Religi

Debat Kandidat PC IPNU-IPPNU Purworejo, Enam Calon Pemimpin Adu Gagasan Berebut Amanah

1
×

Debat Kandidat PC IPNU-IPPNU Purworejo, Enam Calon Pemimpin Adu Gagasan Berebut Amanah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama
Foto bersama

PURWOREJO, purworejo24.com — Enam kandidat Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Purworejo Masa Khidmat 2026–2028 beradu gagasan dalam Debat Kandidat yang digelar di Kantor PCNU Kabupaten Purworejo, Sabtu (12/9/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi para kandidat untuk memaparkan visi, misi, serta strategi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan organisasi dan bonus demografi. Lebih dari sekadar adu argumen, debat ini menjadi momentum untuk menguji kesiapan calon pemimpin dalam membawa organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (NU) semakin berkembang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII IPNU dan XVII IPPNU Kabupaten Purworejo. Dengan mengusung semangat “Nawasena Karsa Digdaya”, konferensi diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menjawab kebutuhan kader dan tantangan zaman.

Ketua PC IPNU Purworejo, An’im Falahuddin, mengatakan debat kandidat menjadi sarana bagi peserta untuk mengenali kapasitas, integritas, serta gagasan para calon pemimpin.

Debat ini menjadi ruang bagi peserta untuk melihat kapasitas, integritas, dan gagasan para kandidat. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu membawa IPNU-IPPNU Purworejo semakin adaptif, progresif, kolaboratif, dan berdaya saing,” ujar An’im.

Empat kandidat Ketua PC IPNU yang mengikuti debat tersebut yakni Nur Rohman, Priyo Sugiatmojo, M. Bagus Fadloil, dan Geofany Aprilliansyah. Sementara itu, dua kandidat Ketua PC IPPNU adalah Nurfadlatul Mubarokah dan Desna Deviana.

Dalam debat tersebut, para kandidat membahas empat isu utama yang menjadi perhatian organisasi, yakni kaderisasi, digitalisasi organisasi, konsolidasi struktur, serta penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Keempat isu tersebut menjadi tantangan penting bagi keberlanjutan organisasi, terutama dalam memperkuat kualitas kader, meningkatkan efektivitas pengelolaan organisasi, serta menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah perkembangan zaman.

Ketua PC IPPNU Purworejo, Deby Saktiani, menjelaskan bahwa debat dirancang melalui lima sesi untuk menggali pemikiran dan kemampuan para kandidat secara lebih mendalam.

Lima sesi tersebut meliputi penyampaian visi dan misi, pertanyaan dari panelis, debat antarkandidat, studi kasus permasalahan organisasi, hingga pernyataan penutup atau closing statement.

Menurut Deby, rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada setiap kandidat untuk menyampaikan program sekaligus menunjukkan kemampuan dalam merespons persoalan organisasi.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas substansi debat, panitia menghadirkan empat panelis yang kompeten di bidangnya, yakni Lukman Hakim, S.H., Abdul Azis, S.Pd., M. Hidayatullah, dan Isnaini Sholikhah, S.Sos.

Melalui forum tersebut, para kandidat diharapkan tidak hanya mampu menawarkan program kerja, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjalankan amanah kepemimpinan secara bertanggung jawab.

Konfercab XVIII IPNU dan XVII IPPNU Kabupaten Purworejo pun diharapkan menghasilkan pemimpin yang memiliki visi jelas, mampu menerjemahkan gagasan menjadi kerja nyata, serta memperkuat kaderisasi dan masa depan pelajar NU di Kabupaten Purworejo.

Dengan demikian, pergantian kepemimpinan tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat peran IPNU dan IPPNU sebagai wadah pengembangan potensi, karakter, dan kepemimpinan generasi muda NU.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.