BENER, purworejo24.com – Turnamen bola voli Semi Open Kedungpucang Cup 2026 resmi berakhir dengan sukses setelah menyajikan pertandingan grand final putra dan putri di lapangan voli Desa Kedungpucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Sabtu (12/9/2026) malam.
Tim Genetis dari Magelang berhasil menjadi juara kategori putra, sedangkan PIIVA Muntilan keluar sebagai kampiun kategori putri. Kedua tim tampil sebagai yang terbaik dalam turnamen yang diikuti puluhan tim dari berbagai daerah tersebut.
Partai puncak berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan penonton yang memadati area lapangan. Antusiasme masyarakat tidak surut hingga pertandingan berakhir, menunjukkan besarnya kecintaan warga terhadap olahraga bola voli.
Grand final putri mempertemukan PIIVA Muntilan melawan Patriot Purworejo. Sementara itu, di kategori putra, Genetis Magelang berhadapan dengan Sidomukti dari Kecamatan Bener.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah sekaligus anggota Fraksi Golkar, Imam Teguh Purnomo, Ketua Umum KONI Kabupaten Purworejo M. Abdullah, jajaran Muspika Bener, Ketua Umum Polosoro Kabupaten Purworejo Andhi Prasetyawan, sejumlah kepala desa, tokoh masyarakat, tamu undangan, serta ribuan penonton.
Ketua Panitia Kedungpucang Cup 2026, Setyo Hermawan, mengatakan turnamen tersebut menjadi momentum kebangkitan kegiatan olahraga di Desa Kedungpucang setelah sempat tertunda beberapa waktu.
“Turnamen ini sebenarnya pernah tertunda beberapa saat. Namun, alhamdulillah, dengan adanya lapangan baru dan semangat baru, kami bisa mengadakan Kedungpucang Cup Tahun 2026. Didukung Pak Imam dan beberapa donatur, kegiatan berjalan lancar sampai malam ini dinyatakan selesai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, turnamen berlangsung mulai 22 Agustus hingga 12 September 2026. Sebanyak 32 tim putra dan 16 tim putri ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Purworejo, tetapi juga dari Kabupaten Magelang, Kebumen, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Setyo, penyelenggaraan turnamen di lapangan yang masih baru ini menjadi pengalaman perdana bagi panitia dan masyarakat setempat.
“Ini masih baru dan masih perdana digunakan untuk kegiatan turnamen,” katanya.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp20 juta untuk kategori putra dan putri. Selain itu, penonton juga dimanjakan dengan berbagai hadiah undian atau doorprize menarik, mulai dari kambing, jersey voli, kompor gas, kipas angin, sejumlah bibit durian, dispenser, hingga sepeda.
Dengan tiket masuk VIP Rp20.000, panitia juga memberikan fasilitas parkir gratis dan voucher makan gratis.
Setyo menyebut, berdasarkan tiket yang terjual, jumlah penonton pada malam grand final mencapai sekitar 1.500 orang, baik dari kategori VIP maupun reguler.
“Antusiasmenya sangat luar biasa. Meskipun ada kontribusi masuk untuk membantu akomodasi kegiatan, penonton tetap membludak. Apalagi pada hari terakhir ini, area lapangan penuh,” ungkapnya.
Melihat sambutan masyarakat yang begitu besar, panitia berharap Kedungpucang Cup dapat menjadi agenda olahraga tahunan.
“Insyaallah, jika tidak ada halangan dan kami masih solid, tahun depan akan kami adakan Kedungpucang Cup yang kedua. Harapannya bisa lebih maju dan lebih ramai lagi,” tambahnya.

Ketua Umum KONI Kabupaten Purworejo, M. Abdullah, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet potensial.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi olahraga yang digelar di daerah, semakin besar pula kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Kami dari KONI sangat gembira kalau ada event-event olahraga seperti ini. Semakin banyak, semakin bagus. Ini sekaligus memotivasi masyarakat untuk menyukai olahraga, khususnya bola voli,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para juara dan berharap para pemain lokal Purworejo dapat mengambil pelajaran dari pertandingan melawan tim-tim luar daerah.
“Kita lihat permainannya cukup imbang. Harapannya, para pemain lokal Purworejo bisa belajar dari para pemain hebat ini. Ke depan, olahraga bola voli di Purworejo semakin maju dan semakin berprestasi,” katanya.
Abdullah menilai padatnya penonton hingga pertandingan berakhir menjadi bukti bahwa bola voli merupakan olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya mencintai bola voli sebagai hiburan, tetapi menjadikannya sebagai sarana meraih prestasi.
“Pesan saya untuk generasi muda, cintailah olahraga. Bola voli di Purworejo tidak hanya sekadar dicintai, tetapi prestasinya di tingkat nasional sudah dapat kita lihat. Berlatih lebih giat lagi dan yakinlah, jika prestasi kita cukup baik, itu bisa menjadi jalan masa depan kita,” tuturnya.
Abdullah turut menyampaikan bahwa pada akhir September mendatang, Kodim 0709/Purworejo dijadwalkan menyelenggarakan kejuaraan bola voli. Ia berharap semakin banyak kegiatan serupa yang dapat menghibur masyarakat sekaligus mendorong kemajuan olahraga daerah.
Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo, turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pertandingan grand final Kedungpucang Cup 2026.
Menurutnya, turnamen tersebut menunjukkan bahwa bola voli menjadi salah satu olahraga yang sangat diminati masyarakat, setelah sepak bola.
“Ini suatu tontonan yang luar biasa. Penontonnya sangat banyak. Ini membuktikan bahwa olahraga voli merupakan olahraga yang diminati dan sangat disukai masyarakat,” katanya.
Imam menegaskan pentingnya dukungan terhadap kegiatan olahraga yang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya mencari dan membina bibit atlet muda di Purworejo.
Ia menilai pemerintah perlu memperbanyak penyelenggaraan event olahraga serta memperkuat dukungan anggaran bagi pembinaan atlet melalui KONI.
“Untuk mencari bibit-bibit atlet, pemerintah harus banyak memberikan event, terutama memberikan dana kepada KONI. Kalau tidak ada dukungan dana, KONI akan kesulitan mengadakan event-event seperti ini,” ujarnya.
Ia berharap dari kompetisi tingkat desa seperti Kedungpucang Cup akan muncul atlet-atlet muda potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi, bahkan menembus kompetisi profesional seperti Proliga.
Imam juga mendorong adanya fasilitas olahraga yang lebih terintegrasi untuk mendukung perkembangan bola voli dan cabang olahraga lainnya di Purworejo.
Kedungpucang Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat Desa Kedungpucang untuk menghidupkan kegiatan olahraga di lingkungan mereka.
Bagi panitia, keberhasilan penyelenggaraan turnamen perdana di lapangan baru menjadi modal penting untuk mengembangkan kompetisi yang lebih baik pada tahun mendatang.
Setyo berharap semangat para pemain yang tampil di partai final dapat menular kepada generasi muda di Desa Kedungpucang dan sekitarnya.
“Semoga semangat ini bisa menular kepada teman-teman di Kedungpucang. Kita bisa melihat semangat tim-tim yang bertanding malam ini, sehingga ke depan bisa berlatih lebih giat lagi dan menyelenggarakan kegiatan serupa dengan lebih maju,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









