Sosial

Cerita dari Pulau Rote: Saat Edukasi Sikat Gigi dan Cuci Tangan Jadi Pengetahuan Baru bagi Warga

8
×

Cerita dari Pulau Rote: Saat Edukasi Sikat Gigi dan Cuci Tangan Jadi Pengetahuan Baru bagi Warga

Sebarkan artikel ini
Dok. Saat kegiatam
Dok. Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Akses informasi kesehatan yang belum merata masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah terpencil Indonesia.

Kondisi tersebut terungkap dalam pelaksanaan program CSR Bangun Sehat Bersama yang dijalankan PT Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG) bersama Filantra di berbagai daerah pelosok.

Direktur Filantra, Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa timnya masih menemukan masyarakat yang belum memahami praktik dasar perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar.

Temuan itu salah satunya diperoleh saat program kesehatan dilaksanakan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Bagi masyarakat di kota, cara menyikat gigi atau mencuci tangan mungkin sudah menjadi pengetahuan umum. Namun ketika kami datang ke beberapa daerah terpencil, ternyata masih banyak warga yang baru mengetahui hal-hal tersebut melalui edukasi yang kami berikan,” kata Asep dalam diskusi mengenai program CSR TBIG.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan akses edukasi kesehatan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama daerah yang jauh dari pusat layanan publik.

Karena itu, program Bangun Sehat Bersama tidak hanya menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Asep menjelaskan, edukasi tersebut menjadi bagian penting karena dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan menerapkan sanitasi yang baik dapat membantu mencegah berbagai penyakit.

Kami ingin program ini tidak berhenti pada pelayanan kesehatan di hari pelaksanaan saja. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan yang bisa diterapkan terus-menerus setelah kegiatan selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum program dilaksanakan, tim terlebih dahulu melakukan survei untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar membutuhkan intervensi kesehatan.

Dari hasil survei tersebut, tidak sedikit wilayah yang diketahui masih memiliki keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, petugas puskesmas yang dilibatkan dalam program mengaku baru mengetahui adanya komunitas atau permukiman yang membutuhkan pendampingan kesehatan.

Ada beberapa lokasi yang ketika kami datangi bersama puskesmas, ternyata masih sangat minim edukasi kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian,” katanya.

Program Bangun Sehat Bersama sendiri telah berjalan selama lebih dari satu dekade dan menjangkau 34 provinsi di Indonesia. Program tersebut menyasar masyarakat di sekitar lokasi menara telekomunikasi TBIG, termasuk kawasan terpencil dan wilayah terluar.

Melalui pendekatan edukasi kesehatan, TBIG dan Kilantra berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Upaya tersebut dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.