Religi

Bupati Yuli Hastuti Ajak Warga Brunosari Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Kerukunan dan Teladani Akhlak Rasulullah

1
×

Bupati Yuli Hastuti Ajak Warga Brunosari Jadikan Maulid Nabi Momentum Perkuat Kerukunan dan Teladani Akhlak Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Bupati Hj Yuli Hastuti saat memberikan sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Brunosari
Bupati Hj Yuli Hastuti saat memberikan sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Brunosari

BRUNO, purworejo24.com – Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat keimanan, kerukunan, silaturahmi, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Yuli Hastuti saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Jamaah Musala Al-Fadholiyah, Dusun Kedongan, Desa Brunosari, Kecamatan Bruno, Minggu (30/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menghadirkan KH. Muhammad Mahmud Ismail ZM dari Ma’had Ilmu Al Qur’an Al Hikam (MIQ Al Hikam) Tempel, Kretek, Wonosobo, untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Kabag Kesra Setda Kabupaten Purworejo Nurhuda, S.STP., M.Si., Camat Bruno Taufik Bagus Setyoko, S.IP., M.Ec., jajaran Forkopimcam Bruno, Kepala Desa Brunosari beserta perangkat, para kiai dan tokoh masyarakat, serta warga dan tamu undangan.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tahlil, serta pengajian.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti mengatakan, Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, dan sikap saling menghormati merupakan ajaran yang relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang perlu kita tanamkan dalam keluarga dan kehidupan di masyarakat,” ujar Bupati.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan peringatan Maulid sebagai pengingat untuk terus memperkuat keimanan sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Mari kita jadikan peringatan ini sebagai pengingat untuk memperkuat keimanan, menjaga kerukunan, dan mempererat persaudaraan sesama umat,” pesannya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Dusun Kedongan yang telah secara konsisten menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan hingga tingkat dusun atau pedukuhan memiliki nilai penting karena dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Luar biasa, kegiatan Maulid tidak hanya dilaksanakan di satu desa, tetapi juga di setiap pedukuhan. Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat silaturahmi dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat,” katanya.

Bupati juga berharap kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti saling menghormati, membantu dan peduli kepada sesama.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Yuli Hastuti juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah mengundangnya. Ia mengaku bersyukur dapat hadir secara langsung dan kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Brunosari.

Alhamdulillah malam ini saya bisa hadir secara pribadi. Semoga kehadiran saya dapat menyambung silaturahmi yang sudah cukup lama belum bisa saya lakukan bersama panjenengan semua,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Bruno Taufik Bagus Setyoko, S.IP., M.Ec. mengapresiasi kekompakan masyarakat Dusun Kedongan dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia menilai semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

Camat juga mengajak masyarakat Brunosari untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, serta keguyuban yang selama ini telah terbangun.

Terlebih, kata dia, dalam waktu sekitar enam bulan ke depan Desa Brunosari akan menghadapi agenda Pemilihan Kepala Desa. Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga suasana yang adem, ayem, aman, dan tenteram.

Jangan sampai perbedaan pilihan mengganggu keguyuban yang sudah terbangun. Mari kita jaga kerukunan dan persaudaraan agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa nantinya dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi Desa Brunosari,” pesannya.

Selain persoalan kerukunan, Camat Bruno juga mengingatkan masyarakat mengenai kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia berharap Desa Brunosari dapat segera menyelesaikan pelunasan PBB dan ditargetkan lunas pada September 2026.

Mari bersama-sama melakukan percepatan pelunasan PBB bagi seluruh wajib pajak yang memiliki objek pajak berupa tanah dan bangunan. Kita tunggu pada bulan September Desa Brunosari sudah lunas PBB,” tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengajian oleh KH. Muhammad Mahmud Ismail ZM.

Masyarakat mengikuti tausiyah dengan khidmat sebagai upaya memperdalam pemahaman agama sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin mencintai Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, serta dalam menjaga persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.