PURWOREJO, purworejo24.com – Kegiatan Business Matching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan UMKM dan Penyedia Lokal Kabupaten Purworejo yang digelar di UPT PLUT KUMKM Kabupaten Purworejo, Senin (22/6/2026), menuai beragam tanggapan dari peserta.
Meski diapresiasi sebagai upaya mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pengelola program MBG, sejumlah peserta menilai forum tersebut belum menghasilkan kesepakatan teknis yang diharapkan.
Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Satgas MBG itu bertujuan membangun kemitraan antara UMKM, petani, peternak, nelayan, dan penyedia bahan baku lokal dengan pihak pengelola atau penyedia utama program MBG.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, Muhammad Abdullah, salah satu peternak bebek petelur di Purworejo, mengaku hasil pertemuan tersebut masih jauh dari ekspektasi para pelaku usaha.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo. Akan tetapi, pertemuan kali ini belum menghasilkan keputusan maupun kepastian yang dibutuhkan oleh para calon penyedia bahan baku.
“Pemda melalui Satgas MBG sudah sangat baik memfasilitasi pertemuan antara para penyedia bahan baku dengan pemilik atau owner SPPG. Namun, perwakilan yang hadir belum bisa memberikan keputusan sehingga belum ada hasil yang konkret,” ujarnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan Sugiharto yang mewakili Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Purworejo.
Ia menilai forum business matching seharusnya menjadi ruang untuk membahas langkah teknis lanjutan dan menghasilkan kesepakatan yang dapat segera ditindaklanjuti.
“Harusnya pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan di Pendopo. Namun yang terjadi justru kembali membahas hal-hal mendasar seperti pada tahap awal. Padahal idealnya business matching menghasilkan kesepakatan teknis dan langkah solutif bagi kedua belah pihak, baik SPPG yang membutuhkan mitra maupun para peternak dan UMKM yang siap memasok kebutuhan,” katanya.
Menurut Sugiharto, pembahasan dalam forum lebih banyak berisi pengenalan dan penyampaian informasi umum sehingga belum mengarah pada mekanisme kerja sama yang jelas.
“Akhirnya hanya menjadi seperti kegiatan seremonial dan belum mengerucut pada pelaksanaan teknis. Masih sebatas membuka wawasan dan sosialisasi, sehingga kami merasa seperti kembali ke titik awal,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa para pelaku usaha telah mempersiapkan diri dengan harapan memperoleh kejelasan terkait kebutuhan pasokan, kapasitas yang dibutuhkan, hingga pola kemitraan yang akan dijalankan dalam program MBG.
“Kami datang dengan harapan ada tindak lanjut yang nyata. Namun kenyataannya kami belum mendapatkan kepastian apa pun. Harapan kami tentu ada forum lanjutan yang lebih fokus pada solusi dan implementasi,” tambahnya.
Meski menyampaikan kritik, para pelaku usaha tetap mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan berharap potensi lokal Purworejo dapat dilibatkan secara maksimal.
Mereka menilai program nasional tersebut berpeluang besar menjadi pasar yang menjanjikan bagi produk pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM daerah.
Melalui kegiatan business matching ini, pemerintah daerah diharapkan dapat terus memfasilitasi komunikasi antara penyedia bahan baku lokal dan pengelola MBG, sehingga ke depan dapat tercipta kerja sama yang lebih konkret, terukur, dan saling menguntungkan bagi seluruh pihak yang terlibat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









