LOANO, purworejo24.com – Pembangunan infrastruktur di pedesaan sering kali menjadi faktor penentu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Hal itulah yang dirasakan warga Dukuh Sembuh, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, setelah rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang kini kembali membuka akses menuju area persawahan warga.
Jembatan yang berdiri di atas sungai yang membelah kawasan pertanian tersebut menjadi solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi para petani.
Sebelumnya, jembatan lama yang menjadi jalur utama menuju lahan pertanian rusak dan hanyut akibat banjir, sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi hasil panen.
Akibat putusnya akses tersebut, petani harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan kurang efisien. Kondisi itu berdampak pada meningkatnya waktu tempuh dan biaya operasional saat mengangkut hasil pertanian dari sawah menuju permukiman maupun pasar.
Kini, dengan hadirnya Jembatan Merah Putih Presisi, aktivitas pertanian di wilayah tersebut diharapkan kembali berjalan normal.
Jembatan itu difungsikan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) yang memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian desa.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengatakan pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, proses pembangunan berlangsung hampir tiga bulan dan sempat menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi cuaca yang tidak menentu serta tingginya debit air sungai.
Namun berkat kerja sama antara Polri, TNI, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan akhirnya dapat diselesaikan.
“Jembatan ini dibangun untuk membantu masyarakat, khususnya para petani, agar lebih mudah beraktivitas dan mengakses lahan pertanian yang berada di seberang sungai,” ujarnya.
Keberadaan jalan usaha tani seperti Jembatan Merah Putih Presisi memiliki manfaat yang cukup besar bagi sektor pertanian.
Selain mempercepat mobilitas petani, akses yang baik juga dapat menekan biaya transportasi, mengurangi risiko kerusakan hasil panen selama pengangkutan, serta meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian.
Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo, menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, akses yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
“Jembatan ini sangat membantu masyarakat untuk menuju lahan pertanian maupun mengangkut hasil panen. Dengan akses yang lebih baik, pekerjaan petani menjadi lebih mudah dan efisien,” katanya.
Ia menjelaskan, konstruksi jembatan menggunakan material besi IWF yang dinilai memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik.
Dengan demikian, jembatan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi juga menjadi contoh bagaimana semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Ketika kebutuhan publik menjadi perhatian bersama, berbagai unsur dapat bersinergi untuk menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi warga.
Bagi masyarakat Desa Kebon Gunung, jembatan tersebut bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah.
Lebih dari itu, keberadaannya menjadi infrastruktur vital yang mendukung produktivitas pertanian, memperkuat perekonomian desa, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi para petani di masa mendatang.
Dengan akses yang kini kembali terbuka, warga berharap aktivitas pertanian dapat berjalan lebih optimal dan hasil panen dapat dipasarkan dengan lebih cepat, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









