KUTOARJO, purworejo24.com — Semangat mencintai dan mengembangkan produk lokal kembali menggema di Kabupaten Purworejo. Harnas UMKM ke-11 Kutoarjo Local Pride Festival 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Kutoarjo, Kamis (20/8/2026).
Mengusung tema “Berkelanjutan, Berbudaya, Berdaya”, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) tersebut menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, memperluas pasar, membangun jejaring usaha, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Bupati Purworejo Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Hadi Pranoto, yang mewakili Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan Polisi Cilik (Pocil) Expo Harnas UMKM 2026 dari SD Negeri 1 Kutoarjo.
Sejumlah kepala perangkat daerah, jajaran Forkopimcam Kutoarjo, Forum UMKM Kabupaten Purworejo, para pelaku UMKM, mitra usaha, serta tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Harnas UMKM XI yang juga Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkukmp) Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T., mengatakan Harnas UMKM merupakan agenda rutin tahunan yang konsep pelaksanaannya berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain.
Tahun ini, Kutoarjo menjadi tuan rumah. Konsep tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan pameran produk, tetapi juga menjadi sarana pemerataan promosi potensi ekonomi lokal di berbagai kecamatan.
“Semangatnya adalah mempertemukan UMKM dengan masyarakat, membuka akses pasar, memperkuat jejaring usaha, serta mendorong UMKM agar semakin mandiri dan berdaya saing,” kata Wiyoto.
Harnas UMKM XI kali ini melibatkan 26 UMKM unggulan yang menampilkan beragam produk, mulai dari olahan pangan, kriya, fesyen hingga inovasi teknosains lokal. Selain itu, terdapat 60 stan UMKM Purworejo, terdiri atas 22 stan multiproduk dan 38 stan makanan serta minuman.
Tak berhenti pada pameran, festival ini juga menyediakan berbagai layanan yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku usaha. Di lokasi kegiatan tersedia layanan pendampingan perizinan, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga proses sertifikasi halal.
Peluang memperluas jejaring bisnis juga dibuka melalui transaksi dan business matching, termasuk akses kemitraan dengan ritel modern maupun pemodal.
Rangkaian kegiatan dikemas cukup lengkap, meliputi gelar produk unggulan, Innovative Start-up Talkshow & Creative Discussion, klinik konsultasi UMKM, Local Pride Competition & Creative Arena, Harmony Local Pride Walk, pesta kuliner rakyat, jalan santai, panggung keakraban, pertunjukan seni, hingga hiburan rakyat.
Puncak kegiatan dijadwalkan melalui Grebeg Gunungan yang melibatkan partisipasi dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo.
Dalam sambutan Bupati Purworejo yang disampaikan Ir. Hadi Pranoto, Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Harnas UMKM XI. Menurutnya, UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan potensi ekonomi lokal.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya tentang produk dan perdagangan, tetapi juga tentang kreativitas, budaya, dan potensi masyarakat yang perlu terus kita kembangkan,” ujarnya.
Pemkab Purworejo juga mengajak masyarakat untuk tidak sekadar datang dan melihat produk yang dipamerkan, tetapi ikut menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dengan membeli dan menggunakan produk buatan masyarakat sendiri.
Sementara kepada para pelaku UMKM, pemerintah mendorong agar terus meningkatkan kualitas dan melakukan inovasi, sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi serta berbagai peluang pemasaran untuk memperluas jangkauan usaha.
Semangat tersebut juga ditegaskan dalam pesan “Tresno Purworejo, Larisi Purworejo”—mencintai sekaligus membeli dan menghidupkan produk-produk Purworejo.
“Bangga dengan produk kita sendiri. Kita larisi,” menjadi pesan kuat yang disampaikan dalam pembukaan festival.
Dengan konsep yang memadukan ekonomi, budaya, kreativitas, dan pemberdayaan, Harnas UMKM XI Kutoarjo Local Pride Festival 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, festival ini menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, memperkuat ekosistem UMKM, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal.
Pada akhirnya, semakin banyak produk lokal yang dibeli dan digunakan masyarakat, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi tetap tumbuh di daerah. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









