PURWOREJO, purworejo24.com – Aliansi Masyarakat Pengawal Program Prabowo (AMPERA) resmi dibentuk dan menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pembentukan AMPERA ditandai dengan pernyataan pers yang digelar di Hotel Sanjaya, Kabupaten Purworejo, Sabtu (22/8/2026) malam.
Lebih dari 100 masyarakat dari berbagai latar belakang hadir dalam forum tersebut. Mereka berasal dari sejumlah daerah, antara lain Purworejo, Magelang, Wonosobo, dan Temanggung.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, petani, pengemudi ojek online, peternak, pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Ketua AMPERA, R. Ahmad Yusuf, mengatakan pembentukan organisasi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan dukungan sekaligus berpartisipasi dalam mengawal pelaksanaan program-program pemerintah.
Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap pemerintah tidak cukup hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk partisipasi dan pengawasan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai tujuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami yang berkumpul malam ini menyatakan dukungan terhadap program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan berkomitmen untuk ikut mengawal pelaksanaannya agar benar-benar berjalan serta manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Ahmad Yusuf dalam pernyataan persnya.
Ia menambahkan, AMPERA melihat berbagai program pemerintah memiliki tujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ahmad, MBG tidak semata-mata dipandang sebagai program pemberian makanan, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang lebih luas.
“Bagi kami, MBG bukan sekadar program pemberian makanan. Program ini membawa perhatian negara semakin dekat kepada anak-anak, pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi,” ujarnya.
AMPERA juga menilai pelaksanaan MBG memiliki keterkaitan dengan banyak kelompok masyarakat. Program tersebut melibatkan rantai penyediaan bahan pangan dan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Petani menjadi salah satu pihak yang dapat berperan dalam menyediakan bahan pangan. Sementara peternak dapat memasok telur, susu, dan daging. Di sisi lain, terdapat pula pelaku UMKM, tenaga dapur, pemasok lokal, serta masyarakat yang terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi di sekitar pelaksanaan program.
“Kami juga melihat bahwa pelaksanaan MBG memiliki keterkaitan dengan masyarakat yang lebih luas. Ada petani yang menghasilkan bahan pangan, peternak yang menyediakan telur, susu dan daging, pelaku UMKM, tenaga dapur, pemasok lokal, hingga masyarakat yang terlibat dalam rantai ekonomi di sekitarnya,” kata Ahmad.
Atas pertimbangan tersebut, AMPERA menyatakan mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Namun, dukungan tersebut juga disertai dengan komitmen untuk ikut mengawal pelaksanaannya di tengah masyarakat.
AMPERA mendorong agar program berskala nasional tersebut terus diperbaiki, diperkuat pengawasannya, dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ahmad menegaskan, dukungan terhadap program pemerintah tidak berarti AMPERA akan mengabaikan apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan.
Sebaliknya, menurut dia, kritik, evaluasi, dan masukan justru menjadi bagian dari pengawalan terhadap program yang didukung masyarakat.
“Dukungan bagi kami bukan berarti menutup mata apabila terdapat kekurangan. Justru karena kami mendukung, kami merasa mempunyai tanggung jawab untuk ikut mengawal agar setiap persoalan di lapangan dapat dievaluasi dan diperbaiki,” tegasnya.
AMPERA menegaskan keberadaan organisasi tersebut tidak dimaksudkan hanya untuk menyampaikan dukungan kepada pemerintah. Organisasi itu ingin menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Menurut Ahmad, program-program pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk berjalan. Namun, pelaksanaannya juga harus dikawal dan dinilai berdasarkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kami percaya bahwa program-program Presiden Prabowo yang ditujukan untuk masyarakat harus diberikan kesempatan untuk berjalan, dikawal bersama, dan dinilai berdasarkan manfaat nyata yang dirasakan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, latar belakang peserta AMPERA yang beragam justru menjadi kekuatan dalam menghimpun pandangan masyarakat.
Mahasiswa, buruh, petani, pengemudi ojek online, peternak, pelaku usaha, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya memiliki pengalaman serta kebutuhan yang berbeda. Keragaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
“Kami berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada mahasiswa, buruh, petani, pengemudi ojek online, peternak, pelaku usaha, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Namun malam ini kami dipertemukan oleh satu sikap yang sama: mendukung dan mengawal program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang kami yakini memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Ahmad.
Sebagai tindak lanjut pembentukan AMPERA, dalam waktu dekat organisasi tersebut berencana berangkat ke Jakarta. Kedatangan itu akan digunakan untuk menyampaikan secara terbuka sikap dan dukungan terhadap program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk MBG, menjadi salah satu hal yang akan disampaikan.
Selain menyampaikan dukungan, AMPERA juga akan membawa aspirasi yang dihimpun dari berbagai kelompok masyarakat dan daerah.
Ahmad mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AMPERA untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi bukan hanya diwujudkan melalui kritik. Masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan dukungan, aspirasi, pengawasan, serta penilaian terhadap program pemerintah berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan sendiri,” katanya.
Menurutnya, keberadaan AMPERA diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi masyarakat dengan berbagai pihak terkait program pemerintah.
“AMPERA akan menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah agar tujuan dan manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat,” lanjut Ahmad.
Dalam menjalankan kegiatan organisasi, termasuk rencana penyampaian aspirasi ke Jakarta, AMPERA memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan dilakukan secara tertib, damai, dan konstitusional.
Penanggung Jawab AMPERA, Handy Prasetya, mengatakan pihaknya akan mengedepankan penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab serta mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Seluruh rangkaian kegiatan AMPERA, termasuk rencana penyampaian aspirasi di Jakarta, akan dilaksanakan secara tertib, damai, konstitusional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Handy.
Ia menegaskan, AMPERA ingin mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi dengan memberikan dukungan sekaligus pengawasan terhadap program pemerintah.
Pembentukan AMPERA di Purworejo tersebut menjadi awal dari rencana konsolidasi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelaksanaan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ke depan, AMPERA menyatakan akan terus membuka ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah.
Berikut Susunan Pengurus AMPERA:
- Penanggung Jawab: Handy Prasetya
- Ketua: R. Ahmad Yusuf
- Sekretaris: Edi Suhirman
- Bendahara: Farid Ma’ruf
(P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




