MAGELANG, Purworejo24.com — Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan pertanian yang luas. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran hingga memelihara ayam kampung dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Gagasan tersebut mengemuka dalam sosialisasi bertema “Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat dalam Mendukung Pencapaian SDGs Desa” yang digelar Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 09 IAI An Nawawi Purworejo bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sawangan di Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang digelar bersamaan dengan agenda arisan ibu-ibu PKK tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Sosialisasi menghadirkan penyuluh dari BPP Sawangan, yakni Arifah, S.Pt. dan drh. Deny Ferdiana, sebagai pemateri.
Selain membahas persoalan pertanian dan produksi pangan, peserta diajak memahami bahwa ketahanan pangan juga berkaitan erat dengan pemenuhan gizi keluarga.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya memastikan makanan yang dikonsumsi anak tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan kemampuan belajar.
“Anak tidak hanya membutuhkan makanan agar perut kenyang, tetapi juga makanan yang mendukung pertumbuhan dan kemampuan belajarnya,” tutur Arifah dalam pemaparannya.
Menurut dia, ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari ketersediaan makanan dalam jumlah yang memadai. Kualitas pangan dan kandungan gizi juga menjadi bagian penting karena berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan aktivitas anak.
Masyarakat kemudian diperkenalkan dengan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai salah satu cara sederhana menyediakan pangan dari lingkungan sendiri. Tanaman yang dipilih tidak harus dalam jumlah banyak, tetapi dapat disesuaikan dengan luas lahan, kebutuhan keluarga, serta kemudahan perawatannya.
“Tanaman yang ada di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar,” ujar Arifah.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tata cara menanam, merawat, hingga menentukan waktu panen tanaman yang dibudidayakan.
Pemanfaatan sumber daya di sekitar rumah diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang mendukung kemandirian pangan keluarga.
Tak hanya tanaman, pengelolaan sisa makanan rumah tangga juga menjadi bagian pembahasan. Sisa makanan yang masih dapat dimanfaatkan dapat digunakan sebagai bagian dari pakan hewan peliharaan, salah satunya ayam kampung.
Pemeliharaan ayam kampung dinilai dapat menjadi alternatif sederhana untuk membantu menyediakan sumber pangan bergizi di tingkat keluarga.
“Dengan demikian, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai hasil pertanian, tetapi juga bagaimana keluarga mengelola sumber daya yang tersedia secara optimal,” katanya.
KWT Jadi Gagasan Tindak Lanjut
Antusiasme peserta tidak berhenti pada diskusi. Ibu-ibu PKK Desa Gantang mengusulkan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah bersama untuk mengembangkan kegiatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
KWT tersebut direncanakan menjadi sarana bagi warga untuk menanam berbagai jenis sayuran yang relatif mudah dibudidayakan. Lahan yang digunakan dapat berasal dari pekarangan rumah maupun lahan yang tersedia di lingkungan desa.
Hasil budidaya nantinya tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Jika produksi mencukupi, hasil panen dapat dikumpulkan dan disalurkan kepada penyetok sayuran sehingga berpotensi memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami siap mengawal dan mendampingi apabila ibu-ibu PKK ingin membentuk KWT, sehingga kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja,” kata Arifah.
Pendampingan BPP Sawangan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan teknis, mulai dari pemilihan tanaman, proses budidaya, perawatan, hingga pengembangan hasil pertanian.
Bagi KKN 09 IAI An Nawawi Purworejo, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan penguatan potensi lokal. Kolaborasi dengan BPP Sawangan juga diharapkan membuat kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut menjadi gerakan masyarakat.
Melalui pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sumber daya rumah tangga, serta rencana pembentukan KWT, Desa Gantang didorong membangun ketahanan pangan dari lingkungan keluarga.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian SDGs Desa, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









