EkonomiKuliner

SPPG Kedungpucang Resmi Diluncurkan, Perkuat Gizi Masyarakat dan Dorong Ekonomi Lokal

27
×

SPPG Kedungpucang Resmi Diluncurkan, Perkuat Gizi Masyarakat dan Dorong Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Pemotongan pita
Pemotongan pita

BENER, purworejo24.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungpucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo resmi diluncurkan pada Jumat (17/4/2026).

Program yang diinisiasi Yayasan Bagelen Bakti Nusantara ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Kegiatan launching ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SPPG dengan berbagai pihak, mulai dari KDMP Kedungpucang, pelaku UMKM, peternak, hingga Gapoktan setempat.

Acara juga diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng, pengguntingan pita, serta peninjauan langsung lokasi SPPG.

Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten I Sekda Purworejo Ahmad Jainudin yang mewakili Wakil Bupati, Sekretaris Dinas KUKMP, Kodim 0708 Purworejo, anggota DPRD, Muspika Bener, pemerintah desa, mitra SPPG, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Ketua Yayasan Bagelen Bakti Nusantara sekaligus Koordinator Project Management Office KDKMP Jawa Tengah, Khasanudin, menjelaskan bahwa SPPG ini dirancang sebagai model kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, sinergi antara koperasi, petani, peternak, dan UMKM menjadi kunci keberhasilan program.

Melalui SPPG ini, kami ingin memberikan contoh bagaimana KDMP dan berbagai elemen bisa bersatu, saling mendukung, dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Kami menggandeng petani, peternak, serta UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasional SPPG Kedungpucang akan dimulai pada Senin mendatang dengan uji coba awal sebanyak 1.000 penerima manfaat.

Sasaran program meliputi wilayah Bener, khususnya arah Benowo hingga Bedono, dengan cakupan sekolah mulai dari TK, RA, SD hingga SMP.

Saat ini, SPPG tersebut didukung sekitar 47 tenaga kerja, dengan 30 orang telah ditetapkan dan sebagian lainnya masih dalam tahap magang.

Yayasan juga menaungi lima SPPG di Purworejo yang tersebar di Kecamatan Bener, Gebang, dan Butuh.

Kami menekankan penerapan SOP secara ketat serta terus berkoordinasi dengan Kodim dan pihak terkait agar pelaksanaan berjalan optimal dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Pemotongan nasi tumpeng
Pemotongan nasi tumpeng

Sementara itu, Batiter Kodim 0708 Purworejo, Pelda Amat Widodo, menegaskan bahwa pihaknya berperan dalam pengawasan pelaksanaan program, terutama untuk memastikan distribusi berjalan baik dan berdampak pada penurunan angka stunting.

Kami harapkan SPPG yang sudah launching segera mendistribusikan, terutama untuk membantu penanganan stunting. Kerja sama dengan vendor juga harus melibatkan banyak pihak, minimal 15 vendor, agar manfaatnya dirasakan UMKM lokal,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, hingga saat ini terdapat 62 SPPG yang telah beroperasi dari total 115 yang direncanakan di Kabupaten Purworejo.

Distribusi penerima manfaat ke depan akan dilakukan secara merata agar dampaknya lebih luas di masyarakat.

Penandatangan MoU
Penandatangan MoU

Di sisi lain, Asisten I Sekda Purworejo Ahmad Jainudin menekankan pentingnya menjaga kualitas gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengingatkan bahwa standar kualitas harus dipenuhi agar makanan layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi harus dilaksanakan dengan baik. Kualitas gizi harus dijaga, karena jika tidak sesuai standar, makanan bisa tidak dikonsumsi bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar SPPG memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, serta menyerap produk lokal sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan peluncuran SPPG Kedungpucang ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat setempat menuju Indonesia Emas 2045. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.