PURWOREJO, purworejo24.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bener 2 menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat setelah muncul keluhan kesehatan yang dialami sejumlah penerima setelah mengonsumsi makanan bantuan.
Ahmad Fathul Arifin Kepala SPPG Purworejo Bener Kaliboto 2 mengatakan, pihaknya bersama tim medis telah melakukan penanganan awal terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan kondisi penerima manfaat terlebih dahulu, termasuk memberikan bantuan medis sesuai kebutuhan.
“Kita langsung menerunkan tim dokter, mengutamakan kesehatan korban terlebih dahulu,” kata Arifin pada Minggu (20/9/2026)
Selain penanganan medis, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan yang diberikan kepada penerima manfaat untuk diperiksa di laboratorium.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat.
Namun, hingga saat ini hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar apakah akibat dari makanan ataupun yang lainnya. Dengan demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan.
“Kami juga telah melakukan pengambilan sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Saat ini sampel tersebut masih dalam proses pemeriksaan, sehingga penyebab pasti dari kejadian ini masih menunggu hasil laboratorium,” kata Arifin
Selain melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, evaluasi juga dilakukan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan. Evaluasi mencakup proses pengolahan, kebersihan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami juga terus melakukan evaluasi terhadap seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan, kebersihan, penyimpanan, hingga pendistribusian,” ujarnya
Pihak SPPG juga memastikan kondisi penerima manfaat yang terdampak akan terus dipantau. Laporan atau keluhan kesehatan dari penerima manfaat akan ditindaklanjuti selama proses penanganan berlangsung.
“Kami telah melakukan penanganan awal terhadap penerima manfaat yang terdampak, antara lain dengan memberikan bantuan oralit sesuai kebutuhan. Kami juga telah mengupayakan pengiriman bantuan medis untuk mendukung proses penanganan,” kata Arifin
Sebagai penanganan awal, penerima manfaat yang membutuhkan juga diberikan oralit. Selain itu, bantuan medis telah diupayakan untuk mendukung penanganan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya terkait adanya penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diberikan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan anak di Desa Guntur dan Desa Nglaris Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengalami diare dan sakit perut setelah diduga menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua RW 5 Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Tri Indrayatno mengatakan, makanan MBG tersebut antara lain didistribusikan kepada siswa MI Guntur, posyandu, ibu hamil, dan anak balita pada kamis (17/9/2026).
Menurut dia, keluhan warga mulai muncul setelah makanan dikonsumsi. Petugas posyandu kemudian menghubungi pihak dapur untuk melaporkan kondisi tersebut.
“Dari pihak dapur memberikan obat oralit. Sebagian setelah diberi oralit ada yang sembuh, tetapi ada juga yang masih pusing-pusing,” kata Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).
Tri menyebut keluhan yang dialami warga berupa diare atau mencret disertai sakit perut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lebih dari 20 anak-anak dari MI dan TK di Desa tersebut mengalami hal diare. Sementara jumlah lansia dan ibu hamil yang menerima makanan MBG belum diketahui secara pasti. (P24/byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









