Pendidikan

Cegah Tawuran Pelajar, Polres Purworejo Bekali Siswa Paham AI dan Bijak Bermedia Sosial

1
×

Cegah Tawuran Pelajar, Polres Purworejo Bekali Siswa Paham AI dan Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com — Upaya mencegah kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar di Kabupaten Purworejo terus diperkuat. Tak hanya melalui pendekatan keamanan, Polres Purworejo kini menyasar ruang digital yang kerap menjadi pintu masuk munculnya konflik di kalangan pelajar.

Langkah tersebut dilakukan melalui program pembinaan dan pendampingan bertajuk Paham AI, Bijak Bermedsos, dan Stop Aksi Tawuran” yang menyambangi sejumlah sekolah tingkat atas di Kabupaten Purworejo.

Program hasil kerja sama Polres Purworejo dan Senopati Academy “Paham AI” itu digelar secara maraton selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 21–24 September 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pejabat utama Polres Purworejo, di antaranya Kabag SDM Polres Purworejo Kompol Markotib, S.H., M.A.P., Kasatbinmas AKP Damara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dan Kapolsek Banyuurip AKP Muslim Hidayat, S.Pd., M.A.P., serta didukung tim master trainer Polres Purworejo.

Roadshow edukasi tersebut dilaksanakan di MAN Purworejo pada 21 September, SMK Negeri 7 Purworejo pada 22 September, SMK YPT Purworejo pada 23 September, dan SMK Negeri 6 Purworejo pada 24 September 2026.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB. Para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetapi juga diajak memahami etika penggunaannya serta risiko penyalahgunaan media sosial.

Materi pelatihan antara lain Modul 1 Introduction to AI, Modul 2 Ethical of AI, Modul 11 Fighting Hoax, hingga Modul 22 AI Prompt.

Materi tersebut dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Salah satunya melalui games dan modul cerita interaktif berbentuk simulasi video kehidupan sehari-hari.

Melalui simulasi itu, siswa diajak menghadapi berbagai situasi yang mungkin mereka temui di dunia maya, termasuk bagaimana menyikapi informasi yang belum terverifikasi, mengenali hoaks, serta menghadapi perundungan atau bullying di media sosial.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena konflik di kalangan pelajar tidak selalu bermula dari pertemuan secara langsung. Perselisihan dapat berkembang melalui unggahan, komentar, pesan, maupun konten di media sosial yang kemudian memicu kesalahpahaman dan konflik di dunia nyata.

Karena itu, edukasi digital diarahkan tidak sekadar membuat siswa mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan pertimbangan etis ketika berinteraksi di ruang digital.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, 506 siswa tercatat mengikuti seluruh sesi pelatihan secara aktif dan berhak memperoleh Sertifikat Resmi “Paham AI”.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam membangun kesadaran pelajar agar mampu menggunakan media sosial secara lebih bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun konten yang dapat memicu konflik.

Seluruh rangkaian pembinaan dan literasi digital di empat sekolah tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Melalui pendekatan edukatif dan humanis, pencegahan tawuran tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya membangun kemampuan pelajar dalam memilah informasi, menjaga komunikasi, dan bertanggung jawab atas aktivitasnya di ruang digital.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.