Pertanian

DKPP Purworejo Mulai Terapkan Program PMAAS, Dorong Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

9
×

DKPP Purworejo Mulai Terapkan Program PMAAS, Dorong Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Penerapan Program PMAAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), sebuah inovasi terbaru dari Kementerian Pertanian di Desa Keponggok
Penerapan Program PMAAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), sebuah inovasi terbaru dari Kementerian Pertanian di Desa Keponggok

PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mulai mengimplementasikan Program PMAAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), sebuah inovasi terbaru dari Kementerian Pertanian yang dirancang untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Kepala DKPP Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian Fitria Kurniawati, menjelaskan bahwa program PMAAS memiliki konsep serupa dengan program Luas Tambah Tanam (LTT), yakni menetapkan target luasan dan wilayah pelaksanaan di setiap kabupaten.

Program ini merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi,” jelas Bagas.

Salah satu inovasi utama dalam PMAAS adalah penerapan metode Tabila (Tanam Benih Langsung) yang menggantikan pola budidaya konvensional melalui persemaian dan pindah tanam. Dengan sistem ini, benih padi langsung ditanam di lahan menggunakan alat khusus sehingga proses persiapan lahan menjadi lebih cepat dan efisien.

Dalam pelaksanaannya, petani menggunakan alat bernama Drum Seeder, yaitu alat berbentuk silinder yang berfungsi menebarkan benih secara otomatis dan teratur dalam barisan yang rapi. Benih yang dimasukkan ke dalam alat tersebut akan keluar secara bertahap saat alat dijalankan sehingga pola tanam tetap terjaga konsisten.

Sebelum ditanam, benih padi terlebih dahulu melalui proses persiapan berupa perendaman untuk merangsang pertumbuhan, kemudian diperam hingga mulai berkecambah dan siap ditanam di lahan.

Selain sistem tanam modern, PMAAS juga mengedepankan pemanfaatan teknologi dalam proses budidaya. Ke depan, kegiatan pemupukan diproyeksikan menggunakan drone pertanian sehingga distribusi pupuk dapat dilakukan lebih cepat, merata, dan efisien.

Optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan), pengelolaan irigasi yang tepat waktu, serta penggunaan pupuk yang sesuai kebutuhan diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja di sektor pertanian.

Meski demikian, metode tanam langsung memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait potensi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Oleh karena itu, pengkondisian lahan dan pengawasan sejak awal pertumbuhan tanaman dilakukan secara lebih ketat untuk mencegah ledakan hama dan penyakit.

Di Kabupaten Purworejo, target pelaksanaan PMAAS pada bulan Juli 2026 mencapai 12 hektare. Berdasarkan laporan dari penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Purworejo, program tersebut telah mulai berjalan di lapangan.

Uji coba perdana dilaksanakan di Desa Keponggok, Kecamatan Purwodadi, tepatnya di lahan milik Kelompok Tani Sedyo Makmur. Dari target luasan kelompok sebesar 2 hektare, pelaksanaan tahap awal telah dimulai pada lahan seluas 0,5 hektare.

Sementara itu, peluncuran seremonial tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk program PMAAS dilaksanakan di Kabupaten Tegal.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, petani peserta PMAAS akan menerima paket bantuan stimulan senilai sekitar Rp10 juta, termasuk bantuan benih padi. Saat ini proses penyaluran bantuan tersebut masih berlangsung.

Karena program ini merupakan inovasi baru yang langsung diterapkan di lapangan tanpa melalui tahap demonstrasi plot (demplot), keberhasilan serta efektivitasnya baru dapat dievaluasi secara menyeluruh setelah memasuki masa panen.

Dalam pemilihan benih, Kementerian Pertanian merekomendasikan penggunaan varietas padi yang memiliki produktivitas tinggi, tahan rebah, serta berumur genjah agar masa panen lebih singkat dan hasil produksi lebih optimal. Untuk memenuhi kriteria tersebut, varietas yang digunakan dalam program PMAAS adalah kelompok Inpari yang telah terbukti memiliki performa baik di berbagai daerah.

Melalui penerapan PMAAS, Pemerintah berharap sektor pertanian Indonesia semakin modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.