Hukum

Diduga Korban Pembunuhan, Tangis Histeris Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Tumarni

1578
×

Diduga Korban Pembunuhan, Tangis Histeris Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Tumarni

Sebarkan artikel ini
Sejumlah keluarga dan kerabat Tumarni berdoa di makam Tumarni.(7/11/2019)
Sejumlah keluarga dan kerabat Tumarni berdoa di makam Tumarni.(7/11/2019)

PURWOREJO, purworejo24.com – Tangis histeris keluarga mewarnai pemberangkatan jenazah Tumarni, warga Desa Brenggong Purworejo Jawa Tengah ke pemakaman. Tumarni diduga merupakan korban pembunuhan setelah sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah dan tanpa pakaian di warungnya di pinggir jalan raya di Pemalang, Jawa Tengah.

Sekitar pukul 07.00 WIB, jenazah Tumarni tiba di rumah Surip, orang tua Tumarni di Desa Brenggong Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Setelah disemayamkan selama beberapa jam di rumah orangtuanya, jenazah Tumarni pun dibawa ke pemakaman umum.

bCA JUGA : https://www.purworejo24.com/2019/11/06/perantau-asal-purworejo-ditemukan-tewas-di-pemalang/

Saat jenazah Tumarni dinaikkan ambulans, Surip, ibu korban terlihat histeris tak kuasa menahan tangis dan kesedihan yang mendalam. Demikian juga dengan sejumlah keluarga dan para tetangga yang terlihat berduka mengantarkan jenazah korban untuk dimakamkan.

Keluarga berusaha menenangkan Surip,orang tua Turmani yang menangis histeris
Keluarga berusaha menenangkan Surip,orang tua Turmani yang menangis histeris

Ibu korban, Surip tak henti-hentinya menangis atas kepergian anak kesayangannya itu. Korban merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara yang dikenal sebagai pekerja keras. Sekitar 5 bulan lalu, Turmani sempat berpamitan untuk bekerja dengan berjualan di sebuah warung di pinggir Jalan Lingkar Utara Pemalang, Desa Wanarejan Utara, Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang.

“Ketemu terakhir ya pas dia pulang, belum ada sebulan ini. Katanya kangen sama Ibu, terus pulang tapi tidak menginap. Hanya sebentar, sore langsung kembali lagi ke Pemalang,” ucap Surip sambil menyeka air matanya.

Surip juga masih teringat kata-kata yang diucapkan Tumarni sebelum pulang ke Pemalang.

“Mak nyong bali wong kangen Mamak. Soale sesuk meh dodol. Eman-eman nek ora dodol. Koyo Mamak, nek ora dodol eman-eman”, kata Surip menirukan ucapan anaknya saat itu.

Kini Surip hanya bisa berharap pelaku yang menghilangkan nyawa anaknya dapat segera ditangkap polisi dan mendapatkan hukuman setimpal.

Keluarga mengaku merasa sangat kehilangan dan tak menyangka korban akan meninggal dengan cara yang tidak wajar. Saat ditemukan di warung tempatnya berjualan, korban dalam keadaan tidak berbusana dan penuh luka tusukan benda tajam di beberapa bagian tubuhnya, di antaranya di leher bawah dagu, di bawah telinga kanan, dan pantat. Jenazah korban sempat diotopsi di rumah sakit di Pemalang sebelum dibawa pulang untuk dimakamkan di Purworejo.

Jenazah Turmani dibawa ke pemakaman

Sejumlah saudara korban mengaku sempat berkomunikasi dengan Tumarni pada malam sebelum ditemukan meninggal. Saat itu korban masih berkomunikasi seperti biasa, bahkan sempat bercanda dengan saudara-saudaranya.

Sementara itu Legiman, kepala Desa Brenggong juga meyakini bahwa Turmani diduga menjadi korban pembunuhan. Terkait motif, Legiman mengaku belum bisa disimpulkan soalnya sampai saat ini belum ada yang bisa menjelaskan. Keluarga saat ini hanya bisa mempercayakan kasus ini untuk ditangai oleh pihak kepolisian.

“Motif sebenarnya kami belum tahu. Kami keluarga hanya bisa berharap dan berdoa memohon kepada Tuhan semoga kepolisian Pemalang bisa mengungkap kasus ini. Dan kami dari keluarga meminta setelah terungkap mohon diadili yang setimpal dengan perbuatannya” pungkas Legiman. (P24-Drt/Nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.