Pertanian

Perkuat Ketahanan Pangam, Produsen Benih Holtikultura Jateng Dibekali Regulasi dan Standar Mutu

8
×

Perkuat Ketahanan Pangam, Produsen Benih Holtikultura Jateng Dibekali Regulasi dan Standar Mutu

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

KEMIRI, purworejo24.com – Kualitas benih menjadi salah satu kunci penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman hortikultura. Karena itu, penguatan sistem perbenihan terus didorong agar benih yang beredar di masyarakat memiliki mutu, produktivitas, serta kepastian sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pembinaan Produsen Benih Tanaman Hortikultura se-Jawa Tengah yang digelar Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Tengah di Gedung Serbaguna Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti pelaku usaha, petani, produsen benih, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor perbenihan. Pembinaan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai regulasi, standar mutu, pengawasan, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha perbenihan hortikultura di Jawa Tengah.

Kepala BPSB Jawa Tengah, Ir. Suryono Budi Santoso, MM, dalam sambutan sekaligus paparannya menyampaikan pemutakhiran data mengenai perkembangan perbenihan dan perbibitan di Jawa Tengah.

Menurutnya, pemutakhiran informasi dan penguatan pembinaan penting dilakukan agar para produsen benih mampu mengikuti perkembangan kebutuhan sektor pertanian sekaligus memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., MM, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut di Kabupaten Purworejo.

Ia menilai pembinaan tersebut dapat menjadi momentum bagi petani dan produsen benih lokal untuk meningkatkan kualitas produksi.

Dengan standar produksi yang semakin baik, benih hortikultura dari daerah diharapkan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi peningkatan produktivitas pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, memaparkan sejumlah peluang pengembangan sektor perbenihan hortikultura ke depan.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan benih di daerah, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan demikian, sektor perbenihan dapat berkembang sebagai bagian dari rantai usaha pertanian yang memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan petani.

Materi pembinaan semakin komprehensif dengan kehadiran narasumber dari Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Endar Susanto, SP, yang membahas regulasi di bidang perbenihan, termasuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2026.

Pemahaman terhadap regulasi dinilai penting karena produsen benih tidak hanya dituntut mampu menghasilkan benih yang baik, tetapi juga harus memahami prosedur dan ketentuan dalam produksi, peredaran, pengawasan, hingga sertifikasi benih.

Selain aspek regulasi, Ketua Asosiasi Produsen Benih Hortikultura, Arifin, menekankan pentingnya membangun sinergi antara produsen benih dan BPSB. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan ekosistem perbenihan yang tertib, terpercaya, dan mampu memberikan kepastian mutu bagi petani sebagai pengguna benih.

Pembinaan berlangsung interaktif. Peserta memanfaatkan sesi dialog untuk menyampaikan pertanyaan, berkonsultasi, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam kegiatan produksi dan pengembangan usaha benih hortikultura.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi di lahan, tetapi juga dimulai dari benih yang bermutu dan proses perbenihan yang memenuhi standar.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, sinergi antara pemerintah, BPSB, produsen benih, petani, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan semakin kuat.

Dengan sistem perbenihan yang semakin tertata, Jawa Tengah memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat produktivitas hortikultura, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.