KUTOARJO, purworejo24.com — Semarak Harnas UMKM XI Kutoarjo Local Pride Festival 2026 mencapai puncaknya melalui Grebeg Gunungan yang digelar di Alun-Alun Kutoarjo, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 17 gunungan yang merepresentasikan kekayaan produk dan potensi UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo menjadi daya tarik utama sekaligus simbol kebersamaan pelaku usaha lokal.
Grebeg Gunungan diawali dengan pawai dari halaman Kantor Kecamatan Kutoarjo menuju Alun-Alun Kutoarjo. Sesampainya di lokasi, gunungan kemudian diperebutkan masyarakat yang telah memadati area kegiatan.
Sebanyak 17 gunungan ditampilkan, terdiri atas 16 gunungan dari Forum UMKM Kecamatan se-Kabupaten Purworejo dan satu gunungan dari Forum UMKM Kabupaten Purworejo. Masing-masing gunungan menghadirkan ciri khas serta produk unggulan dari wilayahnya.
Ketua Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Dr. Hesti Respatiningsih, S.E., M.Par., mengatakan Grebeg Gunungan merupakan bentuk rasa syukur para pelaku UMKM atas keberkahan dan perkembangan usaha yang telah mereka rasakan selama setahun terakhir.
“Kirab gunungan ini merupakan wujud rasa terima kasih kami kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini menjadi persembahan syukur dari teman-teman pelaku UMKM yang dalam satu tahun ini luar biasa diberikan berkah,” kata Hesti.
Menurutnya, keterlibatan 16 kecamatan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun ekosistem UMKM di Kabupaten Purworejo. Selain 17 gunungan, kegiatan tersebut juga melibatkan ratusan pelaku usaha dengan beragam produk lokal.
Hesti menyebut terdapat sekitar 280 pelaku UMKM yang terlibat aktif dalam gunungan UMKM, dengan ratusan item produk yang ditampilkan. Produk-produk tersebut menjadi gambaran keragaman potensi usaha masyarakat dari berbagai kecamatan.
“Setiap kecamatan memiliki potensi dan produk unggulan yang beragam. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan keunggulan lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap wilayah masing-masing,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi atraksi budaya, Grebeg Gunungan juga menjadi bagian dari strategi promosi produk lokal. Konsep local pride yang diusung dalam festival diarahkan agar masyarakat semakin mengenal, mencintai, sekaligus membeli produk yang dihasilkan pelaku UMKM Purworejo.
Antusiasme masyarakat Kutoarjo dan sekitarnya juga mendapat perhatian khusus. Selama tiga hari pelaksanaan expo sejak Kamis (20/8/2026), stan-stan UMKM mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Menurut Hesti, tingginya kunjungan masyarakat turut berdampak terhadap transaksi pelaku UMKM.
“Selama tiga hari expo, masyarakat Kutoarjo dan sekitarnya luar biasa. Ini terbukti dari omzet para pelaku UMKM yang secara rata-rata cukup tinggi. Animo masyarakat setiap hari juga luar biasa, terutama sore menjelang malam,” ungkapnya.
Grebeg Gunungan sendiri tidak sekadar menjadi kegiatan perebutan hasil gunungan. Sebelumnya, masing-masing gunungan dari kecamatan juga mengikuti penilaian dan perlombaan berdasarkan sejumlah aspek yang telah ditentukan panitia. Setelah itu, gunungan dikirab menuju lokasi utama dengan melibatkan sedikitnya 25 pelaku UMKM dari masing-masing kecamatan.
Salah satu peserta, Minat Hartono dari UMKM Cahaya Pituruh, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Dalam peringatan Harnas UMKM ini, kami merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam Grebeg Gunungan. Kegiatan seperti ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap kegiatan yang mempertemukan UMKM dari berbagai wilayah tersebut dapat terus digelar. Menurutnya, semakin banyak ruang promosi yang tersedia, semakin besar pula kesempatan produk UMKM lokal dikenal masyarakat.
Grebeg 17 Gunungan sekaligus menegaskan bahwa kekuatan UMKM Purworejo tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada kebersamaan, kreativitas, budaya, dan kemampuan mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi.
Hesti menegaskan, semangat local pride harus terus dijaga setelah festival berakhir.
“Grebeg 17 Gunungan ini bukan hanya hiburan. Selain memperkuat kebersamaan antar-UMKM, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat bangga membeli dan menggunakan produk lokal Purworejo,” ujarsnya.
Dengan berakhirnya Grebeg Gunungan, rangkaian utama Harnas UMKM XI Kutoarjo Local Pride Festival 2026 resmi memasuki penghujung kegiatan. Namun, semangat yang dibawa festival diharapkan terus berlanjut melalui semakin kuatnya kecintaan masyarakat terhadap produk lokal dan semakin luasnya pasar bagi UMKM Purworejo. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









