PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo terus memperkuat sektor pertanian tembakau melalui berbagai program strategis pada tahun 2026. Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas petani, penguatan jaringan usaha, hingga pengembangan varietas tembakau lokal unggulan yang memiliki daya saing di pasar nasional.
Kepala DKPP Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian, Fitria Kurniawati, menjelaskan bahwa program pengembangan tembakau tahun ini dibagi dalam dua bidang utama, yakni Bidang Prasarana dan Penyuluhan (Praslu) serta Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian (Sarlintan).
Pada Bidang Praslu, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani dan penguatan jejaring usaha tembakau. Salah satu program unggulannya adalah Sekolah Lapang Pengamatan Hama (SLPH) yang memberikan edukasi langsung kepada petani mengenai teknik pengamatan, pencegahan, dan pengendalian hama pada tanaman tembakau secara efektif dan ramah lingkungan.
Selain itu, DKPP juga menyelenggarakan Temu Usaha Tembakau yang mempertemukan petani dengan pengusaha tembakau, perwakilan industri rokok, hingga produsen pupuk. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kemitraan sekaligus memperluas akses pasar bagi petani tembakau di Kabupaten Purworejo.
Sementara itu, melalui Bidang Sarlintan, DKPP berupaya meningkatkan kualitas bahan baku tembakau melalui penyediaan sarana produksi dan pengembangan varietas unggul lokal.
Sebanyak 15 kelompok tani akan menerima bantuan sarana usaha tani berupa kultivator, pompa air, timbangan, alat perajang tembakau, rigid, serta kendaraan roda tiga untuk mendukung proses produksi dan distribusi hasil panen.
DKPP juga membangun dua lokasi demonstration plot (demplot) masing-masing seluas 300 meter persegi di wilayah Pacekelan dan Rowobayem. Demplot tersebut difungsikan sebagai pusat pengembangan sekaligus pemurnian varietas tembakau lokal unggulan Purworejo.
Empat varietas tembakau asli Purworejo yang telah resmi dilepas dan memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pertanian yaitu Tembakau Silikenongo, Bendungan Ombo, Sitepus 1, dan Sitepus 2. Keberadaan varietas tersebut menjadi kebanggaan sekaligus potensi besar bagi pengembangan industri tembakau daerah.
Melalui pengembangan benih unggul berkualitas tinggi dari dua demplot tersebut, DKPP berharap petani dapat memproduksi tembakau dengan mutu yang lebih seragam dan memenuhi standar industri, termasuk dalam hal kadar nikotin dan kualitas daun.
Apabila produksi varietas lokal ini dapat dilakukan secara massal dengan kualitas yang terjaga, tembakau Purworejo tidak hanya berpeluang memenuhi kebutuhan industri rokok rumahan maupun lokal, tetapi juga mampu memasok kebutuhan industri rokok berskala besar di tingkat nasional.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta menjaga keberlanjutan tembakau lokal sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Purworejo. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









