Ekonomi

PDAM Tirta Perwitasari Siapkan Dua Skema Atasi Kekeringan di Kecamatan Kaligesing

12
×

PDAM Tirta Perwitasari Siapkan Dua Skema Atasi Kekeringan di Kecamatan Kaligesing

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si.

PURWOREJO, purworejo24.com – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo menyiapkan skema jangka panjang untuk mengantisipasi persoalan kekeringan di wilayah Kecamatan Kaligesing, termasuk Desa Donorejo.

Tak sekadar mengandalkan bantuan distribusi air melalui mobil tangki saat kemarau, PDAM mengusulkan pemanfaatan potensi sumber air dari kawasan Gua Seplawan serta pengolahan air dari Bendung Plipir. Kedua sumber tersebut nantinya diharapkan dapat terintegrasi untuk memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si., mengatakan, dari sisi teknis terdapat potensi sumber air yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat Kaligesing.

Kalau kita ukur, untuk wilayah Kaligesing cukup. Memang yang perlu banyak biaya adalah perpipaannya karena jaraknya cukup jauh. Tetapi kalau melihat pemakaian air, jumlah penduduk dan potensi air di sana, secara keseluruhan masih mencukupi,” kata Hermawan saat ditemui di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, salah satu alternatif adalah mengambil air dari kawasan Gua Seplawan. Berdasarkan perhitungan yang pernah dilakukan, potensi debit sumber air tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 liter per detik.

Air dari Seplawan nantinya direncanakan dipompa menuju reservoir, kemudian dialirkan ke wilayah Kaligesing. Karena kondisi geografis memiliki perbedaan elevasi cukup tinggi, sistem distribusinya membutuhkan konstruksi khusus untuk menjaga keamanan jaringan perpipaan.

Dari Seplawan disedot ke atas, kemudian dimasukkan ke penampungan atau reservoir. Setelah itu dialirkan ke bawah. Karena tekanannya tinggi akibat elevasi, setiap sekitar 100 meter dibuat bak pelepas untuk mengurangi tekanan agar pipanya tidak jebol,” jelasnya.

Selain sumber Seplawan, PDAM juga menyiapkan alternatif kedua melalui pengolahan air di Bendung Plipir. Air dari kawasan tersebut dapat didorong atau dinaikkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah Kaligesing.

Jadi bisa di-back up dari bawah, dari Bendung Plipir dinaikkan sedikit. Kalau dua-duanya terkoneksi, ini menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi dampak kemarau di wilayah Kaligesing,” ujarnya.

Hermawan menegaskan, kedua konsep tersebut saat ini belum direalisasikan, namun sudah disampaikan ke Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo dan masih membutuhkan koordinasi serta perencanaan lintas pemangku kepentingan. PDAM menyatakan siap memberikan dukungan dari sisi teknis maupun perencanaan jangka panjang.

Ia menyebut, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jaringan dari Seplawan berdasarkan perhitungan sebelumnya mencapai sekitar Rp3,5 miliar. Sementara apabila pembangunan mencakup pengolahan air di Plipir, kebutuhan investasinya diperkirakan jauh lebih besar, bahkan mendekati Rp10 miliar.

Sekarang nilainya tentu sudah naik. Dulu sekitar Rp3,5 miliar khusus untuk dari Seplawan. Kalau pengolahan di Plipir itu lebih mahal, hampir Rp10 miliar,” ungkapnya.

Besarnya kebutuhan investasi tersebut, menurut Hermawan, membuat proyek penyediaan air bersih di kawasan rawan kekeringan tidak semata-mata dapat dilihat dari aspek bisnis.

Pemerintah daerah dinilai perlu memberikan dukungan anggaran karena penyediaan air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini lebih ke sosial. Investasinya memang cukup besar karena jaraknya jauh. Tetapi ini tanggung jawab pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan daerah-daerah yang secara bisnis tidak masuk. Jadi lebih kepada fungsi sosial,” katanya.

Ia berharap pemangku kepentingan, terutama perangkat daerah terkait dan Bappeda, dapat bersama-sama menyusun perencanaan agar kebutuhan air bersih di wilayah rawan kekeringan dapat ditangani secara berkelanjutan.

