PURWOREJO, purworejo24.com – Proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Purworejo tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi secara umum berjalan lancar. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 758 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci telah kembali ke Indonesia sesuai jadwal yang ditetapkan, meskipun terdapat dua jemaah yang wafat selama menjalankan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo, H. Herman Susilo, S.Pd.I., M.Ag, menyampaikan bahwa jemaah haji Purworejo diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 13 sebanyak 2 orang, Kloter 16 sebanyak 4 orang, Kloter 24 sebanyak 348 orang, Kloter 25 sebanyak 356 orang, dan Kloter 26 sebanyak 48 orang. Total keseluruhan jemaah yang berangkat mencapai 758 orang.
“Alhamdulillah proses pemulangan jemaah berjalan dengan baik. Sebagian besar jemaah telah kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga,” ujar Herman, pada Rabu (1/7/2026).
Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, tercatat dua jemaah asal Purworejo meninggal dunia di Arab Saudi. Mereka adalah H. Bambang Siswanto dari Kelurahan Sindurjan yang tergabung dalam Kloter 24 YIA dan Hj. Nursangadah dari Desa Benowo, Kecamatan Bener, yang tergabung dalam Kloter 25 YIA.
Pihak penyelenggara menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Herman, kedua jemaah tersebut telah mendapatkan pelayanan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku di Tanah Suci.
Sementara itu, hingga akhir proses pemulangan, tidak ada lagi jemaah asal Purworejo yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Pemulangan jemaah dilakukan secara bertahap sesuai jadwal penerbangan masing-masing kloter. Kloter 13 tiba lebih dahulu pada 19 Juni 2026 pukul 00.15 WIB dengan jumlah dua orang. Selanjutnya Kloter 16 tiba pada 22 Juni 2026 pukul 03.15 WIB sebanyak empat orang.
Kloter terbesar, yakni Kloter 24, tiba pada 29 Juni 2026 pukul 01.55 WIB dengan total 344 jemaah ditambah petugas.
Pada kloter ini tercatat satu jemaah wafat dan tiga jemaah menjalani skema tanazul atau perpindahan jadwal dan kelompok penerbangan.
Masih pada hari yang sama, Kloter 25 mendarat pukul 12.55 WIB dengan jumlah 357 jemaah dan petugas.
Dalam kloter tersebut terdapat satu jemaah yang meninggal dunia serta dua jemaah yang mengikuti program tanazul.
Adapun Kloter 26 yang membawa 48 jemaah menjadi kelompok terakhir yang tiba di Indonesia pada 30 Juni 2026 pukul 12.55 WIB.
Jadwal kedatangan kloter ini semula diperkirakan pukul 13.20 WIB, namun mengalami perubahan sehingga pesawat mendarat lebih awal.
Dalam proses penyelenggaraan haji tahun ini, sejumlah jemaah Purworejo mengikuti program tanazul, yaitu perpindahan kloter atau jadwal penerbangan yang diperbolehkan dalam kondisi tertentu.
Kebijakan ini biasanya diberikan untuk mempertimbangkan faktor kesehatan, pendampingan keluarga, maupun kebutuhan operasional lainnya.
Beberapa jemaah yang mengikuti tanazul antara lain Hj. Sumiyah dari Pringgowijayan, H. Pandi dari Somowikromo Kutoarjo, H. Takat Hadi dari Dukuhdungus, H. Segli Amat Bakerun dari Botodaleman Bayan, serta H. Sukardi dari Kedunglo Kemiri.
Melalui mekanisme tersebut, para jemaah dapat memperoleh pelayanan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Herman Susilo menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan kategori risiko tinggi.
Kondisi tersebut membutuhkan perhatian khusus sejak keberangkatan, selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga proses pemulangan ke Indonesia.
“Dominasi jemaah lansia dan risiko tinggi menjadi perhatian bersama. Karena itu koordinasi antara petugas haji, tenaga kesehatan, dan keluarga sangat penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh petugas haji yang telah memberikan pendampingan kepada jemaah selama berada di Arab Saudi, termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang cukup menguras tenaga. Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Purworejo atas fasilitasi yang diberikan pada proses pemberangkatan hingga kepulangan di tanah air
Pemulangan jemaah haji Purworejo tahun ini kembali menunjukkan bahwa faktor kesehatan menjadi aspek yang sangat menentukan keberhasilan ibadah haji.
Mengingat sebagian besar jemaah berasal dari kelompok usia lanjut, persiapan fisik, pemeriksaan kesehatan rutin, serta kepatuhan terhadap anjuran medis menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga ketahanan fisik yang baik karena rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam waktu panjang dan melibatkan mobilitas tinggi.
Dengan berakhirnya pemulangan Kloter 26 pada 30 Juni 2026, rangkaian penyelenggaraan haji Kabupaten Purworejo tahun ini secara umum telah selesai.
Pemerintah berharap para jemaah dapat membawa pulang pengalaman spiritual yang berharga serta menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali ke tanah air. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









