PURWOREJO, purworejo24.com – Ancaman serangan wereng batang cokelat terhadap tanaman padi Menthik Wangi mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 IAI An-Nawawi Purworejo turun langsung ke lahan pertanian di Wilayah 1 Desa Mangunsari, Kamis (20/8/2026).
Para mahasiswa bersama petani dan penyuluh pertanian melakukan penyemprotan massal sebagai bagian dari Gerakan Pengendalian Hama Wereng. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 10.00 WIB itu dilakukan untuk menekan populasi wereng sekaligus mencegah kerusakan tanaman yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
Serangan wereng menjadi perhatian serius bagi petani karena hama tersebut dapat menurunkan produktivitas tanaman padi. Bahkan, salah seorang petani, mengaku pernah mengalami kerugian hingga sekitar Rp15 juta dalam satu musim tanam akibat serangan hama tersebut.
Menurut Sebo salah satu petani, pengendalian wereng tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Petani membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak agar serangan hama dapat ditekan sejak awal.
“Kerugian bisa mencapai sekitar Rp15 juta dalam satu musim tanam. Karena itu, serangan wereng harus dihadapi bersama,” kata Sebo.
Dalam kegiatan tersebut, varietas Menthik Wangi menjadi salah satu perhatian utama. Padi yang dikenal sebagai varietas unggulan masyarakat setempat itu memiliki cita rasa khas dan nilai ekonomi yang cukup baik.
Namun, karakteristik tanaman Menthik Wangi yang relatif tinggi membuatnya dinilai lebih rentan terhadap serangan wereng batang cokelat.
Siswanto selaku petugas BPP menjelaskan, kondisi tanaman tersebut perlu menjadi perhatian petani dalam melakukan pengendalian hama. Penyemprotan juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena sasaran utama pengendalian berada di bagian batang tanaman.
“Menthik Wangi memiliki karakter tanaman yang relatif tinggi, sehingga cukup rentan terhadap serangan wereng batang cokelat,” ujar Siswanto.
Mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut tidak hanya membantu proses penyemprotan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai cara pengendalian wereng yang tepat. Salah satu hal yang ditekankan adalah teknik penyemprotan yang harus diarahkan ke bagian batang tanaman.
“Karena yang menjadi sasaran adalah wereng batang cokelat, penyemprotan harus diarahkan ke bagian batang tanaman,” kata Siswanto.
Selain teknik penyemprotan, petani juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan nozzle dengan pola semprotan menyebar. Pengaturan jarak tanam turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar sirkulasi udara di antara tanaman lebih baik dan pengendalian hama dapat dilakukan secara efektif.
Penggunaan pestisida pun diingatkan harus sesuai dosis dan prosedur. Langkah tersebut penting untuk menjaga efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi risiko dampak terhadap lingkungan dan tanaman.
Keterlibatan mahasiswa KKN mendapat apresiasi dari petani. Sebo menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan tenaga tambahan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Semangat kalian seolah-olah kalian yang memiliki desa ini,” ujar Sebo.
Ia berharap mahasiswa KKN tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa secara langsung dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami persoalan di tingkat desa.
Melalui gerakan pengendalian hama tersebut, KKN Kelompok 12 IAI An-Nawawi Purworejo berupaya memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, petani, dan penyuluh pertanian.
Para petani berharap pengendalian wereng yang dilakukan secara bersama-sama dapat menjaga tanaman Menthik Wangi hingga masa panen. Dengan tanaman yang tumbuh sehat, risiko gagal panen dapat ditekan dan hasil produksi petani tetap terjaga.
“Kami berharap setelah pengendalian ini, tanaman bisa tumbuh dengan baik dan hasil panennya bagus,” ujarnya. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









