Pertanian

SUBALI SAPIRA Perkuat Produktivitas Sapi Rakyat, DKPP Purworejo Tingkatkan Pendampingan Peternak

1
×

SUBALI SAPIRA Perkuat Produktivitas Sapi Rakyat, DKPP Purworejo Tingkatkan Pendampingan Peternak

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan sosialisasi
Saat kegiatan sosialisasi

KEMIRI, purworejo24.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo terus mengoptimalkan inovasi daerah SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat) sebagai upaya meningkatkan produktivitas sapi potong sekaligus menekan kasus gangguan reproduksi pada ternak.

Melalui program ini, peternak tidak hanya memperoleh bantuan teknis, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar mampu mengelola usaha peternakan secara lebih efektif.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti, menjelaskan bahwa salah satu implementasi SUBALI SAPIRA dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Eksternal yang digelar di Desa Kedungpomahan Kulon, Kecamatan Kemiri, Rabu (23/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti peternak penerima bantuan sapi dari delapan kelompok ternak dengan total sekitar 40 ekor sapi.

Melalui Bimtek ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak, khususnya dalam pengelolaan reproduksi sapi betina. Reproduksi yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan populasi dan produktivitas ternak,” ujar Sri Widarti, pada Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, materi yang diberikan mencakup manajemen reproduksi sapi betina, mulai dari cara mengenali tanda-tanda birahi, penanganan induk menjelang dan setelah melahirkan, hingga langkah pencegahan gangguan reproduksi yang sering terjadi di lapangan.

Selain penyampaian materi, peserta juga aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pemeliharaan ternak. Beberapa topik yang dibahas antara lain persiapan kandang menjelang kelahiran pedet, penanganan awal sapi yang mengalami kembung, serta pencegahan prolaps uteri atau broyong pascamelahirkan.

Sri Widarti menambahkan, sebagai bentuk dukungan kepada peternak, DKPP membagikan buku saku pemeliharaan sapi betina yang berisi panduan pemberian pakan, deteksi siklus birahi, pencatatan kesehatan ternak, hingga pelaksanaan inseminasi buatan (IB).

Selain itu, peternak juga menerima paket obat-obatan oral berupa obat cacing, vitamin B kompleks, obat diare, obat kembung, serta desinfektan lengkap dengan petunjuk penggunaannya.

Pendampingan kami tidak berhenti di ruang pelatihan. Tim teknis DKPP siap memberikan pelayanan lapangan berupa pemeriksaan kebuntingan, pemeriksaan organ reproduksi, hingga penanganan gangguan reproduksi dalam waktu kurang dari 24 jam setelah menerima laporan dari peternak. Dengan pelayanan yang cepat, proses inseminasi buatan dapat dilakukan tepat waktu sehingga peluang keberhasilan kebuntingan semakin tinggi,” jelasnya.

Melalui inovasi SUBALI SAPIRA, lanjut Sri Widarti, DKPP berharap pengetahuan peternak terus meningkat, kasus gangguan reproduksi dapat ditekan, serta produktivitas sapi rakyat di Kabupaten Purworejo semakin baik sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan peternak.

Program SUBALI SAPIRA merupakan salah satu inovasi daerah yang mendukung pembangunan sektor peternakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 juncto Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2020, serta mendukung target kinerja Pemerintah Kabupaten Purworejo sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Purworejo Nomor 964 Tahun 2024. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.