Sosial

CSR Tak Lagi Sekadar Donasi, TBIG Dorong Program Berdampak dan Selaras Agenda Pembangunan Nasional

1
×

CSR Tak Lagi Sekadar Donasi, TBIG Dorong Program Berdampak dan Selaras Agenda Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini
Saat zoom
Saat zoom

PURWOREJO, purworejo24.com – Corporate Social Responsibility (CSR) tidak lagi dipandang sebatas kegiatan amal atau penyaluran bantuan sosial.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menegaskan bahwa program CSR harus mampu menciptakan dampak nyata, berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Head of CSR Department TBIG, Arief Wibisono, dalam sesi pendalaman pilar kesehatan CSR TBIG pada kelas daring Journalism Fellowship On CSR Batch III 26 Juni 2026.

Menurut dia, perusahaan mengusung filosofi “Bersama untuk Indonesia” dengan menjadikan CSR sebagai upaya membangun nilai bersama atau shared value antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.

Ini bukan hanya kegiatan sosial dari perusahaan, tetapi upaya menciptakan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah,” kata Arief.

Ia menegaskan, program CSR yang dijalankan perusahaan bukan dimaksudkan menggantikan peran pemerintah. Sebaliknya, keberadaan perusahaan menjadi mitra yang membantu memperkuat berbagai program pembangunan yang telah berjalan.

Menurut Arief, keberhasilan sebuah perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Karena itu, setiap program sosial harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang berkelanjutan.

Keberhasilan perusahaan merupakan bagian utuh dari keberhasilan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ujarnya.

Arief menilai masih banyak pihak yang memahami CSR sebatas kegiatan filantropi. Padahal, menurut TBIG, CSR merupakan instrumen pembangunan masyarakat yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga budaya.

Ia menjelaskan terdapat sejumlah manfaat strategis dari pelaksanaan CSR. Selain memperkuat hubungan dengan masyarakat, CSR juga mampu meningkatkan daya saing perusahaan, mengurangi risiko operasional jangka panjang, memperkuat reputasi perusahaan, serta memastikan kesesuaian antara nilai perusahaan dengan implementasi di lapangan.

CSR bukan hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial bagi perusahaan maupun masyarakat,” katanya.

Agar memberikan dampak yang optimal, TBIG menetapkan sejumlah prasyarat dalam menjalankan program CSR. Di antaranya menjunjung etika, komunikasi terbuka berdasarkan fakta, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), kepatuhan terhadap regulasi, serta integrasi dengan rantai nilai (value chain) perusahaan.

Menurut Arief, pendekatan tersebut membuat setiap program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, melainkan menghasilkan perubahan yang dapat diukur melalui evaluasi dampak.

TBIG juga menerapkan sistem pemetaan dampak (Impactful CSR Tracking Effect Matrix) yang menghubungkan program dengan para pemangku kepentingan, tujuan yang ingin dicapai, hingga dampak jangka panjangnya.

Melalui pendekatan itu, perusahaan dapat memastikan seluruh program memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat maupun perusahaan.

Dalam menjalankan tanggung jawab sosial, perusahaan memfokuskan kegiatan pada empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan dan vokasi, lingkungan, serta pengembangan ekonomi dan budaya.

Keempat bidang tersebut dipilih karena dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Seluruh program CSR TBIG mengacu pada standar internasional ISO 26000 dan SDGs sehingga pelaksanaannya tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan,” tutupnya. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.