PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan Blending Rokok pada 19–21 Mei 2026 di Sanjaya In Hotel, Purworejo.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta dari pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) rokok di Kabupaten Purworejo.
Kepala Bidang Perindustrian Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Rita Dwi Yana, mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku IKM rokok dalam teknik blending atau pencampuran bahan baku tembakau agar menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing.
“Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan IKM rokok lokal agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka pada 19 Mei 2026 oleh Kepala Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto. Ia menekankan pentingnya peningkatan keterampilan, inovasi, serta kualitas produk bagi pelaku industri hasil tembakau.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi teori dan praktik yang disampaikan oleh narasumber dari unsur pemerintah maupun praktisi industri rokok.
Materi diawali dengan paparan dari Bidang Pertanian terkait sektor pertanian tembakau, dilanjutkan pembahasan mengenai sejarah rokok, varietas dan karakteristik tembakau, hingga peningkatan mutu dan kualitas tembakau.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait arah kebijakan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah serta Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Purworejo.
Materi utama dalam pelatihan ini adalah proses blending rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang disampaikan langsung oleh praktisi rokok dari PT Cipta Santosa Abadi Wonosobo.
Peserta memperoleh pembelajaran mengenai teknik pencampuran bahan baku, menjaga konsistensi rasa, mutu produk, hingga praktik langsung proses blending rokok.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dyah Puspita Riyaningtyas, S.P. selaku Penyuluh Pertanian, Rizaldi Agung Prayogo, S.Kom., serta praktisi industri rokok Setiawan Hidayat dari PT Cipta Santosa Abadi – SKT.
Menurut Rita Dwi Yana, kemampuan blending menjadi salah satu faktor penting dalam industri rokok karena menentukan cita rasa dan karakter produk yang dihasilkan.
“Dengan pelatihan ini, para pelaku IKM diharapkan mampu memahami teknik blending yang tepat sehingga dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten dan memiliki ciri khas,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, praktisi industri, dan pelaku usaha menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri hasil tembakau di Kabupaten Purworejo.
Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo menilai sektor IKM rokok memiliki potensi ekonomi yang besar, baik dalam mendukung pertumbuhan industri daerah maupun membuka lapangan kerja masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha terus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan IKM rokok lokal Purworejo semakin berkembang, mampu meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing di pasar regional maupun nasional. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







