal Untung, di Dusun Bendo, RT 01/RW 02, Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, pada Sabtu (12/9/2026).
Ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo, Muhaimin, mengatakan Musancab digelar sebagai bagian dari reorganisasi kepengurusan PKB di tingkat kecamatan. Pelaksanaannya dilakukan selama dua hari dengan pembagian wilayah berdasarkan daerah pemilihan.
“Selama dua hari ini DPC PKB menyelenggarakan Musyawarah Anak Cabang dalam rangka melakukan reorganisasi pengurus PKB di tingkat kecamatan se-Kabupaten Purworejo,” kata Muhaimin, saat ditemui disela kegiatan Musancab di Dapil 5.
Menurutnya, pada hari pertama Musancab dilaksanakan di Dapil 3, Dapil 5 dan Dapil 6. Selanjutnya pada Minggu digelar di Dapil 2, Dapil 4 dan Dapil 1.
Proses penentuan Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), lanjut Muhaimin, telah mengikuti mekanisme organisasi sesuai AD/ART hasil Muktamar PKB di Bali serta tahapan yang ditetapkan DPP PKB.
Sebelumnya, DPC PKB telah melakukan proses penjaringan dan pemetaan calon, dilanjutkan Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK). Hasilnya kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan DPW PKB Jawa Tengah.
“Ini tidak mengurangi aspirasi dari bawah. Pada saat penjaringan dan pemetaan, TPPK PKB sudah turun untuk melaksanakan penjaringan dan pemetaan nama-nama yang potensial untuk kita ajukan ke DPW sebagai calon Ketua DPAC. Aspirasinya tetap, hanya mekanisme teknisnya yang berubah,” jelasnya.
Salah satu penekanan dalam reorganisasi kali ini adalah regenerasi kepemimpinan. Muhaimin menyebut kebijakan DPP PKB menetapkan Ketua DPAC maksimal berusia 35 tahun.
Menurutnya, masuknya kader-kader muda bukan semata pergantian kepengurusan, tetapi bagian dari kebutuhan organisasi untuk memastikan keberlanjutan kaderisasi.
“Organisasi apa pun, termasuk partai politik, tentu butuh kaderisasi, regenerasi dan penyegaran pengurus. Ini juga merupakan mandat sejarah bahwa sejarah harus berlanjut, dan yang akan melanjutkan adalah kader-kader muda,” ujarnya.
Setelah pengukuhan DPAC oleh DPW PKB Jawa Tengah, kepengurusan baru akan langsung bergerak membentuk kepengurusan ranting di tingkat desa.
Muhaimin menargetkan seluruh ranting yang masih kosong dapat terbentuk paling lambat November 2026.
Ia menyebut masih terdapat sekitar 140 desa/kelurahan di Kabupaten Purworejo yang belum memiliki kepengurusan PKB. Khusus Dapil 5, konsolidasi ditargetkan menyentuh seluruh 107 desa di Kecamatan Pituruh, Kemiri dan Bruno.
“Target dari DPW untuk bulan November semuanya sudah bisa terbentuk. Setelah ini mereka secara paralel sudah langsung running,” katanya.
Penguatan struktur hingga tingkat desa juga diarahkan untuk memperkuat target politik PKB pada Pemilu 2029.
Muhaimin mengatakan PKB Purworejo memasang target realistis menambah tiga kursi DPRD Kabupaten Purworejo, dari enam menjadi sembilan kursi.
“Kita realistis ingin mendapatkan tambahan tiga kursi di Kabupaten Purworejo, dari enam ke sembilan,” tegasnya.
Sementara untuk Dapil 5, yang pada Pemilu mendatang PKB menargetkan sedikitnya memperoleh dua kursi.
“Target kita Dapil Pituruh, Kemiri, Bruno tetap PKB. Mudah-mudahan tambahan energi-energi muda ini bisa mempercepat proses kaderisasi di PKB. Mudah-mudahan di sini minimal dua kursi,” ujarnya.
Muhaimin menegaskan target tersebut harus dibarengi dengan kerja organisasi dan pengabdian nyata kepada masyarakat, bukan hanya aktivitas politik menjelang pemilu.
“Harapannya tentu PKB ini kontribusinya terhadap masyarakat semakin bisa dirasakan secara langsung oleh mereka, sehingga PKB menjadi partai yang layak untuk dicintai, layak untuk dipilih, layak untuk memimpin di Purworejo,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin juga meminta kepengurusan baru tidak memutus hubungan dengan kader-kader senior.
Regenerasi, menurutnya, harus berjalan dengan tetap menjaga kesinambungan pengalaman dan sejarah organisasi.
Ia meminta kader senior tetap memberikan bimbingan kepada generasi muda, sementara kader muda tidak meninggalkan para senior setelah mendapatkan amanah kepengurusan.
“Dewan Syura harus mampu menjaga agar anak-anak muda di Dewan Tanfidz tidak salah arah. Tetap harus dibimbing. Yang muda juga jangan mentang-mentang sudah menjadi ketua kemudian tidak mau sowan kepada senior-senior,” pesannya.
Ia juga mengingatkan kader PKB agar memahami sejarah hubungan PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dinilainya dapat menjauhkan hubungan keduanya.
Menurut Muhaimin, PKB memiliki sejarah kelahiran yang erat dengan warga NU pada era reformasi. Karena itu, kader muda dinilai perlu memahami sejarah tersebut sebagai bagian dari identitas dan perjalanan organisasi.
“Kalau kita paham terhadap sejarah, kita justru akan menjadi penjaga sejarah itu dan tidak mudah dibelokkan oleh sejarah,” katanya.
Muhaimin juga mengajak para pengurus PKB menempatkan aktivitas politik sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat tidak terlepas dari proses politik dan keputusan pemegang kekuasaan.
Karena itu, ia mengingatkan para kader agar menjaga niat dan tidak menjadikan politik sekadar perebutan kekuasaan.
“Jangan pernah berhenti berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama dengan cara yang kita bisa,” pesannya.
Ia berharap konsolidasi melalui Musancab Dapil 5 dapat melahirkan kepengurusan yang semakin solid, produktif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Semoga ke depan semakin bermanfaat dan berdampak lebih luas untuk PKB, masyarakat Nahdliyin, serta seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









