Ekonomi

Dari Kitiran LED, Bocah Kelas 6 SD di Kutoarjo Belajar Mandiri dan Bantu Orang Tua

6
×

Dari Kitiran LED, Bocah Kelas 6 SD di Kutoarjo Belajar Mandiri dan Bantu Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Kitiran LED
Kitiran LED

KUTOARJO, purworejo24.com — Di tengah ramainya warga menikmati suasana malam di Alun-Alun Kutoarjo, seorang bocah kelas 6 sekolah dasar tampak tekun menawarkan kitiran lampu LED kepada para pengunjung.

Namanya Wildan, siswa kelas 6 SD asal Desa Pringgowijayan, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Dengan membawa sejumlah kitiran lampu warna-warni, Wildan berkeliling di sekitar alun-alun untuk menawarkan dagangannya kepada anak-anak yang datang bersama orang tua.

Mainan sederhana tersebut cukup menarik perhatian. Cahaya lampu LED yang berputar membuat sejumlah anak tertarik untuk membeli.

Pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, Wildan mengaku baru berhasil menjual enam kitiran. Namun, ia mengatakan dagangannya biasanya lebih ramai ketika malam Minggu dan hari libur.

Kalau malam Minggu sama hari libur biasanya lebih ramai,” kata Wildan, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kitiran lampu LED tersebut dijual dengan harga Rp15 ribu per buah. Yang menarik, mainan itu bukan sekadar barang dagangan yang dibeli dari orang lain. Wildan ikut membuatnya bersama sang bapak.

Saya membuat sendiri sama bapak,” ujarnya.

Usai membuat kitiran, Wildan dan bapaknya kemudian berjualan di sekitar Alun-Alun Kutoarjo. Keduanya berjualan di tempat yang terpisah, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mencari tambahan penghasilan untuk keluarga.

Bagi Wildan, berjualan bukan hanya tentang mendapatkan uang. Ia ingin membantu orang tua sekaligus memiliki tambahan uang saku.

Saya jualan untuk membantu orang tua dan menambah uang saku,” tuturnya.

Kisah sederhana Wildan menjadi gambaran bagaimana nilai kerja keras dan kemandirian dapat dikenalkan sejak dini. Di sela kewajibannya sebagai pelajar, ia belajar membuat produk, memasarkannya, berinteraksi dengan pembeli, hingga memahami bahwa mendapatkan penghasilan membutuhkan usaha.

Aktivitas tersebut juga menunjukkan adanya kreativitas dalam memanfaatkan peluang. Bersama sang bapak, Wildan tidak hanya menjadi penjual, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan kitiran lampu LED yang kemudian dipasarkan kepada pengunjung alun-alun.

Dari sebuah kitiran seharga Rp15 ribu, Wildan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih berharga. Ia belajar tentang kreativitas, kerja keras, tanggung jawab, membantu keluarga, dan mengenal dunia usaha sejak bangku sekolah dasar.

Di tengah hiruk-pikuk Alun-Alun Kutoarjo, kisah Wildan menjadi pengingat bahwa pelajaran tentang kehidupan tidak selalu didapat dari ruang kelas. Terkadang, pengalaman sederhana bersama orang tua dalam membuat dan menjual sebuah mainan juga dapat menjadi bekal berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan pekerja keras. (P24/wd)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.