PURWOREJO, purworejo24.com – Kasus dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Purworejo. Sebanyak 25 siswa MI Ash Sholih dan siswa RA di Desa Penungkulan, Kecamatan Gebang, mengalami keluhan mual, muntah dan pusing, Kamis (24/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi tepat sepekan setelah ratusan penerima manfaat MBG di wilayah Kecamatan Bener sebelumnya dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Berdasarkan laporan di lapangan, para siswa MI Ash Sholih Penungkulan menerima makanan MBG dari SPPG Lugosobo 1 sekitar pukul 09.45 WIB. Makanan kemudian disantap secara bersama-sama oleh para siswa.
Dari total 77 siswa MI, sebanyak 25 siswa dilaporkan mengalami keluhan berupa mual, pusing dan muntah. Data lapangan juga menyebutkan dua siswa RA turut mengalami keluhan, meski penanganan utama dalam laporan tercatat terhadap para siswa yang terdampak di lingkungan sekolah.
Sekretaris Desa Penungkulan, Syarifudin, mengatakan keluhan yang dialami para siswa relatif ringan. Petugas kesehatan kemudian memberikan penanganan setelah mengetahui adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
“Sudah langsung. Cuma kan hanya mual-mual, terus seperti masuk angin itu. Terus ada yang pusing sedikit,” kata Syarifudin saat dihubungi, Kamis.
Menurutnya, terdapat satu siswa yang mengalami muntah. Namun, tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“ Kemudian kan ada satu yang muntah,” ujarnya.
Penanganan terhadap para siswa dilakukan oleh tim Puskesmas Gebang. Berdasarkan laporan, sebanyak 15 siswa mendapatkan obat dan seluruh siswa yang mengalami keluhan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan.
Obat yang diberikan antara lain paracetamol dan antasida dengan dosis sesuai penanganan petugas kesehatan. Orang tua siswa juga telah diberikan edukasi agar segera melakukan pemeriksaan apabila muncul keluhan lanjutan.

Camat Gebang, Endah Hanna Rosanti, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan kondisi para siswa saat ini mulai membaik.
“Sore ini dari Korwil SPPG juga ke lokasi, pas kejadian dari petugas SPPG-nya juga masih di lokasi,” kata Endah.
Endah menambahkan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa dan penerima manfaat lainnya untuk memastikan tidak muncul keluhan tambahan.
“Kami tetap masih pantau paling tidak 24 jam ke depan, mudah-mudahan tidak ada keluhan tambahan,” ujarnya.
Dalam laporan kejadian disebutkan, menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi putih, tempe goreng tepung, campuran jagung dan potongan wortel, telur katsu, serta susu kemasan Ultra Mimi Kids.
Makanan tersebut berasal dari SPPG Lugosobo 1 yang beralamat di Jalan Kyai Sobo Nomor 1, Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang.
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan SPPG, bidan desa dan Pemerintah Desa Penungkulan setelah mengetahui adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan.
Hingga para siswa dipulangkan sekitar pukul 12.30 WIB, tidak dilaporkan adanya keluhan lanjutan.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang. Karena itu, kejadian tersebut untuk sementara disebut sebagai dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG, bukan sebagai kesimpulan bahwa makanan MBG telah menyebabkan keracunan.
Pihak kecamatan mengimbau masyarakat tetap tenang sembari menunggu hasil pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut. (P24/byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









