PURWODADI, purworejo24.com – Tradisi budaya pesisir Merti Jaladri Pantai Jatimalang kembali digelar meriah di Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juli 2026 tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, ST, pada Sabtu (4/7/2026).
Pembukaan acara turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Rudi Hartono, Camat Purwodadi Veny Yudha Apriyani, S.STP., M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purwodadi, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta ribuan pengunjung yang memadati kawasan wisata Pantai Jatimalang.
Tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat pesisir, Merti Jaladri tahun ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Bazar GASPOL UMKM yang menghadirkan puluhan pelaku usaha dari berbagai desa di Kecamatan Purwodadi.
Berbagai produk unggulan lokal dipamerkan dan dipasarkan secara langsung kepada pengunjung. Mulai dari aneka kuliner khas, kerajinan tangan, produk olahan hasil pertanian dan perikanan, hingga berbagai produk kreatif lainnya mendapat perhatian besar dari masyarakat yang hadir.
Bazar tersebut merupakan bagian dari implementasi program GASPOL UMKM (Gerakan Akselerasi dan Solusi Pembelajaran Online UMKM), sebuah inovasi Kecamatan Purwodadi Tahun 2026 yang dirancang untuk mempercepat peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Program ini tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga memberikan pendampingan usaha secara berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, penguatan legalitas usaha, perluasan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Rudi Hartono, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan GASPOL UMKM yang dinilai mampu menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkuat promosi produk lokal. Harapannya, UMKM di Purwodadi semakin berkembang, mampu memperluas pasar, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Purwodadi, Veny Yudha Apriyani, menjelaskan bahwa GASPOL UMKM merupakan bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mendorong pelaku usaha mikro agar mampu naik kelas melalui berbagai program pendampingan yang terintegrasi.
Menurutnya, tantangan UMKM saat ini tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital.
“Program GASPOL UMKM tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga memberikan akselerasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut dapat mendorong lahirnya UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Selain menjadi sarana pengembangan ekonomi, Merti Jaladri juga mengandung nilai budaya dan spiritual yang kuat bagi masyarakat pesisir.
Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut serta doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Purwodadi. Melalui penyelenggaraan Merti Jaladri, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Meningkatnya jumlah wisatawan dan pengunjung selama pelaksanaan acara memberikan peluang usaha bagi pedagang, pelaku UMKM, pengelola wisata, hingga masyarakat sekitar yang menyediakan berbagai jasa pendukung.
Rangkaian kegiatan Merti Jaladri 2026 dikemas dengan beragam acara yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hari pertama diisi dengan seremoni pembukaan, penampilan marching band dan pantomim dari para pelajar, berbagai perlombaan, hiburan rakyat, serta pertunjukan kesenian tradisional Jaran Bolong.
Pada hari kedua, masyarakat akan disuguhi senam bersama, layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), donor darah, pelayanan Samsat Keliling, hiburan musik organ tunggal, serta pertunjukan seni tradisional Dolalak yang menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Purworejo.
Sementara itu, puncak acara pada Senin (6/7/2026) akan diawali dengan kenduri bersama, dilanjutkan prosesi larungan atau sedekah laut sebagai simbol rasa syukur masyarakat nelayan, dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diperkirakan akan menjadi magnet utama bagi wisatawan dan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Merti Jaladri Pantai Jatimalang diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan serta memperkuat identitas budaya pesisir Kabupaten Purworejo. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









