BAYAN, purworejo24.com – Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan (PPDA) bersama SMP Muhammadiyah Jono, Bayan, Kabupaten Purworejo, memperkuat jejaring pendidikan internasional melalui International Training of Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) bersama Rakan Masjid Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia, Rabu (2/9/2026).
Ratusan santri dan pelajar Muhammadiyah dari berbagai jenjang mengikuti pelatihan yang tidak hanya mengenalkan sains dan teknologi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Kegiatan diawali pembacaan Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia dan Malaysia, serta penampilan zikir mahasiswa UTP. Suasana semakin semarak dengan kreativitas seni para santri.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PPDA Muhammadiyah Bayan dan Rakan Masjid UTP Malaysia. Kerja sama mencakup pelatihan STEM, kunjungan, pengembangan akademik, dan berbagai kegiatan pendidikan lainnya.
Pada sesi utama, peserta mengikuti Ice Breaking STEM, pembelajaran berbasis modul, kerja kelompok, hingga presentasi. Mereka ditantang menyelesaikan persoalan secara bersama-sama sekaligus berani menyampaikan hasil pemikirannya di depan peserta lain.
Direktur PPDA Muhammadiyah Bayan, Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan visi pesantren untuk mengintegrasikan ilmu agama dengan sains dan teknologi.
“Besar harapan kami, dari acara ini akan terus bisa kita lanjutkan pelatihan-pelatihan yang akan datang karena pelatihan ini berbicara tentang Science, Engineering, Technology and Mathematics yang itu satu visi dengan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan pesantren harus mampu melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu agama sekaligus menguasai perkembangan ilmu pengetahuan.
“Insyaallah akan mencetak ulama yang saintis, ulama yang intelek, bukan sekadar intelek yang tahu agama,” tegasnya.
Penasihat Road to Indonesia Rakan Masjid UTP Malaysia, Ahmad Faiezal bin Abdul Majid, menyampaikan terima kasih atas sambutan PPDA Muhammadiyah Bayan. Ia berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi santri dan pelajar Muhammadiyah di Purworejo.
Sementara itu, Ketua PDM Purworejo Drs. Pujiono menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi santri untuk mengenal perkembangan teknologi sekaligus memperluas wawasan internasional.
Menurutnya, integrasi Islam, sains, dan teknologi merupakan bagian penting dari pendidikan Muhammadiyah untuk menghadapi masa depan.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Bayan H. Paryono, S.Pd., Kepala Desa Jono Budiati, dan Camat Bayan Yeni Astuti, S.STP., M.Sc. Mereka berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pembelajaran dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada tiga kelompok terbaik serta penyerahan plakat sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antara lembaga pendidikan Muhammadiyah Purworejo dan UTP Malaysia.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata PPDA Muhammadiyah Bayan dalam menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai Islam, adaptif terhadap teknologi, serta terbuka terhadap dunia internasional.
Dari Bayan, Purworejo, para santri tidak hanya belajar STEM, tetapi juga belajar melihat masa depan dengan wawasan yang lebih luas.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