Dalam rencana teknis tersebut, sambungan air nantinya diarahkan hingga ke sambungan rumah (SR) masyarakat, bukan sekadar fasilitas air umum. Untuk jaringan perpipaan, PDAM mempertimbangkan penggunaan pipa HDPE yang lebih lentur dan dinilai sesuai untuk kondisi wilayah dengan elevasi tinggi serta karakter medan yang cukup berat.

Pipanya kemungkinan menggunakan HDPE. Ini pipa yang lentur dan lebih sesuai untuk kondisi daerah seperti Kaligesing,” jelas Hermawan.

Selama ini, penanganan kebutuhan air masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan masih dilakukan melalui sistem dropping air menggunakan mobil tangki.

Menurut Hermawan, pola tersebut penting sebagai penanganan darurat, tetapi perlu diikuti pembangunan sistem penyediaan air yang lebih permanen.

Untuk sekarang sistemnya masih dropping tangki. Kalau bisa, di situ ada sistem yang standar. Dibuat penampungan kemudian diturunkan, sehingga tidak selamanya bergantung pada dropping,” ujarnya.

Karena itu, PDAM memilih menyiapkan konsep jangka panjang dengan memanfaatkan potensi sumber air yang ada sekaligus membangun jaringan distribusi yang dapat melayani masyarakat secara berkelanjutan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PDAM Tirta Perwitasari, Kamis (10/9/2026), tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut juga dimanfaatkan manajemen untuk memperkuat motivasi dan soliditas seluruh karyawan.

Kegiatan tersebut menghadirkan KH. R. Dawud Masykuri (Pengasuh Ponpes Al Maunah Plaosan, Baledono) dan diikuti sekitar 130 karyawan, sementara sebagian pegawai tetap menjalankan tugas piket untuk memastikan pelayanan air kepada masyarakat tidak berhenti.

Hermawan mengatakan, pelayanan air bersih memiliki karakter berbeda dengan pekerjaan pada umumnya karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan harus berjalan selama 24 jam.

Air itu untuk hajat hidup orang banyak dan merupakan kebutuhan dasar. Jadi pelayanan air bersih tidak bisa setengah hati. Harus all out dan 24 jam,” tegasnya.

Ia mencontohkan, ketika terjadi kebocoran atau gangguan jaringan pada malam hari, petugas harus siap melakukan penanganan. Karena itu, PDAM menerapkan sistem shift dan memastikan setiap cabang memiliki petugas yang standby.

Kalau ada kebocoran atau kerusakan, harus siap. Tidak mengenal jam kerja sebenarnya, tetapi kita manage dengan sistem shift. Setiap cabang saya minta ada yang piket dan standby,” jelasnya.

Melalui peringatan Maulid, karyawan juga diajak menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, dengan bekerja secara ikhlas, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

Harapannya dari peringatan ini untuk memotivasi, mengompakkan, memberi semangat dan memberi pemahaman bahwa kerja kita harus ikhlas,” katanya.

Hermawan menambahkan, soliditas menjadi faktor penting dalam operasional PDAM. Sebab, pelayanan air bersih tidak dapat dilakukan secara parsial. Mulai dari pembacaan meter, produksi air, distribusi hingga pengendalian kebocoran harus berjalan secara sinergis.

Di PDAM tidak bisa bekerja parsial. Harus teamwork. Bagian produksi bekerja 24 jam, tidak bisa ditinggal. Itu tanggung jawab kita untuk melayani masyarakat Purworejo supaya jangan sampai terjadi trouble,” ujarnya.

Untuk meningkatkan pengawasan, PDAM juga terus mengembangkan sistem digital, termasuk pemanfaatan CCTV dan monitoring selama 24 jam. Sistem tersebut diharapkan membantu mendeteksi gangguan lebih cepat sehingga respons terhadap kerusakan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Hermawan mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu fokus PDAM, termasuk mempercepat penyelesaian pengaduan, meminimalkan gangguan pelayanan serta tetap menjalankan fungsi sosial perusahaan daerah.

Alhamdulillah selama ini kualitas kerja sudah meningkat. Tingkat pengaduan cepat kita selesaikan, tingkat trouble kita minimalisir. Kewajiban kita untuk meningkatkan pendapatan dan deviden daerah juga terus berjalan, termasuk fungsi sosial,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.