Ekonomi

DIFA MART Hadir di Purwodadi, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

22
×

DIFA MART Hadir di Purwodadi, Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Pemotongan pita
Pemotongan pita

PURWODADI, purworejo24.com – Kemandirian ekonomi penyandang disabilitas terus didorong melalui berbagai langkah kreatif. Salah satunya dilakukan Organisasi Penyandang Disabilitas (DPO) DADI Mandiri Kecamatan Purwodadi dengan meluncurkan DIFA MART, sebuah wadah pemasaran barang layak pakai sekaligus produk hasil karya penyandang disabilitas.

DIFA MART resmi diluncurkan di Susteran PMY Purwodadi, Senin (3/8/2026). Kehadirannya diharapkan bukan hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan potensi ekonominya.

Ketua DPO DADI Mandiri Kecamatan Purwodadi, Daliyo, mengatakan DIFA MART lahir dari inisiatif anggota bersama para relawan. Gagasan tersebut bermula dari upaya mencari sumber pendanaan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi, termasuk peringatan HUT ke-9 DPO DADI Mandiri yang akan digelar pada 5 September 2026.

Karena minimnya dana untuk kegiatan ulang tahun organisasi, kami bersama para relawan berinisiatif membentuk DIFA MART. Selain menjadi tempat penggalangan dana, kami ingin menyediakan wadah bagi teman-teman disabilitas untuk memasarkan hasil karyanya,” ujar Daliyo.

Menurutnya, DPO DADI Mandiri yang berdiri sejak 2017 selama ini tidak hanya memperjuangkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga berupaya mendorong mereka agar semakin mandiri dan memiliki kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Melalui DIFA MART, barang-barang layak pakai serta aneka produk karya penyandang disabilitas dapat dipasarkan kepada masyarakat. Ke depan, Daliyo berharap semakin banyak anggota yang terdorong untuk menghasilkan produk sehingga memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan dari karya yang dibuat.

Harapan kami, teman-teman yang selama ini belum memiliki produk bisa mulai membuat karya untuk dipasarkan di DIFA MART. Nantinya produk-produk ini juga bisa dibawa ketika ada pameran maupun bazar di berbagai tempat,” katanya.

Daliyo mengakui salah satu tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dalam mengembangkan usaha adalah pemasaran. Tidak sedikit produk yang sebenarnya memiliki potensi, namun belum mendapatkan akses pasar yang memadai.

Karena itu, DIFA MART diharapkan menjadi jembatan antara produk karya penyandang disabilitas dengan masyarakat sebagai konsumen.

Kami berharap DIFA MART bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan produk teman-teman disabilitas kepada masyarakat. Dengan begitu, karya mereka tidak hanya dibuat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Dukungan terhadap keberadaan DIFA MART datang dari Susteran PMY Purwodadi yang dipimpin Suster Agnes. Pihak susteran memberikan fasilitas tempat yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat penjualan produk penyandang disabilitas.

Daliyo menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Bahkan, saat peluncuran berlangsung, masyarakat terlihat datang untuk melihat dan membeli produk yang tersedia.

Alhamdulillah Susteran PMY Purwodadi memfasilitasi tempat bagi kami untuk berjualan. Bahkan saat launching masih banyak masyarakat yang datang memilih dan membeli produk yang kami jual,” ungkapnya.

Pemasaran produk karya penyandang disabilitas juga dilakukan secara rutin setiap Minggu pagi di Gereja Purwosari. Pengurus gereja menyediakan stan yang dapat digunakan untuk berjualan kepada jemaat dan masyarakat.

Dengan semakin banyaknya ruang pemasaran, DPO DADI Mandiri berharap produk penyandang disabilitas dapat semakin dikenal sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Peluncuran DIFA MART juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu relawan DPO DADI Mandiri, Agus Wibowo.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh kepedulian terhadap kesehatan dan kualitas hidup.

Sementara itu, Camat Purwodadi Venny Yudha Apriyani mengapresiasi lahirnya DIFA MART. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya membangun lingkungan masyarakat yang inklusif, di mana penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi.

Kami sangat mengapresiasi lahirnya DIFA MART ini. Semoga menjadi ruang bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk terus berkarya, meningkatkan kemandirian ekonomi, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun pemberdayaan yang inklusif,” ujarnya.

Venny berharap DIFA MART tidak berhenti sebagai program jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi wadah pemasaran yang berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting.

Keberadaan DIFA MART sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan disabilitas bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan menciptakan kesempatan agar mereka dapat berkarya, menghasilkan produk, membangun usaha, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Sementara itu, rangkaian peringatan HUT ke-9 DPO DADI Mandiri akan mencapai puncaknya pada 5 September 2026. Kegiatan kebersamaan tersebut dijadwalkan berlangsung di Pantai Dewaruci, Kecamatan Purwodadi.

Para anggota dijadwalkan berkumpul di Kantor Kecamatan Purwodadi sekitar pukul 08.00 WIB sebelum berangkat bersama menggunakan kendaraan odong-odong menuju lokasi.

Bagi DPO DADI Mandiri, perjalanan sembilan tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi juga tentang memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk semakin berdaya, mandiri, dan diterima secara setara di tengah masyarakat.

DIFA MART menjadi salah satu langkah nyata menuju tujuan tersebut: dari karya menjadi peluang, dari peluang menuju kemandirian.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.