Sosial

Festival Yatim di Demaji Eco Park Hadirkan Kebahagiaan bagi Ratusan Anak Yatim pada Momentum Muharam 1448 H

28
×

Festival Yatim di Demaji Eco Park Hadirkan Kebahagiaan bagi Ratusan Anak Yatim pada Momentum Muharam 1448 H

Sebarkan artikel ini
Momen pemberian santunan kepada anak yatim
Momen pemberian santunan kepada anak yatim

 

KALIGESING, purworejo24.com – Sekitar 100 anak yatim dari berbagai panti asuhan di Kabupaten Purworejo serta anak-anak yatim dari Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, mengikuti Festival Yatim yang digelar di Demaji Eco Park, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (5/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Muharam 1448 Hijriah tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui rangkaian kegiatan edukatif, rekreatif, dan spiritual.

Sejak pagi, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia, mulai dari pembukaan di Lapangan Limasan, ice breaking dan senam kelompok, permainan outbound, waktu istirahat, hingga mendengarkan dongeng inspiratif yang dibawakan pendongeng asal Yogyakarta, Kak Awe, di Masjid At-Taqwa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah, pemberian santunan kepada seluruh anak yatim yang hadir, dan ditutup dengan kegiatan bebas menikmati berbagai fasilitas wisata yang tersedia di Demaji Eco Park, seperti kolam renang, flying fox, ayunan langit, bermain di sungai, hingga berfoto di berbagai spot yang ada.

Pemilik Demaji Eco Park, Dwi Wahyu Atmaji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim pada momentum Bulan Muharam yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan.

Hari ini kami mengundang anak-anak yatim dari berbagai panti asuhan dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama merasakan kebahagiaan. Mereka kami ajak mengikuti kegiatan outbound, mendengarkan dongeng, makan bersama, kemudian menikmati seluruh fasilitas yang ada di Demaji Eco Park,” ujarnya.

Menurut Atmaji, peserta berasal dari sejumlah panti asuhan, di antaranya Panti Asuhan Muhammadiyah Kaligesing, Panti Asuhan Muhammadiyah Danu Kusumo Banyuurip, kelompok anak yatim dari Loano, serta anak-anak yatim di sekitar Desa Kaligono.

Total peserta yang hadir mencapai sekitar 100 anak yang didampingi para pengasuh dan pendamping masing-masing.

Ia menjelaskan, ide penyelenggaraan Festival Yatim berawal dari kajian keagamaan yang diikutinya bersama K.H. Muhammad Abdul Haq dalam Pengajian Sordu (Ngisor Duren) yang digelar di Masjid At-Taqwa, pada Minggu sebelumnya.

Dalam pengajian tersebut disampaikan bahwa Bulan Muharam merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk berbagi kepada anak-anak yatim.

Berbagi tentu tidak harus menunggu Muharam, tetapi kami ingin memanfaatkan momentum istimewa ini agar anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan sekaligus mengenal berbagai wahana yang ada di Demaji Eco Park,” katanya.

Atmaji menambahkan, sebelumnya pihaknya juga pernah mengadakan kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim. Namun, Festival Yatim kali ini dirancang secara khusus sebagai agenda Muharam dan diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahun.

Kami mohon doa agar kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap Muharam dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” imbuhnya.

Anak anak yatim saat mengikuti Outbond
Anak anak yatim saat mengikuti Outbond

Sementara itu, perwakilan Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Danu Kusumo Banyuurip, Ibu Erma, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian keluarga besar Demaji Eco Park terhadap anak-anak yatim.

Panti asuhan yang diwakilinya mengikutsertakan sekitar 25 anak yatim bersama 10 orang pengasuh dalam kegiatan tersebut.

Alhamdulillah, berawal dari ketakwaan kepada Allah SWT, Bapak Atmaji beserta keluarga ingin melaksanakan syariat agama dengan menyantuni anak-anak yatim, khususnya pada bulan Muharam. Ini merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi kami dan anak-anak. Hari ini mereka benar-benar merasakan kasih sayang dan kepedulian dari banyak pihak,” ungkapnya.

Menurut Erma, seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Anak-anak tidak hanya memperoleh santunan, tetapi juga pengalaman belajar, bermain, dan bersosialisasi dalam suasana yang menyenangkan.

Ia menilai Demaji Eco Park memiliki lingkungan yang sangat mendukung sebagai destinasi wisata edukatif dan tempat penyegaran bagi anak-anak. Suasana pegunungan yang sejuk dan asri membuat mereka merasa nyaman, terlebih kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan masa libur sekolah.

Lebih dari sekadar rekreasi, kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak emosional yang positif. Anak-anak yatim merasakan bahwa masih banyak masyarakat yang peduli terhadap mereka. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat, rasa percaya diri, serta membentuk karakter untuk kelak meneruskan semangat berbagi kepada sesama ketika mereka telah sukses.

Pihak panti asuhan juga mendoakan agar Dwi Wahyu Atmaji beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan usaha dan kegiatan sosialnya.

Mereka berharap Demaji Eco Park terus berkembang menjadi destinasi wisata yang ramah anak, edukatif, sekaligus membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.

Melalui Festival Yatim ini, Demaji Eco Park menunjukkan bahwa tempat wisata tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga dapat berperan sebagai wadah memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan, khususnya dalam memuliakan anak-anak yatim pada Bulan Muharam yang penuh berkah. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.