BUTUH, purworejo24.com – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo terus memperkuat perannya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter sekaligus mendorong pengabdian nyata kepada masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kecamatan Butuh, Jumat (14/8/2026).
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut diikuti para pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Butuh, di antaranya SMAN 11 Purworejo, SMKN 6 Purworejo, SMPN 14 Purworejo, SMPN 28 Purworejo, SDN Butuh 1 dan SDN Butuh 2.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., mengatakan peringatan Hari Pramuka tahun ini menjadi momentum untuk memperluas kontribusi Pramuka.
Menurutnya, Pramuka tidak boleh hanya berkutat pada kegiatan pendidikan di sekolah, tetapi juga harus semakin aktif dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Pramuka itu lebih pengabdiannya kepada masyarakat, tidak terbatas pada pendidikan yang sudah berjalan. Dasa Darma dan Tri Satya harus benar-benar diresapkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” kata Wasit.
Tema swasembada pangan, lanjut Wasit, perlu diterjemahkan dalam langkah dan kegiatan konkret di tingkat gugus depan maupun kwartir.
Gerakan Pramuka diharapkan dapat mengambil bagian dalam membangun kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan, sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan serta potensi yang ada di sekitarnya.
Hal tersebut sejalan dengan amanat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Purworejo yang menekankan pentingnya meningkatkan program pengabdian masyarakat dan kemandirian pangan.
Melalui kegiatan tersebut, Pramuka diharapkan semakin mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, adaptif, berwawasan lingkungan, berjiwa Pancasila, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Wasit juga menyoroti tantangan pembinaan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kegiatan Pramuka harus terus dikemas kreatif agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.
“Kalau tidak menarik, siswa akan bosan. Dengan tantangan zaman seperti sekarang, ketika anak-anak lebih suka menonton YouTube dan sebagainya, ini menjadi tantangan bagi para pelatih dan instruktur agar Pramuka tetap ada di hati dan siswa tetap tertarik mengikuti Pramuka,” ujarnya.
Untuk itu, Kwarcab Purworejo terus mendorong peningkatan kualitas pembina dan pelatih, salah satunya melalui pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) di sejumlah ranting.
Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para penggiat Gerakan Pramuka Kwarcab Purworejo yang dinilai telah memberikan jasa dan pengabdian bagi perkembangan kepramukaan.
Sebanyak sembilan orang menerima penghargaan, yakni M. Agus Sigit S. (Pancawarsa I), Dhian Wiji Cahyani (Pancawarsa I), Sri Haryanto, S.Pd. (Pancawarsa I), Henry Yuniarko (Pancawarsa II), Eko Teguh Purnomo (Darma Bakti), serta Sumarini, Budi Prasetiyawati, Kuntari Watini dan Siti Rochayah (Lencana Melati).
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa kemajuan Gerakan Pramuka tidak lepas dari kontribusi para pembina, pelatih, penggiat, dan seluruh pihak yang selama ini konsisten memberikan waktu serta tenaga untuk membina generasi muda.
Suasana upacara semakin semarak saat rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan grup drumb band SMP Negeri 14 Purworejo.
Penampilan para pelajar tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam peringatan Hari Pramuka tahun ini.
Selain menghibur peserta upacara, penampilan tersebut juga menunjukkan kreativitas dan keterampilan siswa yang dapat tumbuh melalui pembinaan di sekolah.
Wasit mengapresiasi dukungan sekolah dan gugus depan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan para pelajar sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat, kreativitas, kedisiplinan, dan kerja sama.
“Ini menunjukkan dukungan maksimal dari para gugus,” ujarnya.
Kwarcab Purworejo juga terus menunjukkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Sejumlah kegiatan telah diikuti, mulai dari Pesta Siaga, berbagai perlombaan, hingga Pramuka Garuda tingkat provinsi.
Bahkan, saat ini Kwarcab Purworejo tengah mengirimkan kontingen untuk mengikuti Jambore Nasional yang berlangsung 11–20 Agustus 2026.
“Purworejo boleh dikatakan sebagai kabupaten Pramuka yang selalu eksis dalam kegiatan maupun event Pramuka,” kata Wasit.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kwarcab, kwartir ranting, gugus depan, sekolah, pembina, orang tua, dan masyarakat.
Pada akhirnya, Gerakan Pramuka diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang bukan hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
Dengan semangat Tri Satya dan Dasa Darma, Pramuka Purworejo diharapkan terus bergerak dari kegiatan seremonial menuju aksi nyata, termasuk ikut mendukung kemandirian pangan dan menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









