Seni BudayaSosial

Nobar Film Pesta Babi di Loano Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

1
×

Nobar Film Pesta Babi di Loano Purworejo, Karang Taruna Galang Dana untuk Pengungsi Papua

Sebarkan artikel ini
Poster film pesta babi
Poster film pesta babi

PURWOREJO, purworejo24.com – Kepedulian terhadap isu lingkungan terus digaungkan kalangan muda di Kabupaten Purworejo.

Salah satunya dilakukan Karang Taruna Ikatan Muda-Mudi Kempul, Kecamatan Loano, yang menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter bertema lingkungan Pesta Babi disertai diskusi publik dan penggalangan dana untuk pengungsi di Papua.

Kegiatan tersebut akan digelar di Gelora Bung Marno Desa Jetis, Kecamatan Loano, dengan melibatkan pemuda desa hingga organisasi kepemudaan di wilayah setempat.

Ketua Karang Taruna Ikatan Muda-Mudi Kulempul, Imam Budiharto, mengatakan kegiatan itu tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan.

Film yang diputar erat kaitannya dengan lingkungan dan politik lingkungan. Tetapi fokus utama yang akan kami tekankan dalam diskusi nanti adalah isu lingkungan,” kata Imam saat diwawancarai, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, tema lingkungan dipilih karena dinilai lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama kalangan pemuda di desa. Melalui film dokumenter Pesta Babi tersebut, peserta diharapkan bisa memahami dampak kerusakan lingkungan secara nyata.

Tujuannya membuka wawasan teman-teman karang taruna tentang kondisi Indonesia secara keseluruhan. Selain itu juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta dampak yang muncul jika lingkungan rusak,” ujarnya.

Imam menilai film dokumenter dapat menjadi media refleksi bagi masyarakat. Gambaran kerusakan lingkungan yang muncul di dalam film diharapkan bisa menjadi pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi alam di sekitarnya.

Bisa menjadi cerminan bahwa kalau kita tidak menjaga lingkungan, dampaknya bisa seperti yang tergambar dalam film itu,” katanya.

Ia menjelaskan, undangan resmi telah disampaikan kepada pemuda desa, GP Ansor Loano, hingga IPNU-IPPNU Loano. Namun kegiatan tersebut juga terbuka untuk umum setelah dipublikasikan melalui media sosial.

Karena terbuka untuk masyarakat luas, jumlah peserta diperkirakan bisa lebih banyak dari target awal.

Kalau yang masuk dalam undangan sekitar 100 sampai 200 orang. Tetapi karena terbuka untuk umum, kami belum tahu jumlah audiens dari luar nanti berapa,” ucap Imam.

Panitia juga berupaya mengundang mahasiswa asal Papua yang berada di Yogyakarta agar dapat hadir dan ikut berdiskusi dalam kegiatan tersebut. Namun hingga kini kehadiran mereka masih menunggu konfirmasi.

Selain nobar dan diskusi, panitia juga menyiapkan penggalangan dana yang nantinya diperuntukkan bagi pengungsi di Papua. Konsep donasi dikemas seperti ticketing sukarela bagi peserta yang hadir.

Penggalangan dana itu nanti sifatnya seperti tiket menonton, tetapi seikhlasnya. Dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk warga Papua yang mengungsi akibat dampak kerusakan lingkungan,” jelasnya.

Kegiatan akan dipusatkan di wilayah Desa Jetis, Loano. Panitia memilih fokus pada nobar dan diskusi tanpa tambahan hiburan lain agar pesan yang ingin disampaikan lebih maksimal.

Imam menambahkan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal Karang Taruna untuk membangun kepedulian lingkungan di tingkat lokal. Menurut dia, ke depan organisasi kepemudaan itu ingin lebih aktif menyoroti persoalan lingkungan di sekitar wilayah Loano.

Goals kami memang meningkatkan kepedulian lingkungan. Saat ini masih pelan-pelan membangun kesadaran teman-teman agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (P24/bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.