PURWOREJO, purworejo24.com – Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo melakukan langkah pengamanan dan penyesuaian jaringan pipa induk yang terdampak pekerjaan rehabilitasi saluran air di kawasan depan eks Pasar Suronegaran, Kabupaten Purworejo.
Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memastikan jaringan pipa tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas penggalian serta pembangunan saluran air yang dikerjakan di lokasi.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST, MSi, menjelaskan bahwa pipa yang melintas di kawasan tersebut merupakan bagian dari jaringan pipa induk yang berada di jalur saluran.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan pengamanan khusus karena pekerjaan saluran melibatkan aktivitas penggalian dan penggunaan alat berat yang berpotensi memberikan beban terhadap jaringan pipa.
“Intinya pengamanan. Itu pipa ACP induk. Karena ada pekerjaan penggalian dan penggunaan alat berat, kita khawatir pipa bisa pecah,” jelas Hermawan, Jumat (7/8/2026).
Sebelum pekerjaan berlangsung, tim PDAM melakukan penggalian untuk memastikan posisi pipa dan melakukan pengamanan jaringan. Pada tahap awal, kondisi pipa masih aman. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan koordinasi dengan pihak terkait, posisi pipa kemudian perlu dinaikkan agar tidak berada di jalur saluran.
Solusinya, PDAM membuat konstruksi khusus berupa jembatan pipa. Dengan konstruksi tersebut, pipa tidak dibiarkan berada di dalam atau tertimbun saluran, tetapi dinaikkan melintasi saluran sehingga jaringan tetap terlindungi sekaligus memungkinkan pekerjaan rehabilitasi saluran berjalan.
“Pipanya kita naikkan, kemudian dibuat jembatan khusus untuk pipa,” ungkapnya.
Panjang konstruksi jembatan pipa tersebut sekitar enam meter dengan menyesuaikan kondisi saluran di lokasi. Pipa berada di atas saluran dan melintas menuju sisi lainnya hingga kawasan trotoar eks Pasar Suronegaran.
Hermawan menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan jaringan pelayanan air minum. Terlebih, jaringan pipa di kawasan perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas distribusi air kepada pelanggan.

Selain penanganan dampak pekerjaan saluran, PDAM Tirta Perwitasari juga terus melakukan pemeliharaan jaringan pipa lama di wilayah perkotaan.
Hermawan menyebut terdapat jaringan pipa yang sudah berusia sangat tua, termasuk jaringan peninggalan masa kolonial yang membentang dari kawasan Suronegaran hingga sekitar Kantor Pos Purworejo.
Penggantian seluruh jaringan tersebut membutuhkan biaya sangat besar karena sebagian pipa berada di bawah jalan dan kawasan yang sudah berkembang.
Pembongkaran total juga berpotensi mengganggu lalu lintas serta aktivitas masyarakat.
Karena itu, PDAM memilih melakukan penanganan secara bertahap melalui pemasangan repair clamp atau klem perbaikan pada titik-titik sambungan pipa yang membutuhkan penguatan.
“Daripada mengganti pipa semuanya, biayanya tinggi sekali. Salah satu program kita adalah pengurangan kebocoran di daerah kota,” terangnya.
Repair clamp berfungsi memperkuat bagian sambungan pipa yang rentan mengalami kebocoran, terutama pada jaringan yang telah berusia tua. Dengan langkah tersebut, PDAM dapat melakukan pemeliharaan secara bertahap sembari menyesuaikan kemampuan investasi perusahaan.
Hermawan mengatakan, pemeliharaan jaringan lama menjadi tantangan tersendiri karena sebagian pipa telah berada di bawah badan jalan dan tertutup lapisan konstruksi.
Kondisi tersebut membuat perbaikan maupun penggantian jaringan tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan membutuhkan perencanaan teknis serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Dalam penanganan jaringan yang terdampak pekerjaan infrastruktur, Hermawan menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara pemilik jaringan, pelaksana proyek, serta instansi terkait.
Menurutnya, pekerjaan infrastruktur di kawasan perkotaan sering kali bersinggungan dengan jaringan utilitas yang sudah lebih dahulu berada di bawah tanah. Karena itu, koordinasi sejak awal diperlukan untuk meminimalkan risiko kerusakan dan gangguan pelayanan.
Hermawan mencontohkan pengalaman kebocoran pipa di lokasi lain yang terjadi setelah adanya pekerjaan jalan. Ketika jaringan mengalami gangguan, menurut dia, yang terpenting bukan mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi segera melakukan penanganan agar pelayanan masyarakat kembali normal.
“Kalau saya, enggak usah saling menyalahkan, tapi bersinergi. Karena untuk debat sama untuk bekerja, lebih enak bekerja,” tegasnya.
Sikap tersebut dinilai penting karena kerusakan jaringan air minum dapat berdampak langsung terhadap masyarakat. Semakin cepat gangguan ditangani, semakin kecil pula dampaknya terhadap pelanggan dan lingkungan sekitar.
Untuk penanganan pipa di depan eks Pasar Suronegaran, pekerjaan pengamanan dan penyesuaian posisi pipa disebut telah selesai dilakukan.
Tim PDAM bekerja selama dua malam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Setelah konstruksi pipa aman, dilakukan pengurukan dan perapian pada area bekas galian.
PDAM juga memasang rambu pengamanan selama pekerjaan berlangsung untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan maupun masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Hermawan berharap koordinasi lintas pihak terus diperkuat dalam setiap pekerjaan pembangunan maupun rehabilitasi infrastruktur di Kabupaten Purworejo.
Hal itu penting agar pembangunan saluran air tetap berjalan sesuai rencana, sementara jaringan pelayanan publik seperti pipa air minum juga tetap terlindungi.
Dengan langkah pengamanan tersebut, pekerjaan rehabilitasi saluran air di kawasan eks Pasar Suronegaran dapat berjalan tanpa mengabaikan keberadaan jaringan pipa induk yang menjadi bagian penting dari sistem pelayanan air bersih bagi masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









