PURWOREJO, purworejo24.com – Upaya mendekatkan pangan lokal kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga terus dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Salah satunya melalui inovasi “Rumah Pangan Kita” yang rutin digelar setiap Jumat di kantor dinas.
Program tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha pangan lokal untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen. Tidak hanya digelar di kantor dinas, Rumah Pangan Kita juga turut hadir dalam berbagai kegiatan dan event di Kabupaten Purworejo.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Tri Astuti Andayani, mengatakan konsep utama Rumah Pangan Kita adalah memangkas rantai pasok dengan mempertemukan produsen dan konsumen secara lebih dekat.
“Konsepnya bagaimana kita memotong rantai pasok, sehingga produsen bisa langsung bertemu dengan konsumen. Kami menyediakan tempat secara gratis bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk unggulannya,” kata Tri Astuti, saat ditemui disela kegiatan Peningkatan Mutu Kader PKK dan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Bagelen, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (12/8/2026).
Peserta program berasal dari berbagai kalangan, mulai dari UMKM, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) binaan dinas, hingga KDM Kertojayan yang turut memasarkan produk udang.
Menurutnya, kehadiran Rumah Pangan Kita tidak hanya memberikan akses pasar bagi produsen lokal, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan beragam kebutuhan pangan dengan lebih mudah.
Untuk mendukung pengendalian harga, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga bersinergi dengan Bulog melalui penyediaan beras SPHP dan Minyakita. Langkah tersebut dilakukan agar harga komoditas pangan tetap berada sesuai ketentuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, dinas bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memfasilitasi distribusi minyak goreng, terutama ketika harga komoditas tersebut mengalami kenaikan. Fasilitasi tersebut di antaranya telah dilakukan di Kecamatan Bayan dan Bagelen.
Tri menjelaskan, Rumah Pangan Kita memiliki konsep yang lebih luas dibandingkan operasi pasar. Jika operasi pasar biasanya menyasar satu komoditas tertentu, Rumah Pangan Kita menghadirkan beragam produk pangan dalam satu kegiatan.
Program yang telah berjalan sejak 2023 itu dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Produk UMKM dan hasil pertanian masyarakat menjadi semakin dikenal, sementara para produsen merasa terbantu karena memperoleh ruang pemasaran tanpa harus mengeluarkan biaya sewa tempat.
“Pelaku usaha merasa terbantu dan diuntungkan. Produk mereka juga semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berharap Rumah Pangan Kita dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekosistem pangan lokal.
Selain mendorong masyarakat semakin mencintai dan memilih produk lokal, program tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Purworejo secara berkelanjutan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









