PURWODADI, purworejo24.com – Ibu Nyai Siti Nurul Khikmah, S.HI., kembali dipercaya memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, untuk masa khidmat 2026–2031.
Siti Nurul Khikmah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) PAC Muslimat NU Kecamatan Purwodadi yang digelar di Aula Pertemuan MWC NU Purwodadi, kompleks MTs Ma’arif Purwodadi, Minggu (2/8/2026).
Konferancab tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Purworejo, Camat Purwodadi, perwakilan Forkopimcam, Ketua Tanfidziyah MWC NU Purwodadi, pengurus PAC Muslimat NU Purwodadi, pengurus ranting, serta badan otonom NU seperti GP Ansor, IPNU dan IPPNU.
Terpilihnya kembali Siti Nurul Khikmah menjadi ketua menandai keberlanjutan kepemimpinan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi Muslimat NU di tingkat kecamatan hingga desa.
Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Purworejo, Ibu Nyai Hj. Rr. Siti Tafrijiyah Haikal, mengapresiasi pelaksanaan konferancab yang dinilainya berjalan baik dan menunjukkan kesiapan organisasi di tingkat kecamatan.
Menurutnya, keterlibatan seluruh ranting yang telah memiliki surat keputusan (SK) dalam konferensi menjadi salah satu indikator soliditas organisasi. Proses pra-konferensi yang telah dilakukan sebelumnya juga dinilai menunjukkan adanya kesiapan dalam menentukan kepemimpinan.
“Dari seluruh ranting yang ber-SK, semuanya bisa hadir mengikuti kegiatan konferensi ini. Mereka juga telah menyepakati dan melakukan pra-konferensi terlebih dahulu. Ini menunjukkan PAC Muslimat NU Kecamatan Purwodadi telah siap menggelar konferensi,” ujarnya.
Ia juga menilai kehadiran unsur MWC NU, Forkopimcam, jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah, serta badan otonom NU menjadi sinyal positif bahwa keberadaan Muslimat NU mendapatkan dukungan dan diterima sebagai bagian penting dari kehidupan organisasi dan masyarakat di Kecamatan Purwodadi.
Siti Tafrijiyah mengingatkan, Muslimat NU memiliki ruang pengabdian yang luas. Organisasi perempuan NU tersebut tidak hanya bergerak dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki peran sosial dan kemasyarakatan.
Ia mendorong pengurus PAC yang baru agar menerjemahkan program-program organisasi hingga ke tingkat ranting.
Tiga program yang menjadi perhatian antara lain Mustika Mesem, yakni Muslimat NU Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem; Mustika Darling, Muslimat NU Cantik Sadar Lingkungan; serta Mustika Segar, Muslimat NU Cantik Sehat dan Bugar.
“Muslimat NU itu tidak hanya ngaji saja, tetapi juga ada kegiatan sosial kemasyarakatan. Program-program tersebut diharapkan bisa dilaksanakan hingga ranting-ranting yang ada di wilayah Kecamatan Purwodadi,” katanya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan program-program yang sudah berjalan sekaligus menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Siti Tafrijiyah juga menekankan pentingnya memperluas keberadaan organisasi. Menurutnya, masih terdapat desa yang belum memiliki kepengurusan Muslimat NU secara resmi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi ketua terpilih agar desa-desa di wilayah Kecamatan Purwodadi dapat memiliki kepengurusan Muslimat NU secara resmi,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Nurul Khikmah mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut sempat muncul perasaan manusiawi untuk menolak ketika mendapatkan amanah, namun semangat dan kepercayaan para perwakilan ranting membuatnya mantap untuk kembali memimpin.
Dengan mengucapkan bismillah dan alhamdulillah, ia menyatakan siap menjalankan amanah dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang dimilikinya.
“Saya berharap dengan amanat yang diberikan ini saya bisa mengembannya dengan baik. Dengan segala keterbatasan, kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri saya, semoga para ibu Muslimat yang telah memberikan amanah dapat menerima dan bersama-sama menjalankan kepengurusan ini,” tuturnya.
Untuk program kerja, Siti Nurul Khikmah tidak ingin membuat target yang terlalu muluk. Ia memilih melanjutkan program yang telah berjalan sembari memperluas jangkauan organisasi.
Di antaranya pengajian Muslimat secara rutin serta kegiatan mujahadah dan pembacaan Ratibul Haddad.
Namun, salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah memperluas keberadaan ranting Muslimat NU, khususnya di wilayah utara Kecamatan Purwodadi.
Menurutnya, saat ini belum seluruh desa memiliki kepengurusan Muslimat NU yang telah memiliki SK. Karena itu, ia ingin melakukan pendekatan melalui dakwah bil hal, sosialisasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.
“PR besar saya bersama teman-teman adalah mengajak dan memperluas dakwah bil hal ke daerah-daerah, terutama Purwodadi bagian utara,” katanya.
Ia menyebut salah satu langkah awal telah dilakukan di Desa Jenar Kidul. Setelah kepengurusan baru terbentuk, rencananya akan dilakukan pelantikan kepengurusan ranting di desa tersebut.
Dengan terbentuknya ranting baru itu, jumlah ranting Muslimat NU yang aktif dan memiliki SK di Kecamatan Purwodadi diharapkan bertambah menjadi 21 ranting.
Upaya memperluas organisasi, kata Siti Nurul Khikmah, tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan kelompok keagamaan.
Ia justru menekankan pentingnya moderasi beragama, saling menghormati dan membangun kehidupan masyarakat secara berdampingan.
Ia mencontohkan kondisi Desa Jenar Kidul yang memiliki masyarakat dengan latar belakang organisasi keagamaan yang beragam.
Menurutnya, perbedaan tersebut justru dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memberikan manfaat melalui ilmu serta kegiatan sosial keagamaan.
“Artinya kita berjalan beriringan, bersama-sama, saling menghormati dan saling menghargai,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar keberadaan Muslimat NU dapat diterima dan memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat, tanpa menghilangkan prinsip moderasi dalam kehidupan beragama.
Siti Nurul Khikmah juga mengajak seluruh kader Muslimat NU di Kecamatan Purwodadi untuk menjalankan organisasi secara bersama-sama.
Ia memahami bahwa sebagian besar anggota Muslimat memiliki tanggung jawab besar sebagai ibu, pendamping keluarga, sekaligus bagian dari masyarakat.
Karena itu, ia mengajak para kader untuk pandai membagi waktu dan tugas agar aktivitas organisasi tidak menjadi beban, melainkan ruang bersama untuk mengabdi.
“Sebagai seorang ibu, kita memiliki tugas yang sangat berat dan bermacam-macam. Tetapi di sisi lain kita juga memiliki amanah untuk bersama-sama mengayomi masyarakat. Mari kita berjuang bersama-sama,” ajaknya.
Ia menilai para perwakilan ranting yang hadir dalam konferensi merupakan perempuan-perempuan yang selama ini telah berjuang di tengah masyarakat.
Menurutnya, kekuatan Muslimat NU justru terletak pada kader di tingkat desa yang bersentuhan langsung dengan jamaah dan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kepengurusan Muslimat NU Kecamatan Purwodadi periode 2026–2031 dapat semakin solid, aktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Panjenengan semua adalah orang-orang hebat, para pejuang di desa-desa. Mari bersama-sama kita berjuang,” ungkapnya.
Konferancab tersebut sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan hingga tingkat desa, serta mengembangkan program keagamaan, sosial, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Muslimat NU Purwodadi diharapkan tidak hanya kuat dalam struktur organisasi, tetapi juga semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









