Ekonomi

Hotel Ganesha Purworejo Dibuka untuk Investor, Nilai Aset Tembus Rp100 Miliar

2
×

Hotel Ganesha Purworejo Dibuka untuk Investor, Nilai Aset Tembus Rp100 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Sutijoso Brahmanto, S.H., M.M
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Sutijoso Brahmanto, S.H., M.M

PURWOREJO, purworejo24.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mulai menyiapkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali Hotel Ganesha melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan/Pengelolaan (KSP) dengan mitra investor.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Sutijoso Brahmanto, S.H., M.M., mengatakan tim pemilihan calon mitra hotel telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Purworejo.

Tim tersebut beranggotakan tujuh orang dan dalam beberapa hari ke depan ditargetkan mulai mengumumkan proses pencarian calon mitra investor sekaligus pengelola Hotel Ganesha kepada masyarakat.

Beberapa hari ke depan kami akan mengumumkan kepada khalayak untuk memilih calon mitra investor dan pengelola hotel. Sistemnya KSP, Kerja Sama Pengelolaan,” kata Sutijoso, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, sebelumnya memang telah ada sejumlah Letter of Intent (LOI) yang masuk. Namun, sebagian besar merupakan tawaran dari operator hotel, bukan investor yang bersedia menanamkan modal untuk menyempurnakan dan mengoperasikan hotel.

Karena itu, Pemkab Purworejo kini lebih membutuhkan mitra investor yang mampu menyediakan modal sekaligus memiliki kemampuan untuk mengelola hotel secara profesional.

Sutijoso menjelaskan, Hotel Ganesha sebelumnya telah menjalani penilaian aset oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) MBPRu Yogyakarta. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, nilai aset Hotel Ganesha berada di kisaran Rp100 miliar lebih, sekitar Rp101 miliar.

Namun, untuk dapat dioperasikan secara optimal, hotel tersebut masih membutuhkan penyempurnaan berbagai fasilitas.

Di antaranya penyelesaian lantai 4 dan 5 yang masih berupa ruangan kosong, melengkapi fasilitas lantai 2 dan 3, penyempurnaan lobi dan dapur, empat cottage, hingga kebutuhan elektronik serta perlengkapan penunjang lainnya.

Dari penilaian KJPP, untuk running itu membutuhkan biaya. Lantai 4 dan 5 belum jadi, masih ruangan kosong. Kemudian perlu melengkapi lantai 2 dan 3, lobi, dapur, empat cottage, elektronik dan sebagainya,” jelasnya.

Hasil appraisal tersebut memperkirakan kebutuhan investasi awal minimal sekitar Rp11 miliar lebih untuk menyempurnakan berbagai fasilitas agar Hotel Ganesha dapat beroperasi.

Namun, angka tersebut bukan berarti menjadi batas maksimal investasi. Calon investor nantinya dipersilakan melakukan kajian sendiri terhadap kebutuhan hotel dan mengajukan nilai investasi sesuai kemampuan serta perhitungannya.

Minimal sekitar Rp11 miliar. Tapi kalau ada calon investor setelah mengecek kemudian menghitung kebutuhannya ternyata Rp20 miliar, silakan menawarkan Rp20 miliar. Ada yang Rp18 miliar atau bahkan Rp40 miliar, semua akan dinilai,” ujarnya.

Sutijoso menegaskan, penentuan mitra nantinya tidak semata-mata berdasarkan besarnya nilai investasi. Akan ada aspek lain yang menjadi pertimbangan dalam proses pemilihan mitra.

Kerja sama tersebut direncanakan berlangsung dalam jangka panjang, yakni 30 tahun. Dalam skema ini, investor tidak menyerahkan seluruh modal investasinya kepada Pemkab, melainkan modal tersebut digunakan untuk pembangunan, penyempurnaan fasilitas, serta pengembangan hotel.

Sebagai bagian dari kerja sama, mitra investor juga memiliki kewajiban memberikan kontribusi tetap setiap tahun kepada pemerintah daerah. Kontribusi tersebut nantinya menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Investasinya tidak dikasihkan ke Pemkab. Investasi itu untuk hotel. Tetapi mereka punya kewajiban kontribusi tetap per tahun kepada Pemda,” terang Sutijoso.

Dengan demikian, kerja sama pengelolaan Hotel Ganesha diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan aset, tetapi juga mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Pemkab menargetkan apabila proses pemilihan mitra berjalan sesuai rencana, Hotel Ganesha dapat mulai diluncurkan dan beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.

Sutijoso menyebut keberadaan hotel yang beroperasi secara optimal akan memberikan efek ekonomi berantai atau multiplier effect bagi Purworejo. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, kebutuhan barang dan jasa, sektor kuliner, UMKM, pariwisata hingga aktivitas ekonomi lainnya.

Harapan kami ini segera rilis, uang bisa masuk ke Pemda, kemudian menjadi titik ekonomi baru. Efek multiplier-nya besar,” katanya.

Meski demikian, apabila target tersebut belum tercapai, Pemkab memastikan upaya untuk menghidupkan Hotel Ganesha tidak akan berhenti. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan skema lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Saya di posisi untuk menenderkan itu, mencari calon mitra. Kalau target belum tercapai, tetap kami upayakan. Nanti mungkin ada skema-skema lain,” jelasnya.

Saat ini, sejumlah calon investor disebut sudah mulai melakukan market sounding dan melihat langsung lokasi Hotel Ganesha. Namun, Sutijoso belum menyebutkan identitas maupun jumlah calon investor karena proses resmi belum dibuka.

Langkah tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Purworejo untuk mengubah Hotel Ganesha dari sekadar aset daerah menjadi aset produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.

Di tengah persaingan pengembangan sektor perhotelan di wilayah sekitar, Pemkab berharap Hotel Ganesha nantinya mampu menjadi salah satu penggerak baru perekonomian sekaligus memperkuat daya tarik Purworejo sebagai daerah tujuan investasi dan pariwisata. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.