PURWODADI, purworejo24.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Korwil Purworejo kembali menggelar bakti sosial (baksos) sterilisasi gratis bagi kucing jantan di Puskeswan Purwodadi, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sebagai upaya mengendalikan populasi kucing sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.
Dokter hewan Puskeswan DKPP Kabupaten Purworejo, drh. Zulfiyah Deva Istiyani, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya kuota pendaftaran yang habis hanya dalam hitungan menit.
“Pada kegiatan kali ini terdapat 69 ekor kucing yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 ekor berhasil menjalani tindakan sterilisasi, sedangkan 9 ekor lainnya harus ditunda karena belum memenuhi syarat kesehatan untuk dilakukan operasi,” jelasnya.
Sebelum tindakan sterilisasi dilakukan, setiap kucing menjalani pemeriksaan kesehatan (health check) secara menyeluruh. Kucing yang mengalami tingkat stres tinggi atau memiliki suhu tubuh di atas 39,4 derajat Celsius tidak langsung dioperasi demi menjaga keselamatan hewan.
Menurut drh. Zulfiyah, kucing dengan suhu tubuh tinggi akan diistirahatkan selama sekitar 15 menit. Apabila suhu tetap tidak turun, tindakan sterilisasi ditunda karena dikhawatirkan menjadi indikasi adanya penyakit atau akibat stres yang berlebihan.
Pemilik kucing yang pelaksanaannya ditunda tetap mendapatkan kesempatan mengikuti sterilisasi gratis pada jadwal berikutnya. Panitia juga memberikan kontak narahubung untuk memudahkan proses penjadwalan ulang sesuai ketersediaan dokter hewan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini sengaja memprioritaskan sterilisasi kucing jantan karena dampaknya dinilai lebih efektif dalam mengendalikan laju pertumbuhan populasi.
Seekor kucing jantan mampu mengawini 10 hingga 20 ekor kucing betina dan tidak memiliki siklus birahi tertentu, sehingga dapat kawin kapan saja ketika mencium aroma betina yang sedang birahi.
Selain itu, sterilisasi juga dapat mengurangi perilaku spraying atau kebiasaan menandai wilayah dengan urine berbau menyengat yang sering dikeluhkan masyarakat.
“Dengan mensterilkan satu ekor kucing jantan, potensi lahirnya puluhan anak kucing dapat dicegah. Ini menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi populasi kucing yang tidak terawat maupun terlantar,” ujarnya.
Baksos sterilisasi ini merupakan penyelenggaraan ketiga di Kabupaten Purworejo setelah sempat vakum pada tahun sebelumnya.
Berbeda dengan pelaksanaan terdahulu yang hanya diperuntukkan bagi kucing domestik atau lokal, tahun ini panitia juga membuka kesempatan bagi pemilik kucing ras.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari sistem pendaftaran daring yang langsung dipenuhi peserta. Sebanyak 40 kuota pada gelombang pertama habis dalam waktu kurang dari empat menit, sedangkan tambahan 22 kuota pada gelombang kedua ludes dalam waktu kurang dari dua menit.
Selain menyelenggarakan sterilisasi, DKPP Purworejo juga terus mengedukasi masyarakat agar menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab, mulai dari memberikan pakan yang layak, menjaga kesehatan hewan, hingga memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga sehingga tidak mengganggu warga sekitar.
Saat ini, DKPP Kabupaten Purworejo mengoperasikan tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), yakni Puskeswan Purworejo, Puskeswan Kaligesing, dan Puskeswan Purwodadi. Ketiga fasilitas tersebut menyediakan layanan pengobatan hewan secara gratis bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Purworejo.
Melalui kegiatan ini, DKPP dan PDHI berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat sterilisasi sebagai solusi yang humanis untuk mengendalikan populasi kucing sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta nyaman bagi semua. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









